Tuesday, April 01, 2025

Kalau ingin jadi pemenang...

 



“ Saya tidak ingin rapat diadakan di Jakarta. Akan lebih baik ketemunya di Singapore.” Kata saya kemarin sore kepada Awi, yang mengatur pertemuan dengan relasinya. Pagi jam 9 saya sudah di lounge executive Sheraton Singapore hotel. Rencananya jam 11 pagi Awi akan datang bersama relasinya. Seseorang menyapa saya. Ternyata teman lama. Yeni. “ Kemana saja kamu, Yen. Lama engga keliatan di Jakarta.” Tanya saya.


“ Sejak tahun 2013 memang tinggal di Singapore.” Katanya langsung duduk di table saya. “ Saya kelola bisnis supply tekhnologi. Clients saya BUMN di Jakarta. Tapi sejak dua tahun belakangan ini keliatan lesu bisnis “ sambungnya. Saya senyum aja. Walau usianya sudah diatas 50 tahun, tetapi tetap cantik dan fresh.


“ Saya engga ngerti, kenapa semakin lama semakin serba tidak pasti ekonomi global. Sepertinya kemajuan yang selama sekian decade yang dipacu dengan kerja keras akhirnya berujung kepada pertumbuhan rendah, dan itu justru terjadi pada negara maju.  Kemana saja uang yang ada selama ini. Kemana pasar yang selama ini bergairah ? tanya Yenni.  


“ Sebenarnya engga sulit dipahami. Seperti ungkapan tempalah besi selagi panas. Innovasi tekhnologi juga melahirkan innovasi pemasaran. Tentu menciptakan peluang investasi dari hulu ke hilir. Ingat kasus overload nya jaringan fiber optic tahun 90an. Mewabahnya bisnis dotcom. Berkembang pesatnya industry migas dan petrokimia. Terakhir, miliaran USD mengalir ke bisnis IT, AI, Biotech, renewal energy. Namun tak ubahnya dengan membangun istana pasir di tepi pantai. 


“ Mengapa ?


“ Ya karena semua itu dibiayai dari hutang. Setiap hutang digali, dalam system monetarism itu sama saja menambah uang beredar. Dari pemerintah tercipta Government Bond untuk membiayai anggaran ekspansive. Dari bank central tercipta uang lewat pelonggaran moneter berupa penurunan suku bunga, relaksasi perbankan dan kebijakan macroprudential. Dari pasar modal tercipta uang lewat short selling, Repo, Marcap, corporate bond. 


Tentu semua itu ada batasnya. Kalau pertumbuhan kapasitas ekonomi melebih kecapatan pertumbuhan penduduk planet bumi, itu pasti akan berhenti dengan sendirinya. Ya dari masa ke masa krisis terjadi karena kelebihan kapasitas dari apa yang bisa diserap pasar. Dan yang miris adalah setiap krisis terjadi, justru pada akhirnya bersandar kepada bank central sebagai solusi. Dan itu berujung kepada peningkatan utang, yang tentu uang beredar semakin bertambah.


Akibatnya semakin lama semakin banyak uang beredar di bandingkan dengan kapasitas ekonomi yang ada. Inflasi mengancam. Walau inflasi berusaha diredam dengan kenaikan suku bunga, tetap saja tidak bisa memperbaiki struktur ekonomi real. Karena sudah dalam kondisi imbalance economy. Uang lebih banyak di sector moneter daripada sector real.  Kurs terus terdepresiasi. Value ekonomi semakin absurd. Itu dialami oleh Jepang, zona Eropa, AS dan tentu China akan menyusul. 


Kelebihan kapasitas ada dimana mana. Globalisasi bidang investasi, keuangan, perdagangan, IT,  dianggap sebagai biang masalah. Setiap negara maju berusaha melakukan restore ekonominya lewat economic adjustmemt. Dari outward looking policy ke inward looking policy. Now or never. Tapi untuk itu perlu restruktur ekonomi dari ekspor ke market domestic. Proteksionisme tak terelakan. Lagi lagi solusinya adalah lewat stimulus. Artinya menambah lagi uang beredar.


Kita bisa lihat bagaimana negara maju terus menambah utang. Debt to GDP ratio diatas 100 %. Bagi negara berkembang memang tidak mudah menambah utang. Karena likuiditas mengalir ke negara maju terutama ke AS. Ya, terpaksa melibatkan bank central membeli surat utang negara. Bank cental tidak lagi independent. Rezim uang fiat dipertanyakan. Tapi siapa peduli. Para elite yang ada dijantung kekuasaan hanya memikirkan bagaimana periode kekuasaannya dia bisa terus pesta, walau lewat berhutang sekalipun.


Walau tadinya pertumbuhan ekonomi dipicu dengan asumsi future prospektif dan ekspansive, yang terkesan ilusi. Namun dampak yang dirasakan dari kelebihan kapasitas adalah nyata, bukan illusi. Mata uang terdepresiasi itu nyata dampaknya kepada masyarakat dengan semakin melemahnya purchasing power. Jatuhnya nilai upah riil. Menurunnya angka kemakmuran.


Nah sebenarnya sampai disini kita paham. Rezim uang fiat memang lahir dari kudeta kesepakatan Bretton wood yang gagal diimplementasikan. Mengapa gagal ? karena korup di jantung kapitalis, AS. Namun uang fiat ternyata lebih korup. Walau prinsip akuntable, transfaransi, demokratisasi sebagai jargon rezim uang fiat, namun itu seenaknya dilanggar lewat awan konspirasi antara financial konglomerat dan penguasa. 


90% uang beredar didunia dikuasai elite financial global. Uang itu berubah jadi asset dari berbagai kelas dan ditempatkan di bank custody Melon Bank NY. Kemakmuran yang dijanjikan justru melahirkan GINI ratio yang lebar.  Ya seperti ungkapan orang bijak, bumi ini cukup untuk semua, tetapi tidak cukup untuk satu orang rakus.“ Kata saya.


“ Solusinya apa ?.” Kata Yeni dengan mengerutkan kening.


" Sebenarnya tidak ada solusi pada sistem yang memang distorsi. Seperti halnya kata ekonom, solusi nyata bukan lagi menambah uang beredar. Tetapi dari peningkatan pajak langsung maupun tidak langsung lewat tarif. Memang mudah terdengarnya. Yang jadi masalah adalah tidak akan terjadi peningkatan pajak tanpa ekspansi fiscal. Sementara tanpa utang , ruang fiscal tidak cukup anggaran untuk investasi.  " Kata saya.


' Duh dilemma ya. Itu sama saja mana duluan telor atau ayam. Stuck! " kata Yeni.


“ Ya, sepertinya proses keruntuhan uang fiat sedang terjadi.  Kalaupun ada upaya untuk menahannya, itu tidak akan bertahan lama. China lebih realiistis. Daripada menahannya lewat instrument stimulus, lebih baik pindahkan asset ke emas. Makanya jangan kaget bila kini harga emas melambung. “ Kata saya.


“Wah lengkap sekali penjelasan kamu, Ale. Jadi paham saya, sebenarnya krisis demi krisis terjadi karena system yang memang korup. System yang lebih mengutamakan kepentingan korporasi, yang tentu bersenggama dengan elite politik ” Kata Yeni. Saya senyum aja. 


“ Ale, kenapa SDA Minerba Indonesia tidak bisa memperkuat cadangan devisa dan menstabilkan mata uang. Padahal kita sudah melarang ekspor mentah.” Tanya Yeni.


“ Dalam konteksi cadev dan value added bukan terletak pada larangan ekspor mentah SDA, tetapi pada skema investasi. Nah dalam kasus minerba dan Nikel itu kan sebagian besar skema nya counter trade offset “ kata saya.


“ Apa itu counter trade offset ?


“ Contoh kamu punya IUP nikel. Karena pemerintah larang ekspor mentah. Kamu deal dengan buyer nikel di China, yang perlu ferro steel atau pig iron. Pihak buyer bangun smelter untuk mengolah ore jadi pig iron. Umumnya mereka sendiri yang tentukan tekhnologi dan EPC untuk membangun. Nah setelah smelter jadi, dia serahkan kepada kamu, dengan imbalan kamu serahkan produk jadi dari smelter itu kedia. 


Tentu berapa jumlah product smelter yang harus kamu delivery tergantung kesepakatan bersama dengan buyer. Ditentukan berdasarkan harga nikel, total investasi smelter. Namun karena investasi smelter itu dalam skala besar, ya kontrak counter trade itu lama berakhirnya.


Hebatnya, biasanya buyer beri uang cash juga untuk modal kerja. Kamu jadi terlena tanpa mikir lagi. Karena kan tanpa keluar modal kamu tetap dapat uang. Walau relative kecil tapi kan sudah cukup membuat kamu kaya raya dan dianggap konglomerat. 


Apalagi kamu bisa pinjam uang ke bank dengan gadaikan smelter itu. Dapat uang lagi dari bank BUMN. Nanti kalau proses counter trade terhenti karena harga nikel jatuh sehingga tidak feasible untuk smelter produksi , itu akan jadi resiko bank, yang tentu negara akan pikirkan gimana bailout nya.” Kata saya tersenyum.


“ Jadi dalam skema  counter trade offset, devisa relative kecil sekali. Karena sebagian besar ekspor dianggap barter saja. Barter antara barang modal dengan nikel. “ Kata Yeni menyimpulkan.


“Ya. Dan pihak buyer kadang culas. Sebelum berakhir kotrak, mereka tawarkan kepada kamu untuk perluas kapasitas produksi. Ya tambah lagi smelter. Jadi, terus aja dia jualan barang modal dan kamu jualan nikel. Hanya prosesnya lewat barter. Dan apes nya kalau harga nikel jatuh di pasar dunia, ya akan makin lama aja proses berakhirnya kontrak. “ Kata saya.


“ Oh paham saya. Artinya kalau pemerintah mau dapat DHE dari SDA, ya dari awal larang skema counter trade offset. Jadi yang masuk dalam bisnis hilirisasi nikel hanya investor industry, bukan pedagang. Harusnya pemberian IUP SDA dilelang lewat tender offer investor, bukan bagi bagi IUP kepada pihak yang tidak jelas, yang akhirnya hanya menambah deretan para broker dan komprador“ Kata Yeni.


“ Ya benar. Itu kalau Indonesia ingin jadi negara pemenang ditengah system global yang tidak adil. “ Kata saya dengan tersenyum.  Tamu saya sudah datang. Yeni minta pamit untuk pergi dan berharap bisa bertemu lagi dengan saya.


Sunday, March 30, 2025

Hedge fund, sebuah konspirasi jahat

 

Nature was a quant way before all of these MBAs and Economists were quants. I respect MBAs, and I respect economists. I just happen to respect nature more.






Ada nitizen email saya. Setelah tiga kali dia email dan ada lampirannya. Segera saya buka. Oh dia sedang melakukan riset untuk program S3 nya. Saya selalu tidak pernah menolak kalau ada mahasiswa yang mau diskusi dengan saya terkait dengan materi risetnya. Mengapa ? karena saya tidak terpelajar, pasti tidak sarjana. Saya berharap pengalaman praktis saya dalam dunia trading bisa jadi referensi mereka untuk meluruskan yang salah dan meningkatkan nilai nilai kebenaran berbasis sains. Sehingga ada sumbangan positif bagi peradaban.


Saya sempatkan ketemu di café di Kawasan Jalan Sudirman. Ternyata dia seorang wanita. Usia diatas 30 tahun, mungkin. Cantik dengan rambut sebahu. Keliatan cerdas. Dia memberikan kartu nama. Ternyata dia konsultan partners pada Consultant firm asing.  Awal jumpa dia agak terkejut. “ Engga seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Lingkungan berkelas benar cocok ketemu di sini. Tapi penampilan bapak humble banget. Seperti hidup di dua dunia yang berbeda. “ katanya dengan berbalut senyum. 


“ Saya pembaca blog bapak. Saya tadinya tidak terpikirkan untuk menghubungi bapak. Karena saya pikir tulisan bapak cenderung cerpenis. Namun lewat referensi akademis saya terbentur pada dinding tebal. Hampir semua studi berbasis regresi linier di bidang keuangan investasi itu salah. Kalau saya follow studi yang ada, untuk apa saya ngotot dapatkan S3. Akhirnya saya mulai berpikir untuk menghubungi bapak. Saya tidak tahu apakah saya di jalan yang benar atau salah” katanya mengawali. Cukup cerdas. Fair enough.


“ Saya sudah ada di hadapan kamu. Tanyalah apa yang ingin kamu tanyakan. “ kata saya.


“ Apa yang bapak ketahui tentang Ray Dalio? 


“ Dia adalah salah satu dari 100 menager hedge fund terbesar di dunia. Perusahaannya bernama Bridgewater Associates. “ kata saya. 


“ Berapa total dana kelolanya ? 


“ Tidak ada yang tahu pasti. Umumnya dirahasiakan Karena clients dia termasuk sophisticated investor dengan minimum kekayaan USD 7,5 miliar. Jadi kalau ada data publish tetang AUM nya, itu tidak sebenarnya. Hanya perkiraan saja. ” Kata saya.


“ Mengapa investor tertarik berinvestasi pada product hedge fundnya. “ 


“ Karena dia menjanjikan laba diatas bunga bank dan bunga obligasi. “


“ Mengapa investor percaya? 


“ Karena dia menawarkan strategi investasi dengan kaidah akademis, misal menggunakan matematika kuantitatif bisa diprediksi tingkat keuntungan dimasa depan  dengan tingkat error rendah sekali.” Kata saya.


“ Bisa jelaskan secara specific. “


“ Kamu pernah tahu tentang risk parity atau Paritas resiko.? Tanya saya. Dia diam saja. Artinya dia minta saya jelaskan.” Kamu tahu kan istilah,  jangan tempatkan telur dalam satu keranjang. Nah itu strategi investasi yang diajarkan di kampus. Seperti campuran saham-obligasi 60/40. 60 persen dalam indeks MSCI, ACWI, IMI (saham global) dan 40 persen dalam indeks Bloomberg Global Aggregate (obligasi global). 


" Ok, saya paham. Tapi pada kenyataannya 90% risiko dalam portofolio tradisional  terkonsentrasi pada ekuitas. Semua tahu bursa saham itukan volatile atau lebih fluktuatif daripada obligasi. " Katanya.


" Nah menurut pengelola hedge fund, paritas risiko berupaya menghindari konsentrasi risiko ini melalui pembangunan portofolio yang lebih beragam dan seimbang risikonya. Dalam bentuknya yang paling sederhana, paritas risiko berupaya menyeimbangkan kontribusi terhadap total risiko portofolio dari setiap kelas asset, seperti saham, obligasi pemerintah, sekuritas terkait kredit, dan lindung nilai inflasi, termasuk aset riil, komoditas, real estat, dan obligasi yang dilindungi inflasi.  Memang terdiversifikasi luas. " Kata saya.


" Tapi apakah itu tepat ? tanyanya dengan mengerutkan kening.


" Kita bisa lihat dari aspek resiko.  Risiko portofolio 60/40 sebagian besar didorong oleh risiko ekuitas, namun dengan adanya obligasi itu bisa menjadi bantalan saat terjadi crash pasar modal. Disisi lain portofolio paritas risiko, sangat bergantung kepadai obligasi untuk mendapatkan kontribusi risiko yang sama dari kedua kelas asset itu. Dibandingkan dengan portfolio tradisonal, total risiko  dari Risk Parity lebih dari dua kali lipat ketika pasar modal bullish. Kecuali pada kondisi pasar modal crash, risk parity portfolio memang pilihan yang tepat sebagai strategi investasi. Tapi apa iya ngarepin pasar crash. Secara etis engga sehat. " Kata saya.


“ Kalau portfolio structure kan ada aturan dari OJK tentang batasan portfolion  product investasi. Ya 60% atau 80 di fixed income dan 20 atau 40% di floating income. Itu mudah diketahui risk management nya. Diversifikasi harus menjadi kontributor yang ofensif terhadap pertumbuhan, kan begitu beleid otoritas. " Katanya. " Nah, risk parity ini kan unstructured. Mengapa orang percaya begitu saja uangnya dikelola oleh pengelola hedge  fund ? tanyanya.


“ Ya pengola hedge fund membuat hitungan dengan serangkaian metrik yang berbeda dari yang lain. Dan tentu  lebih rumit untuk dievaluasi. Memang agak laen. Namun mau bantah gimana? Hampir semua jurnal ilmiah dari universitas terkenal mengendorsed strategi investasi risk parity itu. Bahkan di seminar ilmiah tentang ekonomi selalu memuji risk parity itu sebagai dynamic investment strategy. Aman. “ kata saya.


“ Ok lah. Paham. Kan uda tahu resikonya. Mengapa percaya aja ? Tanyanya mengerutkan kening. Sepertinya dia penasaran ingin tahun konkritnya. Saya tersenyum. Saya persilahkan dia minum teh terhidang. 


“ Kamu tahu istilah magic word ? tanya saya. Dia tersenyum. “ 80% wanita jatuh cinta kepada pria karena magic word. Pengelola hedge fund selalu berkata kepada investornya, kami hanya deal dengan smart investor yang punya uang berlebih dan ingin meningkatkan uangnya tanpa resiko.” Kata saya tersenyum dan seruput kopi.  “ Nah andai kamu investor, bayangkan. Ada agent hedge fund yang product nya di endorsed professor dan kampus ternama, memuji kamu. Pasti kamu melupakan hal yang rumit untuk diketahui. Faktanya, dari 10 investor, 8 setuju untuk berinvestasi. “ kata saya.


“ Paham pak. Apa bapak punya perspektif terhadap risk parity yang bisa saya terima secara logika normatif.” Tanyanya lagi. Saya terdiam. Bingung bagaimana menjelaskannya dengan cara sederhana tentang bagaimana kerjanya strategi investasi risk parity ini. 


“ OK, saya akan jelaskan perspektif saya. “ Saya dapat ide.” Tentu dengan analogi sederhana. “ Lanjut saya. Kembali seruput kopi dan hisap rokok.


“ Kamu tahu Pemilu? Tanya saya. Dia mengangguk. “ Pemilu itu para kandidat diukur electoral nya oleh Lembaga survey. Apakah benar atau salah data survey itu. Tidak ada yang bisa membantah. Karena Lembaga survey bekerja dengan standar sains. Kemudian saat pemilu berlangsung, ada KPU dan Bawaslu. Dua Lembaga ini sebagai otoritas dan pengawas.  Setelah pemilu usai. KPU dan Bawaslu melegitimasi pemenang. Sampai disini paham ya.”  Dia mengangguk.


“ Nah, risk parity itu didukung oleh konsultan investasi institusional berkelas dunia,  seperti EY, Price waterhouse cooper, KPMG dan lain lain. Fund manager first class seperti Black Rock, JP Morgan dan lain lain. Biasanya  team management hedge fund menunjuk akademisi dari kampus, bahkan mereka membujuk tokoh kelas dunia untuk bergabung. Nama mereka ditempatkan sebagai advisory. Belum lagi nama Lembaga Rating international ikut memberikan predikat premium bagi product investasi mereka. Tentu mereka dibayar mahal.  


Dengan dukungan institutional, akademisi dan dilegitimasi oleh negara, tentu apapun kata pengelola hedge fund adalah kebenaran itu sendiri. Sama seperti  apa kata KPU, adalah kebenaran itu sendiri. Suka tidak suka harus terima. Walau ada sengketa, lebih banyak kalahnya lawan KPU.“ Kata saya.


  Jadi secara tidak langsung ini merupakan konspirasi jahat yang dilegitimasi. “ katanya. 


“ Jahat atau tidak, itu kan soal persepsi. Nyatanya tidak ada yang paksa investor untuk serahkan uangnya kepada pengelola hedge fund. Artinya itu suka sama suka. Free entry , free fall. Sama seperti clients dengan terapis pijat di kamar tertutup. Walau aturan tidak boleh berbuat amoral namun deal privet terjadi, who knows.? Who cares.?  “ Kata saya tersenyum.


“ Bisa beri saya buku referensi yang bapak baca tentang risk parity. “ tanyanya.


“ Saya hanya baca pengantarnya saja, yang ditulis kalau engga salah Qian. Judulnya  Risk Parity Fundamentals. Saya baca 8 tahun lalu. “ Kata saya. Dia catat di nitepadnya.


“ Pak. Serunya. “ berdasarkan pengalaman bapak, apakah memang terbukti strategi investasi Bridgewater Associates itu sukses mendatangkan laba besar sesuai janjinya? Tanyanya. Nah ini pertanyaan cerdas namun bisa menyesatkannya.  “ Ok saya akan jawab, tetapi bukan berarti saya benar. Karena saya hanya menjawab pertanyaan kamu berdasarkan data kinerja dari Bridgewater Associates. “ Kata saya. Dia mengangguk.


“ Setahu saya. Semua product hedge fund nya memang mendatangkan laba diatas rata rata bunga bank dan obligasi. Namun tetap lebih rendah dibandingkan dengan strategi investasi konvensional.  “Kata saya dan kembali udut rokok. Saya tatap dia sekilas. Duh kenapa saya harus jadi narasumber mahasiswa yang idealis. Tida seharusnya dia tahu betapa kejamnya dunia.


“ Yang jadi masalah, investor tidak dapat uang cash dari profit. Tetapi dapat instrument investasi yang katanya likuid di market. Ya market komunitas dia sendiri. Memang asset investor bertambah, namun kalau dipaksa dijual di luar komunitas harga akan jatuh, mungkin engga ada yang mau beli. Sementara fee yang mereka terima atas jasa penempatan dana, kelola dana dan profit,  dalam bentuk tunai. Itu fee diambil dari dana  investor sendiri.” Sambung saya.


“ Jadi..” Matanya melotot. “ Setelah mereka ambil uang investor, mereka juga atur cash flow investor. Harus patuh dengan platform mereka. Surrender or die. “ katanya menyimpulkan. “ terus gimana caranya mereka menjamin likuiditas asset hedge fundnya ?


“ Investor disuruh gadaikan asset hedge fund itu kepada bank affiliate mereka. Tentu harus ada project underlying sebagaimana credit line pada umumnya. Dengan demikian kalau terjadi default. Itu akan jadi sisitemik dan negara pasti bailout. Asset hedge fund akan jadi nul” Kata saya.


“ Nah akhirnya saya dapatkan jawaban risk management nya. " dia tersenyum. " Duh kok jadi mengerikan. Ada toh skema merampok yang begitu canggih dan dilegitimasi negara “ katanya mengerutkan kening. “ Boleh tahu pak. Siapa investor yang jadi target pengelola hedge fund ? tanyanya.


“ Ya Dana pensiun. Dana abadi negara seperti Sovereign wealth fund dan termasuk Dana abadi kampus, dana abadi jaring pengaman sosial.” Kata saya tersenyum.


“ Engga banyak ya investornya Tapi kakap semua.” Katanya.


“ Makanya total Kelola dana hedge fund itu terbatas. Biasanya sekali mereka cengkram dan lilit, udah. Mereka tidur aja seperti ular. Para hulu balangnya di luar sibuk lobi influencer agar memberikan keyakinan kepada investor dan kadang melakukan suap kepada officer investor agar tidak rush. Tetap keep asset itu. 


Tapi bukan rahasia umum bila 80% asset itu sudah dead duck. Kalau di rush terjadi potensia loss. Tentu akan menimbulkan skandal. Makanya semua berusaha saling menjaga dan melindungi sampai batas waktunya tiba, maka yang terjadi, terjadilah. “ kata saya. 


Dia terdiam. Tetapi matanya terus menatap saya. Seperti ada 1000 tanya tentang apa yang baru dia dengar. Dan berharap itu  semua hanya fiksi. “ Pak…serunya. “ saya baca study kasus dari elibrary universitas di luar negeri. Itu terkait dengan akuisisi holding agro yang sudah berusia 100 tahun. Yang membuat bangkrut salah satu pengelola dana hedge fund. Ada nama mirip dengan nama bapak dibelakangnya.  


Tetapi kasus itu dimenangkan di pengadilan. Belakangan holding agro itu di merger dan spint off ke BUMN China. Tadi saya curiga bapak di balik skandal itu. Ternyata setelah ketemu, saya tidak yakin bapak. Karena engga mungkin bapak sehebat itu bisa membuat bangkrut pengelola hedge fund legendaris, yang akhirnya dia  buron ke swiss.” Katanya. Saya senyum aja.


“ Ada lagi yang mau ditanya.? Kata saya.


“ Saya mau beri bapak hadiah. “ Katanya dengan tersernyum seraya memberikan kotak dibungkus indah. Saya buka bungkus itu. Ternyata seperangkat alat cukur jenggot, gunting kuku, korek kuping dan gunting bulu hidung. Saya tersenyum. “ Saya berharap bapak engga pakai kumis dan jambang. Polos aja. Itu sangat sesuai dengan karakter bapak sebagai pencerah. “ katanya. Aneh saja setiap mahasiswa menjadikan saya narasumber selalu mereka beri saya hadiah. 


" Pasti suami kamu klimis ya. Engga ada jenggot dan kumis" Kata saya tersenyum.


" Saya belum menikah pak. Tapi saya suka dengan pria yang klimis." Katanya. " Apa nasehat bapak untuk saya?


" Selalulah bertumbuh dengan cara yang baik dan melalui proses yang tidak too good to be true. Walau jalan itu sulit, namun karena kamu lalui dengan tabah, lambat laun sampai juga ketujuan.." Kata saya.


Thursday, March 27, 2025

Kekuasaan itu jalan sepi..

 


"Are we prepared to take on the enormous political power of the billionaire class or do we continue to slide into economic and political oligarchy?



Dari awal sejak pecahnya USSR dan terbentuknya Federasi Rusia, Putin tahu diri. Dia adalah ex Perwira dinas rahasia Rusia (KGB) yang menjadi garda kekuasaan rezim Komunis USSR. Sejarah KGB sangat kelam. Bertanggung jawab atas penculikan dan pembunuhan oposisi selama rezim USSR berkuasa. Putin tak ingin menonjol. Tahun 1990 dia pensiun dari KGB. Pulang ke kampung halamannya, St Peterburg.  Menjadi rector Universitas Leningrad. Tapi tidak lama. Setelah itu dia bekerja pada kantor Walikota St. Petersburg sebagai advisory. Dan menjadi wakil Walikota tahun 1994.


Waktu Putin masih di KGB dia punya banyak kenalan konglomerat Rusia. Salah satunya adalah Boris Abramovich Berezovsky. Peran Boris Abramovich Berezovsky sangat besar menopang karir Putin, termasuk memberikan dukungan financial. Hubungan ini tentu terjalin tidak di ruang hampa. Maklum Putin sebagai agent KGB punya bukti korupsi masa lalu Berezovsky. Setelah USSR bubar mereka saling jaga dan saling memanfaatkan.


Tahun 1998, Berezovsky dapat informasi bahwa dia jadi target akan dibunuh oleh Badan Intelligent Rusia (FSB). Perintah itu datang dari ring 1 Kremlin. Dia tahu ring 1 Kremlin dikuasai oleh loyalis Chubais yang juga pesaingnya dalam tender privatisasi Svyazinvest, perusahaan induk telekomunikasi terbesar di Rusia. Berkat jaringan Putin di Badan intelligent, Berezovsky bisa selamat dari upaya pembunuhan. Berezovsky langsung masuk arena politik, sebagai  ketua Persemakmuran Negara-Negara Merdeka ( ex USSR). Posisi ini memungkinkan dia punya akses ke Kremlin. Tentu setelah dia dekat dengan Putri Yeltsin.


Berezovsky berusaha merebut hati Presiden Yeltsin sampai ahkirnya dia dipercaya. Bahkan Yeltsin berharap banyak kepada Berezovsky  memimpin arus perbahan dan kalau bisa mencari pihak lain yang bisa menggantikannya. Saat itu juga yang teringat di dalam pikiran Berezovsky hanya satu nama, yaitu Putin. Pada bulan juli 1999, Berezovsky menawarkan jabatan Perdana Menteri kepada Putin. Tentu dengan rendah hati Putin terima. Pada tanggal 9 Agustus, Yeltsin memecat pemerintahan Sergei Stepashin dan mengangkat Putin sebagai perdana menteri.  


Tidak sampai disitu saja. Sebelum pemilihan sela tahun 1999, Berezovsky dengan kekayaan dan financial yang melimpah mendirikan partai Persatuan (Unity) untuk kendaraan Putin melaju ke Kremlin. Dengan dukungan media TV yang dia miliki sendiri  dan dana dari proxy nya, Roman Abramovich. Dia berhasil memenangkan Putin dalam pemilihan sela, untuk melaju ke pemilihan berikutnya pada musim semi tahun 2000. Akhirnya Berezovsky sukses mengantarkan Putin jadi orang nomor 1 di Rusia.


Tanggal 8 Mei 2000 Putin dilantik jadi Presiden. Bulan itu juga dia singkirkan Boris Abramovich Berezovsky dari ring kekuasaannya.  Sejak itu Berezovsky menyatakan oposisi kepada Putin. Tahun itu juga Putin perintahkan jaksa agung buka kasus lama Berezovsky.  Tetapi Berezovsky sudah melarikan diri keluar negeri. Dia akan melakukan perlawanan dari luar negeri. Asset nya di Rusia semua atas nama proxy nya, Roman Abramovich. Dia yakin dengan kesetian Abramovich. Karena sudah dianggap anak oleh nya.


Namun semua tindakan Putin menyingkirkan Berezovsky sudah diperhitungkan dengan baik. Tidak sulit bagi Putin untuk menguasai Roman Abramovich. Akhirnya Abramovich datang sendiri menemui Putin dan berbaiat setia. Selanjutnya boss Roman Abramovich bukan lagi Berezovsky tapi Putin. Maret 2013 Berezovsky ditemukan tewas  di kamar mandi di rumah mantan istrinya yang bernilai 20 juta pound sterling. King Maker itu meninggal  dalam kemiskinan tanpa harta. Bahkan mewariskan hutang senilai 100 juta pound sterling. 


***

Dalam kesempatan business trip ke Moscow. Saya bertemu dengan sahabat saya, Natalya. Kami janjian  di Bosco Mishka Bar. Berlokasi dekat Patriarch’s Ponds. Oh ya, Patriarch's Ponds adalah area perumahan kaum elite, salah satu lingkungan paling eksklusif. Ada wahana kolam yang sangat terkenal yang diabadikan dalam novel Mikhail Bulgakov "The Master and Margarita". 


Di sisi timur kolam terdapat Café Margarita, yang memiliki mural yang menggambarkan sebuah adegan dari cerita tersebut. Menunya menampilkan hidangan yang ditulis Bulgakov dalam dialog antara Amvrosy dan Foka di depan rumah Griboedov. Di dekatnya ada Pavilion, sebuah restoran yang bertempat di sebuah mansion kuning yang mengesankan.


Selama musim panas, enak sekali jalan jalan di taman itu. Jika musim dingin, meluncur dengan seluncur es melintasi permukaan kolam yang membeku, pilihan yang baik. Taman ini merupakan tempat yang indah, tidak hanya untuk kolam dan semak belukar, tetapi juga karena dikelilingi oleh apartemen era Stalin.


“ Kali pertama kenal. Saya membayangkan anda tinggi besar dan menakutkan. Tertanyata, yang saya liat adalah pria yang bersahaja. Walau sedikit mewah itu karena setelan Armany saja. “ Katanya tersenyum indah. Natalya gadis Rusia. Dia cantik. Pemain balet hebat. Kecantiikan bercahaya. Payudaranya indah,  sangat proporsional dengan tubuhnya yang tinggi langsing.


Mengapa segitu jahatnya Putin kepada Berezovsky yang sudah berjasa membantunya jadi presiden? Tanya saya. Natalya tahu saya suka diskusi soal kehebatan tokoh tokoh. Tentu beralasan saya bertanya dengan dia. Karena dia juga dosen ilmu politik.


Natalyia menjelaskan. Musuh terbesar kita adalah orang terdekat kita. Dalam politik, tidak ada bantuan tulus. Orang keluar uang dan effort pasti minta imbalan. Putin tidak ingin jadi pecundang karena transaksi politik dan tersandera karena balas budi.


Putin sadar akan masa lalunya yang tidak bersih. Tetapi itu karena dia melaksanakan perintah atas keyakinannya kepada rezim yang berkuasa. Sementara para konglomerat itu tidak punya loyalitas apapun kepada bangsa dan negara kecuali mendapatkan kekayaan dengan cara apapun. Termasuk membeli kekuasaan dan jabatan. Meracuni aparat dan pada akhirnya merendahkan martabat Rusia sebagai bangsa besar. 


Dalam kampanye Pilpres tahun 2000, Putin memang mengumbar kebencian terhadap kaum oligarki dan kesepakatan korup yang memperkaya mereka. Mereka para pendukung pendanaan Pilpres mulai gerah dengan nerasi politik Putin. Namun mereka tidak begitu percaya, Putin akan focus dengan janji kampanyenya. Tapi mereka lupa, Putin sangat paham arti kekuasaan. Dia harus melakukan sesuatu dengan mandate yang dia terima dari rakyat dan hanya dia yang akan diminta pertanggungan jawab oleh rakyat, bukan orang lain.


Namun Putin sadar bahwa dia tidak bisa begitu saja menghabisi konglomerat itu. Bagaimanapun mereka punya sumber daya modal dan tekhnologi serta business network international. Itu sangat diperlukan untuk ekonomi Rusia. Pada musim panas tahun 2000, Putin mengundang 21 tamu istimewa datang ke Kremlin. Itu pertemuan bersejarah. Ternyata selama ini mereka adalah orang yang berada dibalik Proxy yang dikenal sebagai orang kaya di Rusia. Itulah kelebihan Putin yang terlatih sebagai  intelligent.


Hari ini presiden  Rusia adalah saya. Artinya kalian deal dengan saya. Kata Putin di hadapan tamunya. Selama ini kalian memperkaya diri. Pada waktu bersamaan menciptakan ketidak adilan bagi rakyat Rusia. Selanjutnya saya tidak akan mengorek kesalahan masa lalu kalian. Silahkan kaya, punya jet pribadi yacht, rumah mewah, ratusan perusahaan di dalam maupun luar negeri. Tapi mulai hari ini kalian kerja untuk saya. Proxy saya, yang  hanya melaksanakan visi saya sebagai Presiden terpilih. Ketidak setiaan harus dibayar dengan resiko setimpal. “ demikian kata Putin. 


Saya menyimak.


Salah satu konglomerat MIGAS, Khodorkovsky menyatakan tidak setia dengan Putin. Itu karena dia dapat dukungan dari mitranya di Eropa dan AS. Maklum dia bermitra dengan Exxon. Hanya 3 tahun setelah itu, yaitu tahun 2003, lanjut Natalya. Pasukan para komando bertopeng menyerbu kedalam Jet pribadi Khodorkovsky saat mengisi bahan bakar. Tentu sebelumnya menghabisi pengawalnya di Bandara. 


Khodorkovsky ditangkap dan dikirim ke Moscow. Diadili dengan dakwaan penipuan dan penggelapan pajak. Dia dikirm ke Siberia, yang terkenal sebagai penjara paling kejam di dunia. Pemerintah Rusia mengambil alih kerajaan minyak Khodorkovsky. Berganti jadi BUMN, bernama Rosneft. Igor Sechin jadi CEO nya. 


Kini para konglomerat yang loyalis Putin disebut dengan istilah siloviki. Sebagian besar adalah anggota militer atau mantan perwira KGB, seperti Sechin, yang memiliki gelar doktor di bidang ekonomi, dikabarkan pernah bertugas sebagai perwira KGB di Afrika Timur selama tahun 1980-an. Mereka punya network luas di kalangan bisnis underground, pengelola dana hedge fund international dan pastinya terkoneksi dengan Srigala bursa.


Yang pasti, siloviki bukan kumpulan opportunis. Kompetensi mereka juga engga kaleng kaleng. Mereka well educated dan punya pengetahuan luas dalam hal geopolitik dan geostrategis.  Pemimpin bisnis ulung dan punya rekam jejak bela negara sekian decade. Dengan itu tidak sulit mereka mengubah bisnis underground jadi formal yang mendatangkan pajak dan transfaranse. Menghabisi pemain nakal yang berkompirsasi merugikan BUMN dan menggantikannya dengan cara transfaranse.


Selain  Siloviki  ada juga kelompok silovarch. Ini group konglomerat lama yang loyalis Putin dan dikenal sangat nasionalis. Mereka bertugas mengambil alih perusahaaan asing yang dapatkan kontrak dari pemerintah sebelumnya dengan cara korup, seperti IUP Minerall Tambang dan konsesi  infrastrukur. Mereka dikenal anti komprador. Sebagian besar silovarch mencerca era reformasi Gorbachev dan Yeltsin, ketika Rusia kehilangan kekaisarannya dan melihat sejumlah intelektual liberal dan pro-Barat mengambil alih kendali pemerintahan dan ekonomi.


Jadi bagaimana begitu hebatnya Putin bisa mendesign ulang ekonomi yang sudah berakar sistem oligarkinya dan kemudian mengarahkannya untuk kepentingan nasional tanpa gejolak politik? Tanya saya. Kelebihan Putin, kata Natalya. Dia tidak pernah merasa kekuasaan itu sebagai hadiah atau kemurahan hati orang yang menolongnya. Bagaimana meraih kekuasaan, itu sudah dia persiapkan lama sejak dia masih Perwira KGB. Dan ketika dia berkuasa, dia tahu harus bagaimana. Tanpa harus jadi pengekor. 


Bagaimana Putin begitu sangat berkuasa? Tanya saya.  Yang pasti kata Natalya,  itu bukan karena retorika dan politik populisme. Kalau retorika engga mungkin dia bisa bertahan sekian periode dalam sistem demokrasi. Kan rakyat Rusia bukan orang bodoh. Sejarah kami dikenal sebagai bangsa besar. Kalau populisme, engga mungkin Putin bisa bertahan dari setiap goncangan ekonomi global dan membawa ekonomi Rusia tumbuh spektakuler. Jadi kinerja nya memang dirasakan oleh rakyat dan kebijakan luar negerinya membangkitkan rasa nasionalisme bagi rakyat Rusia. 


Natalya menjelaskan. B,  yang pasti tidak ada kekuasaan itu yang mudah dan murah. Putin harus bercerai dengan istrinya. Itu mungkin cara dia menutupi kelemahannya secara personal dari serangan lawannya. Dia juga menjauhkan kedua anak perempuan nya dari politik dan bisnis. Bahkan menantunya yang businessman terpaksa becerai dengan putri bungsunya. Mungkin karena alasan yang sama, yaitu memastikan dia tidak tersentuh. 


Jelas dia kesepian. Kata saya. Natalyia mengangguk, dalam otobiografinya, First Person , Putin menulis, "Saya punya banyak teman, tetapi hanya sedikit orang yang benar-benar dekat dengan saya. Mereka tidak pernah pergi. Mereka tidak pernah mengkhianati saya, dan saya juga tidak mengkhianati mereka. Menurut saya, itulah yang terpenting." Jadi kekuasaan itu adalah jalan sepi, memang.

Kalau ingin jadi pemenang...

  “ Saya tidak ingin rapat diadakan di Jakarta. Akan lebih baik ketemunya di Singapore.” Kata saya kemarin sore kepada Awi, yang mengatur pe...