Thursday, May 23, 2024

Menentukan pilihan...

 



Tahun 1984, selesai briefing team sales di kantor. Kami segera bergerak menuju target pasar. Kantor kami di Ratu Plaza. Di lobi Aling nampak wajahnya kusut. “ Ada apa lue Ubi?


“ Mamak gua sakit. Mana gua engga ada duit. Honor dan komisi sales bulan kemarin habis untuk bayar kos. Ibu kos minta bayaran 3 bulan. Gimana ya. “ Katanya menahan tangis. Saya sadar bagi anak rantau kalau dengar orang tua sakit, itu benar benar berat kalau engga ada uang.


“ Ah tenang saja. “ kata saya. “ Yuk ikut gua.” kata saya. Kami pergi ke daerah Pinangsia. Saya datang ke salah satu ruko yang tertutup. Tak berapa lama setelah saya gedor. Pintu terbuka. 


“ Ada stok usang ” kata saya ke penjaga gudang tekstil.


“ Ada koh.”


“ Apa ?


“ Borkat dan tetoron putih. 


“ Berapa piece ?


“ 40 piece.” 


“ Mana, sampel barang “ Kata saya, Tak berapa lama dia memberi sampel barang. Aling memperhatikan saja. 


“ Nah, sekarang kita pergi ke tanah abang” Kata saya kepada Aling. Sampai di Tanah Abang saya datangi beberapa pedagang grosir tekstil “ Harga miring 5% dari harga pasar pagi.” Kata saya menawarkan barang. Setelah keliling pasar dapatkan juga pembeli tapi bayarnya utang. Giro 3 bulan. Saya senyum melihat Aling bengong. “ Nah sekarang kita pergi ke Sawah Besar.” Kata saya. 


Terus kami berangkat. Sampai di sawah besar. Saya datangi toko koh Aming. “ Eh padang jelek. Ada apa lo kemari” Kata koh Aming.


“ cari kantau koh.” kata saya.

“ Lue jual stok lama gua dah. Ada di gudang” katanya. Padahal tadi pagi yang saya udah lihat barangnya di Gudang dan sudah saya tawarkan ke pembeli di Tanah abang.


“ Siap koh. “


“ Lue ambil satu pience Rp.10.000.” Katanya.


“ Bayarnya pakai giro 3 bulan, Mau? Kata saya


“ Engga ada masalah. Yang penting pastikan Koh Hendra terima gironya.” Katanya.


“ Siap”


Saya pergi ke gudang untuk antar barang ke pembeli di Tanah Abang. Pedagang itu beri giro 3 bulan. Saya terima karena Koh Hendra setuju cairka giro itu dengan potongan 2 % sebulan. Uang pencairan giro itu saya serahkan ke Koh Aming. Saya dapat komisi Rp. 400.000. 


Kemudian saya kembali ke pedagang tanah abang yang tadi beli 40 piece tekstil. “ Gua perlu uang kontan untuk bayar tukang jahit. Lue jual 20 piece aja. “ Kata pedagang itu.


“ Mau diskon 40%.”Kata saya.


“ Terserah aja.” kata pedagang. Terus saya pergi ke Melawai. Jual ke grosir tekstil dengan harga tunai diskon 30%. Saya untung 10%.


***


“ ini uang untuk mamak kamu berobat. “ Saya berikan uang komisi dan keuntungan itu kepada Aling


“ Ale, gimana kalau tiga bulan lagi, giro itu ditolak bank karena engga ada isinya”


“ Engga usah dipikir. Itu urusan mereka.” kata saya.


“ Tapi kan mereka rugi.” Aling kelihatan bingung.


“ Pedagang tanah abang itu perlu modal, Ya dia beli barang pakai giro 3 bulan. Terus ada koh hendra yang mau uangkan giro itu karena pedagang itu punya kios. Koh hendra dapat fee. Koh Aming itu mau uangkan stok yang engga laku laku. Dia jual dengan harga diskon. Terus ada grosir melawai yang beli tunai dengan harga diskon. Semua mereka sudah berpikir kalkulasi dan resiko. Itu udah biasa.” Kata saya.


“ Tetapi pasti nanti ada masalah kalau Giro itu tidak cair.”


“ Mereka itu tidak pernah mikir soal nanti. Mereka hanya mikir sekarang. Nah, Lue mau terus mikirin mereka atau lue mau selamatkan mamak lue. Ingat, engga ada orang kaya di jakarta mau dengar keluhan soal mamak lue sakit. Cepat lupakan mereka. Kirimlah uang ke Medan.“ Kata saya.


“ Lue kok ngerti banget. Apal semua jalan dan tempat. ? Tanya Aling tersenyum.


“ Gua pernah hidup di jalanan. Tapi itu hanya untuk survival aja” Kata saya.


“ Tetapi kerjaan ini kan gede cuannya. Kenapa lue tinggalin. Malah jadi Sales. Yang engga jelas dapat uangnya. “


“ Ini memang mudah dapat uang. Namun kalau gua terus hidup disini gua engga akan berubah jadi lebih baik. Beda dengan jadi Sales di perusahaan asing. Kita di-training, diajarkan pengetahuan untuk berkembang. Setiap hari kita dapat briefing oleh supervisor. Itu mahal sekali nilainya untuk orang kampung seperti kita. Usia kita masih muda. Masa depan kita masih panjang dan masih banyak pilihan. “ kata saya. Aling bisa paham.


Tahun 1985

Saya mengundurkan diri sebagai salesman di perusahaan Asing. Saat tahu saya mengundurkan diri, Aling terkejut “ Kamu kan top salesman. Udah banyak clients. Komisi juga besar diterima setiap bulan. Hampir sejuta. Kenapa harus berhenti” tanyanya dengan mengerutkan kening. 


“ Kerja di PMA. Engga mungkin saya jadi manager, apalagi direktur.  Saya hanya tamatan SMA. Saya tahu diri. Kalau saya tetap bertahan engga mungkin saya bisa berubah lebih baik kecuali hanya dapat uang. Engga bisa terlena dengan income yang besar. Saya harus pindah ke tempat yang cocok untuk saya berkembag. “ Kata saya. Saat itu Aling tetap tidak mengerti sikap jalan hdup saya. Apalagi setelah itu saya tidak bekerja di perusahaan yang lebih besar tetapi malah berwirausaha. Buka pabrik amplas yang bangunannya sewa.


Setahun setelah saya resign, Aling juga resign dari perusahaan. Dia bersama David melanjutkan ke universitas di Singapore. Saat itu saya sadar, Aling  berpikir pragmatis. Dia setuju tunangan dengan David, karena dia memang punya ambisi kuliah di luar negeri.  Dengan saya, dia tidak melihat ada harapan. David ada, karena orang tuanya kaya raya. Setelah Aling pergi, saya perlu tongkat disaat saya lemah. Dan papa saya bijak menyuruh saya menikah dengan ponakannya. Dia tahu pilihan hidup saya sebagai pengusaha, yang kapan saja bangkrut. Saya perlu tongkat.


Selama 15  tahun bisnis sejak tahun 1985, saya bangkrut 4 kali. Itu tidak saya sesali karena memilih jalan wirausaha. Tidak. Saya sadar bahwa saya tidak terpelajar dan tidak punya mentor yang selalu ada menjaga saya. Tentu saya harus melewati proses learning by doing. Selama 15 tahun saya mengikuti berbagai kursus keterampilan bisnis. Dari akuntansi, managemen, product knowledge, metode riset, international trading, menyusun feasibility study dan financial quantitative. Jadi walau saya bangkrut dan kesibukan tentunya berkurang, tetapi saya tetap sibuk, ya sibuk belajar lewat kursus. Disaat saya bangkit lagi saya bisa naik kelas.


Tahun 2004.
Saya punya uang kurang lebih USD 2 juta dan perusahaan di Indonesia yang sedang berkembang. Tetapi saya tidak memilih hidup menikmati bunga dari tabungan dan menjalankan bisnis yang ada. Saya  justru memutuskan hijrah ke China. Mengapa? Tanya David. Dia tidak habis pikir dengan sikap saya. Dia anggap saya tolol dan terlalu berani ambil resiko di wilayah yang tidak saya kuasai. "Keadaan ekonomi Indonesia sedang berjuang keluar dari krismon. Walau sudah masuk era reformasi, tetap saja rente. Sulit untuk orang seperti saya bisa terus bertahan tanpa terlibat rente. Apalagi modal terbatas. Saya tahu diri." Kata saya kepada David.


Belum setahun di China, uang USD 2 juta itu habis. ” Pah, uang tabungan yang mama pegang udah habis.Yang tersisa hanya perhiasan. Kalau mau dijual ya mama jual semua. “ Kata Istri saya. Saya terkejut. Dia tidak menyesali keputusan saya hijrah sehingga membuat uang habis. Dia tetap yakin saya bisa sukses melewati hambatan.  Tetapi belum sempat jual perhiasan itu, saya bisa berhasil ekspor perdana dari China ke Eropa lewat bisnis maklon (management supply chain service ).  Dari sukses perdana ekspor itu membuat semua jadi mudah. Saya kerja keras siang malam. Mengunjungi banyak negara untuk pemasaran. Dalam 3 tahun Perusahaan saya di China bisa kumpulkan laba puluhan jutaan dollar.

Sebenarnya dengan uang sebanyak itu saya bisa pensiun dan menikmati hidup dalam kelapangan financial. Tetapi justru saya pindah dari maklon ke investment holding, khusus mengembangkan produk yang mendukung bisnis supply chain industry berskala global. Sahabat saya Esther di Hong Kong yang banker, sempat marah ke saya. " Kamu  tolol dan tidak tahu mengukur kemampuan diri. Mending laba itu bawa pulang ke Indonesia. Nikmati untuk bekal masa tua " Katanya.


" Kalau saya tetap berbisnis maklon, saya hanya dapat uang. Tidak ada value untuk pembangunan peradaban. Tidak ada nilai tambah create angkatan kerja dan kesejahteraan. Hanya uang. Saya tidak hidup untuk uang. Dan lagi tanpa organisasi bisnis sendiri untuk produksi, sulit untuk bisa sustain walau uang banyak gimana pun. Hanya masalah waktu akan collapse ditelan perubahan." Kata saya.


Selama tahun tahun awal membangun investment holding, begitu sulit dapatkan trust dari investor. Apalagi saya sebagai pendatang baru. Saya kerja keras siang malam dan travelling ke jantung financial center dunia, London, Dubai, Swiss, Frankfurt, New York, Boston. Merekrut tenaga profesional berkelas banker dan investment banker.  Karena itu sempat uang dari hasil maklon terkuras hampir habis sampai akhirnya investment holding yang saya dirikan bisa established. 


Tahun 2024.

Saya bertemu dengan ALing dan David, juga teman teman saya saat masih jadi salesman tahun 80an. Sebagian besar mereka menjelma menjadi pengusaha yang tangguh. Mereka semua sudah menua.  Usia mereka sama dengan saya diatas 60 tahun. David punya pabrik minuman ringan. Akhiat punya pabrik gula refinery dan makanan.  Aling jadi CEO perwakilan Yuan di Indonesia, yang juga bagian dari portofolio Bisnis saya di luar negeri. Masa tua mereka memang happy.


“ Ale, mengapa kamu memilih pensiun dan cukup sebagai mentor pada perusahaan yang kamu dirikan dengan susah payah?.Tanya David. 


“ Itu pilihan saya di usia menua ini. “ kata saya dengan tersenyum. Mereka semua saling pandang.


“ Ya ..” kata Aling. “ Ale selalu menentukan pilihan yang sulit kita pahami. Itu dia lakukan sejak muda, yang membuat kita bingung.  Dia berani sekali. Terbukti  setelah semua kabut berlalu, semua pilihannya benar dan kita yang salah. Kita terlalu nyaman dengan status quo”


“ Ya mengapa pensiun ? kejar David.


“ Saya sudah selesai. “ Tegas saya.


“ Artinya kamu sudah puas diri.” Tanya Akhiat.


“ Puas itu kan kalau orang cenderung mengejar pride. Saya engga begitu. Saya tidak punya kembanggaan apapun, kalian kan tahu bagaimana saya sejak muda." Kata saya. "  kecuali rasa syukur kepada Tuhan, bahwa saya bisa melewati jalan hidup yang saya pilih sendiri tanpa provokasi siapapun. Tanpa pertolongan Tuhan, tidak mungkin saya bisa lewati semua hambatan. Bagi saya hidup ini adalah jalan spiritual untuk senantiasa rendah hati. Doa saya selalu yang terbaik untuk kalian. “ Lanjut saya tersenyum. Mereka terhenyak.



Saturday, May 18, 2024

Jangan melewati batas..

 






Tahun 2013 september, Holding Company yang aku dirikan sejak tahun 2006 berada dibawah pengawasan dari pihak yang ditunjuk oleh konsorsium lender. Wakil lender ada di perusahaan sebagai watchdog. Itu akan berlangsung sampai kasus gugatan perdata terhadapku dari Eropa selesai. Menggambarkan situasiku saat itu, tepatnya perang. Antara relasiku yang predator dengan aku pendatang baru dalam bisnis hedge fund. Walau lawan ku punya uang dan kekuasaan untuk mengalahkanku, namun Aku  ada Tuhan Yang Maha Penolong. Aku yakin selagi aku benar, Tuhan akan menjagaku.


Entah mengapa akhirnya aku menerima tawaran dari  Stanley. Aku tahu reputasi dia tidak bagus dalam bisnis. Apalagi dia terhubung dengan bisnis underground shark loan para gangster. Saat itu aku terdesak butuh dana untuk bayar team lawyer menyelesaikan kasus di pengadilan. Rekening trustee ku  di block oleh pengadilan. Aku tidak bisa menggunakan uang perusahaan untuk melewati proses perang di pengadilan.  Ini masalah personalku. Engga ada kaitannya dengan korporat. Disaat itulah Stanley menawarkan business yang too good to be true. Ya aku ambil peluang itu.


Tahun 2014 Januari, dari Hong Kong aku terbang ke London untuk bertemu dengan George. Aku tidak mau kedatanganku diketahui oleh komunitas financial yang ada dalam network business ku. Walau sekitar Threadneedle Street terdapat beberapa kafe dan restoran. Aku memilih bertemu dengan George di alun alun menghadap gedung Royal Exchange yang lama. Ini kawasan Financial center di London. Tidak jauh dari kantor George.


“ Ini perusahaan beralamat di rumah. “ Kata ku menyerahkan dokumen perusahaan dalam amplop. “Namun izin lengkap. Terdaftar di offshore. Tugas kita hanya bagaimana memindahkan uang dari perusahaan  di China ke rekening perusahaan ini di bank yang ada di London. “ Sambungku. George menyimak. “Team victor di Moskow akan terlibat membantu kamu menyiapkan underlyng dalam transaksi trading  agar kamu mudah buka rekening di bank” Lanjutku.


“ Jadi uang tidak langsung dikirim dari China? Tanya George menegaskan. 


“ Ya dari China uang akan di transfer ke rekening bank di Budapest atas nama SPC, offshore company dengan nominee shareholder.  Tetapi kontrak trading dengan perusahaan Victor di Moscow. “ Kataku.


“ Jadi rekening yang ada Budapest itu hanya designated account aja, untuk kemudian dikirim ke perusahaan di London.”  kembali George menegaskan.


“ Ya.” kataku lirih. George menatapku dari samping. “Saya perlu uang sedikitnya USD 20 juta untuk selesaikan kasus saya di Hong Kong dan Swiss.” Sambungku. Akhirnya dia merangkulku.” B, saya tahu kamu ada masalah. Saya akan selalu disisimu. Kita lalui masalah ini bersama sama. Kita akan lakukan ini dengan clean and clear. Semua follow by rule. Saya akan dapatkan bank di London untuk kerjasama. ” Ujar George menentramkan hati. Dia adalah sahabat dan juga mitraku dalam business Asset Management. 


***

Steven datang menemuiku di Singapore. “ B, kamu deal dengan Stanley” Tanyanya mengerutkan kening. AKu terkejut. Bagaimana Steven bisa tahu. Walau Steven adalah mitraku dalam bisnis namun tidak seharusnya transaksi ini bocor keluar.


“ Bagaimana kamu tahu ? tanyaku.


“ Ah B, Stanley itu pengusaha underground. Dia tidak akan selesai dengan deal yang ada. Dia tahu kamu punya reputasi dan tahu urusan dia bukan hal yang sulit kamu kerjakan. Target nya adalah memeras kamu terus menerus. “ kata Steven dengan wajah serius. Aku terhennyak. OH Tuhan. Karena aku terjepit kadang sikap rasional dan prudent aku abaikan saja. Untung ada sahabat yang peduli. Tidak aneh kalau Steven tahu soal bisnis detail dari Stanley. Karena dia juga bisnis judi dan terlibat dalam putaran uang judi yang network nya sebagian besar mereka yang berbisnis underground.


“  Kontrak kamu dengan Stanley harus dibatalkan. “ Lanjut Steven.


“ Gimana caranya ? tanya saya mengerutkan kening.


“ Network saya di China mengatakan bahwa pemilik dana itu adalah Su. Dia memberikan mandat kepada Stanley. Saya akan atur pertemuan kamu dengan dia. Saya yakin dia lebih percaya dengan kamu daripada dengan Stanley. “ 


“ Ok lakukan itu. “ jawabku cepat.


“ Setelah itu..” Steven terhenti bicara.


“ Apa ? Kejarku.


“ Mohon izin agar team Victor bisa selesaikan Stanley dan gangnya.” Kata Steven. Aku segera hubungi Victor agar bertemu denganku di Bangkok. Kepada George aku tidak memberikan informasi dan tugas baru. Karena posisinya masih stand by. 


***

Hanya butuh sehari setelah Steven mengirim kontaknya untuk mengatur pertemuanku dengan Su. Langsung setuju untuk bertemu denganku. “ Walau tidak pernah ketemu, tapi saya tahu reputasi  B.” katanya kepada Steven. Pertemuanku dengan Su diatur oleh Steven. 


Su, pria dengan penampilan sederhana. Usianya belum 50 tahun. Namun dari matanya nampak cerdas dan keras. Dari pembicaraan dengan Su, aku tahu bahwa urusannya tidak sederhana seperti kontrak dengan Stanley. Ternyata dana itu berasal dari perdagangan minyak antara China dengan Iran. Perusahaan yang akan terima dana di London itu terhubung dengan Pengawal revolusi Iran. Aku tidak mungkin melibatkan George soal ini. Sangat berbahaya. Ini sudah politik. Maklum Iran kena embargo untuk cross border keuangan. 


Su sangat berharap pertemuan itu bisa berlanjut dengan kontrak.  “ Saya dapat informasi A1, kamu qualified untuk deal dengan saya’” Katanya. Dia sangat ingin kerjasama. Aku akan segera menghubunginya kembali.


Dari Beijing aku terbang ke Bangkok untuk bertemu dengan Victor. Steven langsung pulang ke Markasnya di Macau. Setelah memberikan briefing kepada Victor untuk tugasnya selesaikan Stanley, aku terbang ke NY untuk bertemu dengan Scot sahabatku yang punya koneksi dengan otoritas financial di AS.


“ Saya akan terbitkan MTN dengan cashback sebagai collateral. Cash berada di bank first class. Tetapi pemilik cash nya perusahaan offshore terdaftar di Budapest. Saya butuh likuiditas dari investment banker AS yang terdaftar di Eropa. “  kataku menawarkan peluang. Itupun setelah aku cerita apa adanya tentang asal usul uang itu. Scot  terdiam lama. Dia bukan hanya sahabat tetapi lebih dari itu dia adalah mentor ku dan juga ayah angkatku. Tahu sekali akan kemampuan otak reptil ku. Bantuan yang kuharapkan sebenarnya bukanlah likuiditas tetapi proteksi dengan keterlibatan investment banker AS.


“ Diskon 30%, Saya hanya minta 10% saja.” Kataku provokasi Scot.


“ B, saya engga peduli uang. “ Scot mengibaskan tangan. “ Saya tahu dalam dirimu ada kebaikan, spiritualitas, dan moralitas. Tetapi itu bukan ruang hampa tanpa batas. Ada aturan agama  dan budaya yang membatasi. Saya engga mau karena ini kamu melewati batas. Sekali kamu lewati batas, kamu tidak akan pernah kembali lagi. Kamu akan bangkrut secara spiritual. Pahami itu. Kamu anak saya” Nada schot keras. Aku diam saja. Tak ingin bicara lagi. Aku pasrah.


  Ok “ kata scot kemudian. Aku berharap “ Saya akan bantu. Tetapi sekali ini saja. Jangan lakukan lagi setelah itu. Semua jejak hapus”


“ Yes Sir.” kataku tegas.


Besoknya Scot memberitahuku bahwa dia sudah dapatkan commitment dari investment banker di Eropa. Siap membeli MTN cashback via 144A. 


Aku kembali ke Beijing dan minta Steven dampingi aku kontrak dengan Su.  Seminggu kemudian aku dapat kabar dari Victor tugasnya selesai dengan Stanley. Victor aku minta kembali ke Moscow untuk koordinasi dengan Budapest. Sebulan kemudian, pengiriman uang dari China ke rekening perusahaan yang ditunjuk oleh Su di London terlaksana. Walau Su tetap minta agar aku melanjutkan transaksi, tetap aku tolak. Aku ingat pesan Scot. Aku tidak ingin melewati batas diriku. Cukup sekali aja. Closed file. Aku yakin Su punya banyak cara dan network untuk terus melanjutkan transaksi ini tanpa aku. 


" B, dengan keterlibatan investment banker AS, kamu aman. Karena embargo Iran itu datang dari AS. Engga mungkin mereka menghukum korporat nya sendiri. Apalagi dari bisnis ini ada fee besar. Semua pasti kebagian lah" Kata George saat usai transaksi ini. Walau dia tidak aku libatkan tapi dia monitor transaksi ini dengan baik.


Dari hasil transaksi itu, aku dapatkan uang cukup untuk membiayai kasus perdata di pengadilan. 4 tahun kemudian atau tahun 2018 kasus dimenangkan oleh ku di pengadilan Hong Kong dan Swiss. Aku bisa kembali mengola holding. Tahun 2018 juga perusahaan  di London yang terhubung dengan Iran terkena investigasi.  Skandal meledak, namun tidak sampai dibekukan. Tetap bisa beroperasi tapi dalam pengawasan. Tahun 2024 resmi dibekukan. Pihak  yang terlibat kena sanksi semua. Aku selamat berkat patuh kepada Scot untuk tidak rakus dengan melewati batas..

Friday, May 10, 2024

Monster pemangsa

 



Sehabis meeting dengan Michael Chang, saya tatap James cukup lama. Dia sempat bingung dan salah tingka karenanya. Namun akhirnya  saya tersenyum seraya berdiri menghadap kaca lebar. Menatap dari kejauhan penorama harbour Hong Kong. Tak berapa lama datang Kang dan Lee. Mereka berdua membungkuk depan saya. Saya perhatikan mereka berdua sejenak“ Lakukan sekarang! “ kata saya tegas. Mereka mengangguk dan permisi pergi.


James mendekat kepada saya. “ B, itu tadi kan Lawyer dan Shadow banker. Mereka kan mitra dari Michael Chang. Ada apa ? “ Tanya James. 


Saya diam saja. 


Akhirnya James pergi dari hadapan saya. Dia paham. Saya sedang ingin sendirian dan tak ingin bicara. Saya kembali ke meja kerja. Saya baca laporan. Tak terasa berlangsung 1 jam. Saya minta sekretaris siapkan kendaraan. Saya mau pergi Sauna di Conrad. Sebelum pergi ke sauna. James datang dengan wajah cemas.” B, saya barusan dapat telp. Michael dilarang masuk kantornya. Karena loan call dia lewat shadow banker di call. Dia harus serahkan semua konsesi tambang dan smelter nya. Mengapa?


Saya diam saja.


“ Bukankah dia mitra kita. Sudah sekian lama menjadi supply chain kita. Dan sangat setia dengan kamu. Mengapa ini bisa terjadi.” Tanya James.  


Saya diam saja. 


James menatap kosong kepada saya dan akhirnya dia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya. Saya biarkan dia dengan dirinya sendiri. Saya terus keluar ruangan dan pergi sauna.


Belum sejam di Sauna, James dan Michael datang ke ruang sauna. Michael membully saya dengan kata kata kasar. Saya segera keluar dari kolam air hangat dan pakai kimono. Dia menendang saya. Tapi belum sampai kakinya ke tubuh saya, saya sudah sapu duluan kakinya. Dia terjatuh. Saya dirikan. Dia membungkuk dengan takut.Saya tersenyum. Dan memeluknya. Akhirnya dia berlalu.


“ Ada apa dengan dia, B? kata James dengan sejuta tanda tanya akan sikap saya.


“Jelaskan ke saya hubungan dia dengan SIDC ? kata saya dengan tatapan keras.


“ Dia punya konsesi tambang di Iran dan Afrika. Kita sebagai PI dan juga offtaker buyer. Karena itu kita dapat dukungan supply chain dari konsesi dia.” Kata James.


“ So… Ini apa ? kata saya memberikan laporan statistik delivery dan outstanding PI yang belum di delivery.


“ Masalahnya audit lingkungan memang membatasi operasi tambang. Ini masalah ESG dan international rule “ kata James.


“ Terus apa ini? kata saya menyerahkan bukti shipment ke Eropa dan AS. “ He fuck you sebagai CEO SIDC." Kata saya dengan keras. 


Jemes terkejut. 


"  Darimana kamu dapatkan dokumen itu? Kata James melihat dokumen shipment. 


" Dia sengaja bayar pegiat lingkungan untuk ributin konsesi dia agar dia punya alasan PI kita tidak bisa kerja full. Sementara melalui pelabuhan lain dia supply ke Eropa dan AS. Tapi dia lupa. Saya punya mata dan telinga. Baik di pemerintahan maupun di pesaing. Saya punya team shadow untuk tahu kelakuan dia. " Kata saya sambil hisap Cigar di tepi kolam air hangat.


“ Tapi B, bagaimanapun awal awal produksi sampai 8 tahun dia sudah berjasa besar kepada SIDC. Kita dapatkan sumber daya dengan ongkos sangat murah. Wajarlah setelah dia besar, dia bersikap seperti itu “


“ Baik.” Saya mengangguk “ Wajar juga kalau saya  membuat dia bangkrut sekarang “ Kata saya lirih.


“ Tapi..ini soal moral B.” 


“ James “ kata saya menghampirinya, duduk di sebelahnya. ” Ketika saya sholat hanya ada saya dan Tuhan saja. Tetapi setelah sholat, bagi saya manusia itu sekutu yang baik dan tentu juga musuh yang berbahaya. Saya harus commit ketika dia jaga fair play. Semua modal awal dia dari saya. Semua akses financial dia dari saya. Kurang apa dukungan saya. Namun saya juga siap tarung ketika dia mau mangsa saya. Saya fokus ke diri saya saja. Engga ada urusan dengan perasaan saat bertarung dengan nasib saya. Apalagi persepsi moral yang absurd. Hidup hanya sekali dan selesai. Mengapa kita terbawa suasana hati, Pahami itu. Hidup bukan melodrama. “Kata saya menepuk pundak James


Paham saya. Maafkan saya karena gagal memahami kamu” Kata James seraya  membungkuk depan saya. 


“ Engga perlu minta maaf. Kamu CEO SIDC dan tugas kamu kepada menagement process dan business process. Saya punya team shadow untuk awasi yang tidak terjangkau management. Michael yang mengawali perang dan ingin jadikan SIDC pecundang. Soal Perang itu urusan saya dan saya yang harus mampu mengakhiri nya“. kata saya


***

Saya undang makan siang Michael Chang. Dia datang bersama james. Saya sambut dengan senyum ketika dia sampai di table. Dia membungkuk depan saya sebelum duduk. “ Maafkan saya kemarin. Saya tidak peduli kamu bully. Emosi saya tidak akan terpengaruh. Karena saya sadar kamu sedang dalam keadaan lemah. Itu biasa saja. Namun ketika kamu bergerak berniat menyerang saya , saya bereaksi cepat. Itu replek alam bawah sadar. Maklum saya berlatih bela diri lebih dari 10 tahun. Tidak bisa saya kendalikan kalau ada serangan phisik.” kata saya dengan rendah hati.


Michael mengangguk “ Maafkan saya juga B. Saya terpancing ingin cepat besar. Sehingga memunggungi kamu. Sekarang saya sudah bangkrut. Perusahaan tambang dan smelter saya sudah diambil alih oleh Lee. Maafkan saya “ katanya.


Setelah Michael pergi, tinggal saya berdua james.


“ Bagaimana dia bisa terjebak shark loan dengan Lee? tanya James.


“ Itu karena dia bertaruh di bursa future trading. Dia merasa menguasai sumber daya sehingga dia mau kendalikan harga mineral tambang. Saya tahu. Selama dua tahun dia sukses kendalikan harga. Dia sudah dalam posisi mengabaikan saya. Wajar lah. Ya terpaksa saya hadapi perang di pasar future. Hampir setahun saya pelajari aksi dia. Dan saya berhasil arahkan dia deal dengan Felocy yang menyediakan uang untuk transaksi future. Karena itu dia terjebak ketika harga mineral tambang terus naik.


Dia terpaksa harus delivery phisik. Karena kadar kualitas mineral tambangnya di bawah market, ya terpaksa dia beli di market dengan harga tinggi. Diapun terjebak shark loan dengan Lee lewat skema REPO saham. Saat lee beri dia pinjaman nilai saham sebagai collateral hanya 30%. Tapi karena begitu besar kewajiban delivery harga sahamnya jatuh di market. 30% saham tidak cukup lagi untuk collateral. Dia harus TOPUP collateral sampai tidak tersisa lagi saham yang dia punya. “ Kata saya dengan santai sambil makan.


“ Dan Felocy itu ternyata teman player hedge fund kamu sendiri. Kamu giring dia ke sarang Serigala. Untuk dimangsa rame rame” Kata James dengan tersenyum. Saya diam saja. Hak jemes menilai apa tentang saya. “ Perusahaan Lee itu shadow banker yang juga terhubung dengan kamu sebagai pengendali” Lanjut James. Saya diam saja.


“ James. “ Seru saya. “ Walau saya dukung Michael berbisnis tambang dari nol. Saya tidak intimidasi dia dan tidak merasa superior. Ketika bisnis dia sudah besar, dia berhak menentukan pilihan sendiri. Tentu termasuk mengendalikan saya sebagai offtaker buyer dan pemilik PI. Saya tidak kecewa selagi dilakukan secara terbuka. Karena itu situasi yang sudah saya prediksi dari awal ketika saya siap mendukung dia. Tetapi jangan khianati saya. Itu sama saja tabuh genderang perang.


Dari awal saya tahu. Michael memang punya ambisi besar. Dia pekerja keras. Dia sukses, tapi kesuksesan itu tidak bisa menutupi kelemahannya. Apalagi peran istrinya sangat besar memperlemah dia. Apa ? rakus. Kerakusan itu membuat dia buta siapa lawan dia. Ya saya. Orang yang membesarkan dia. Kalau saya mudah membesarkan dia tentu mudah juga saya hancurkan dia. Kini dia membayar kerakusan itu dengan mahal. Bangkrut! Saya tidak benci dia. Tapi saya sedang memberikan hikmah kepada dia agar hidup jangan rakus” kata saya


James  mengangguk. 


Hening. 


Saya biarkan James dengan pikirannya menerawang entah kamana. Saya hisap cigar.


“ Ya rakus. " Terdengar lagi suara James. " Sifat rakus itu bukan hanya mitra dan karyawan yang digilas.  Bahkan menurut Milton Friedman bila perlu negarapun dirantai tangannya agar kebebasan pasar memberikan peluang kerakusan tanpa batas. George Soros kemudian menyebut pandangan macam itu fundamentalisme pasar; Paul Krugman menamakannya absolutisme laissez faire. “ Kata James memperluas makna rakus yang melanda dunia.


Saya mengangguk. 


“ Tapi ..” Kata James “ Pandangan Amartya Sen lain. Dia berbicara tentang perlunya perikemanusiaan, keadilan, kedermawanan, dan semangat bermasyarakat. Dan itu adalah sifat-sifat yang tak menentang Pasar. Mereka justru diperlukan Pasar agar berjalan beres. Di China standar moral itu masih di pegang dan dikawal pemerintah.  Jarang sekali sengketa bisnis diselesaikan di pengadilan yang berongkos mahal. Semua bisa diselesaikan dengan out of the court, musyawarah”


“ Seperempat abad yang lalu “ Lanjut James “ China sudah menyadari bahayanya kapitalisme tanpa regulasi. Mengapa? ketika kapitalisme bisa meyakinkan setiap orang bahwa ia dapat mengabaikan moralitas dan semangat bermasyarakat, dan hanya mengandalkan gairah mengejar kepentingan diri, sistem itu akan hancur dengan sendirinya. Baca dech buku Adam Smith, sang Nabi kapitalisme. Para penerus Adam Smith, telah keliru bukan karena sang Nabi salah. Mereka keliru karena Smith, dalam bukunya, The Theory of Moral Sentiment, tidak menganggap kehidupan bersama adalah sesuatu yang hanya dibentuk oleh Pasar, oleh kepentingan diri dan motif mencari untung. Bukan. Tetapi public spirit,  Kata James.

“ Kini memang terbukti. Pasar yang hanya mengakui bahwa rakus itu bagus pada akhirnya memaksa the fed naikan suku bunga. Pasar obligasi Negara dan korporat berbunga tinggi. Disaat likuiditas ketat, investor menentukan yield yang mereka suka. Negara dan korporat harus bayar mahal. Jelas, akibatnya bukanlah cuma sekedar mekanisme pasar yang menjerat. Yang tak kalah rusak akibat bunga tinggi dan likuiditas ketat adalah semakin rentan nya sistem perbankan. Padahal sistem uang fiat itu menjadikan bank sebagai agent of development. “ Kata saya.

“ Sekarang lucunya dengan cara China yang sangat kokoh menjaga nilai nilai  institusional di luar Pasar. Malah Dunia anggap China tidak demokrasi. Karena market regulated, termasuk kendali ketat terhadap kurs dan mata uang. Aneh. Padahal itu perlu dijaga terus menerus agar pembangunan untuk semua bisa sustain. “ Kata James.

“ Tapi di luar China itu tak mudah, Problem besar dewasa ini di negara demokrasi, dari mana nilai-nilai itu akan datang lagi dan bagaimana akan dilembagakan. Siapa yang akan secara sistematis menanam pohon, menegakkan rambu jalan, membuat perigi bersama? Bukankah kini public spirit nyaris tipis dan pengertian berbagi dirusak oleh ketimpangan sosial dan korupsi? Ini era si rakus udah menjelma menjadi moster pemangsa. Apa bisa menjinakan monster ? I dont think so” “ sambung James. Saya senyum aja. Inilah tragedi dan inilah kehidupan, yang tidak seperti melodrama.

Selalu ada harapan..

  “ Ale ! terdengar suara Patria di seberang lewat telp selularku. “ Ketemuan dong. Tempat biasa di bunker ya. " sambungnya. Aku tahu i...