Posts

Pencucian uang dan korupsi.

Image
  " Saya diudang dalam diskusi oleh think thank bisnis bidang energi dan industri. Mau temani saya" kata saya kepada Florence di kantor.  " Ya ok. Senang gua datang ke acara begituan."  Kata Florence dengan wajah ceria. Dia memang well educated dari Namyang. Tentu ruang dikusi kaum akademisi, membuat dia merasa satu atmosfer. Bagi saya itu bagus. Setidaknya saya tidak bosan. Karena saya memang malas diskusi semacam itu. Saat acara dimulai. Florence mencatat semua. Salah satu pembicara mengatakan,  PPATK dapat dengan mudah melacak uang dari judi online. Diperkirakan mencapai Rp. 151 triliun. Tetapi mengapa uang sebear itu tidak bisa di block dan dikuasai negara. PPATK juga menerima laporan transaksi uang lewat casino dari Gubernur Papua. Tapi sama saja. Tida bisa di blok dan dikuasai negara. Banyak lagi contoh kasus temua PPAK tetapi tidak di kuasai negara uang itu.  PPATK hanya menganalisa dan melaporkan kepada penyidik. Setelah itu menguap ceritanya. Pak Darmin Nas

Dihabisi oleh para bedebah.

Image
  Kemarin dapat telp dari Ira “ Ale, ada dimana ? “ Saya lagi di Pondok Indah Golf.” “ Ah dekat rumah saya. Boleh ketemu? “ Kita ketemu di Opiopio ya. Jam 6.40 sore ya.” “ OK” Ira adalah sahabat saya Kami sudah bersahabat lebih dari 25 tahun. Dia pernah jadi anggota DPR pada awal reformasi. Kemudian dia mundur dari politik. Ambil S3 di AS. Terus bekerja pada lembaga multilateral. Kini dia sebagai senior advisor lembaga riset ekonomi dan sosial yang terafiliasi dengan lembaga riset international. Seusai meeting dengan teman. Saya temui Ira. Ternyata dia sudah lebih dulu datang. “ Gua datang dari 30 menit lalu. Gua makan duluan. Laper. Sekalian perbaiki gizi. Kapan lagi ditraktir makan enak." Katanya tersenyum. “ Kamu makan? “ Engga. Udah makan. Minum kopi aja” Kata saya. “ Anak mantu gua sekarang terlalu bawel. Mereka sok ngatur gua. “ “ Ya karena mereka sayang kamu ira. Usia kamu udah 58 tahun. Sadar engga sih” “ Emang gua udah uzur? matanya melotot. “ Ya engga. Rasa kawatir anak

Perubahan

Image
Di bawah Business Developent Group (BDG), SIDC ada departement  Audit and controllership (AC). Personalnya hanya 40 orang. Tapi sangat tinggi kompetensinya. Pada dept AC, Ada 12 orang yang menangani Unit Management improvement ( MI). Group SIDC sudah dilengkapi dengan sistem IT sejak tahun 2008 dan sampai kini terus ditingkatkan IT tersebut.  Setiap anak perusahaan terhubung dengan BDG secara IT. Jadi data mereka diawasi ketat setiap hari oleh team MI.  MI hanya bertugas memberikan masukan berdasarkan fakta lapangan. Tidak boleh intervensi management. Tugas utamanya membantu boss anak perusahaan. Latar belakang dan kompetensi audit dan control mereka sangat kuat. MI melakukan pengawasan dan bertindak berdasarkan skala prioritas. Sebagian besar kontrol secara remote. Tapi ada juga dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan.  Walau MI team kecil namun tanggung jawab mereka sangat besar. Karena Tugas mereka mengawasi setiap keputusan management dan melakukan perbaikan management. Itu me

Cintai orang miskin.

Image
  Aku  di dalam Limo yang di sediakan staf SIDC di California. Sejak muda aku tidak pernah bisa setir. Tapi sejak muda pula aku sudah mampu beli kendaraan. Orang kadang mengejekku. Setir kendaraan itu mengasyikan bagi orang awam. Dan itu pekerjaan sederhana. Standar bagi setiap manusia normal. “ Kan aneh kalau kamu tidak bisa setir “ kata Andriana satu waktu.   Apa peduliku. Ini hanya masalah mindset. Papaku supir truck. Waktu masih remaja, papaku ingatkan dengan keras kepadaku “ Ale, jangan pernah ada dibelakang setir. Cukuplah aku saja. Kamu harus gunakan otakmu untuk mengendalikan bukan sekedar kendaraan tapi kehidupan. Mengendalikan mesin mobil bukan kecerdasaran. Tapi mampu belinya, itulah kecerdasan sesungguhnya. Karena hidup ini kejam, nak. Hanya orang cerdas dan berani hidup yang bisa mengendalikannya Sudah dua kali kendaraanku mengelilingi Jack in the Box. Aku juga bisa melihat seorang pengemis depan restoran. “ Lambatkan kendaraan” Kataku kepada supir kelahiran Asia. Ia hanya