Posts

Showing posts from June, 2021

Iman dan Logika.

Image
Ada orang Arab muslim berjalan beriringan dengan orang Yahudi.  Pria Arab itu berjalan di depan dan Yahudi di belakang. Pria ARab melihat ada uang emas jatuh di jalan. Dia geser uang itu ke pinggir jalan. “ Mengapa kamu tidak ambil uang itu? Kata pria Yahudi. “ Allah melarang saya mengambil yang bukan hak saya. “  “ Bagaimana kamu tahu, Allah melarang ?  “ Ya itu keimanan saya. “ “ Ok bagaimana kita buktikan saja keimanan kamu itu. “ Kata pria Yahudi seraya memungut uang itu. “ Saya akan lempar uang ini kelangit. Kalau jatuh ke bumi, dan saya bisa tangkap. Itu artinya, Tuhan sudah izinkan uang itu untuk saya miliki. “ Lanjut Yahudi itu.  Si Arab terdiam. Dia sempat mikir juga. Itu uang kalau dilempar ke atas pasti akan jatuh lagi ke bumi. Uang itu pasti diambil dan dianggap milik Yahudi. Tetapi dia sudah terjebak dengan keimanannya. Pilihan. Percaya kepada Yahudi atau percaya kepada imannya.  “ Ya silahkan. Kita lihat nanti.” kata ARab itu seraya berdoa. “ Tuhan tunjukan kekuasaanMu ag

Lebih cerdas dari Hewan.

Image
  Senja telah datang. Di upuk warna merah mulai nampak. Sedih , entah apa yang dirasa. Ketika rasa lapar mulai menyerang. Kalau puasa karena waktu, maka ini karena kemiskinan. Dua tubuh terlentang di bale bale reot. Di luar sana ada ribuan hektar kebun dari juragan besar tempat mereka menggantungkan hidup.  “ Apa yang harus kita masak. Kamu janji sore ini upah akan dibagi. Mana ?Aku bosan terus menunggu. Sebentar lagi maghrib datang. Kita masih saja harus menunggu. “ Kata Mina istrinya. Dia membukakan mata. “ Para juragan kebun itu penghisap darah kuli. Mereka kejam. Zolim kepada kita. Mereka perlakukan kita lebih rendah daripada anjing peliharaannya.” Ucap Berjo dengan amarah. Berjo berdiri dari rebahanya, berkata. “ Aku harus sholat maghrib. ! “ Mas masih ingat sholat ? “ Tentu! “ Untuk apalagi sholat ? “Kamu bicara apa sih ? “ Berjo mulai meninggikan suara “ Sholat ya sholat. “ “ Nduk “ Seru istrinya kepada anaknya “ kamu endak perlu sholat di musholla.. Itu ada orang putih yang bua

Di jalan Taubat.

Image
  Tahun 2015 di Changi Airport. “ Abang masih ingat Dewi engga ? Waktu di Taipeh. Terakhir kita ketemu di Makkah tahun 2010” Katanya berusaha mengingatkan saya. Taipeh saya ingat. Tapi Makkah? Saya pergi haji tahun 2003. Setelah itu tidak pernah. “ Kamu kan yang kerja di KTV waktu di Taipeh kan? kata saya menegaskan takut salah orang. “ Ya bang.” “ Terus kapan kita ketemu di Makkah? Mungkin orang lain.?” “ Aduh abang” dia tersenyum. “ Mana mungkin Dewi lupa. Di hati Dewi selalu ada abang. Bukti sekarang Dewi engga salah tegur abang, ya kan. Tapi waktu itu abang hanya senyum aja ke Dewi. Situasi ramai waktu mau ke Arafah. Jadi engga sempat bicara. “ Katanya.  “ Gimana keadaan kamu? Masih kerja di Travel agent ? Kata saya. “ Udah engga bang. Tahun 2004 Dewi menikah. Tahun 2014 Suami Dewi meninggal.  “ Punya anak berapa kamu? “ “ Belum punya bang. Sejak suami meninggal, Dewi lanjutkan usaha suami. “ Usaha apa kamu ? “ Jasa.” “ Jasa apa ? “ Cleaning solution untuk vessels. “ “ Oh sesuai st

Gagal menjadi diri sendiri.

Image
1941. Usiaku masih remaja. Aku bukanlah siapa siapa. Aku anak bangsa yang lahir  ditengah kancah revolusi. Lani, adalah sahabatku dan juga mungkin pacar. Entahlah. Aku tidak pernah ungkapkan cintaku. Tetapi dia rela melepas keperawanannya untukku.. “ Kau baca artikel ini. Hebat ya. Aku suka pemikirannya. “ Kata Lani. Aku tersenyum.  Aku memang merindukan Lani,  bukan karena amoy ini  aktifis sosialis. Tatapi rambutnya harum dan sentuhannya sangat menggelora.  “Aku bacakan ya.” Kata Lani. Aku mengangguk. “ Ini artikel ditulis oleh Soekarno. Itu mahasiswa Technische Hoogenschool te Bandoeng. Ganteng orangnya Din. Pintar sekali dia.  “ Ya terus ajalah baca. Apa dia kata? Kataku. “ Nasionalisme, Islam, dan Marxisme, inilah azas-azas yang dipegang teguh oleh pergerakan-pergerakan rakyat diseluruh Asia. Inilah faham-faham yang menjadi rohnya pergerakan-pergerakan di Asia itu. Rohnya pula pergerakan-pergerakan di Indonesia-kita ini. “ Kata Lani membacakan artikel tahun 1927.  “ Dengan kekuata