Posts

Showing posts from September, 2022

Menghentikan perang

Image
  Minggu lalu Awi minta bertemu. “ ada masalah, Ale” Katanya via SMS. Jarang jarang dia mengabarkan ada masalah. Ini pasti masalah serius. “ kita ketemu di safehouse” Lanjutnya. Nah ini masalah memang serius.  “ Dalam satu jam gua udah di tempat” kata saya singkat lewat SMS. Sampai Safehouse di Apartement bilangan Sudirman. Keluar dari lift udah keliatan di ruang tamu Awi bersama dua orang.  Tetapi mereka tidak bisa lihat saya. Karena yang memisahkan saya dan  ruang tamu adalah kaca satu arah “ Ada apa ? kata saya ketika Awi menyambut saya. “ Mereka ada masalah ? kata awi menunjuk dua orang tamunya. “ Masalah apa ? Awi menjelaskan masalah secara detail yang berkaitan dengan dua orang yang ada di ruangan itu.  Saya tatap dengan keras ke arah Awi. “ Lue suruh pergi mereka sekarang. Gua engga mau ketemu mereka.”  “ Kenapa, Ale” “ Gua tidak pernah bertemu dengan mereka. Tapi Boss mereka Gua  kenal, teman gua. “ Siapa ? Saya sebutkan namanya.  “ Hah dia? waduh Ale. Baru tahu gua ?  “ Salah

Pencucian uang dan korupsi.

Image
  " Saya diudang dalam diskusi oleh think thank bisnis bidang energi dan industri. Mau temani saya" kata saya kepada Florence di kantor.  " Ya ok. Senang gua datang ke acara begituan."  Kata Florence dengan wajah ceria. Dia memang well educated dari Namyang. Tentu ruang dikusi kaum akademisi, membuat dia merasa satu atmosfer. Bagi saya itu bagus. Setidaknya saya tidak bosan. Karena saya memang malas diskusi semacam itu. Saat acara dimulai. Florence mencatat semua. Salah satu pembicara mengatakan,  PPATK dapat dengan mudah melacak uang dari judi online. Diperkirakan mencapai Rp. 151 triliun. Tetapi mengapa uang sebear itu tidak bisa di block dan dikuasai negara. PPATK juga menerima laporan transaksi uang lewat casino dari Gubernur Papua. Tapi sama saja. Tida bisa di blok dan dikuasai negara. Banyak lagi contoh kasus temua PPAK tetapi tidak di kuasai negara uang itu.  PPATK hanya menganalisa dan melaporkan kepada penyidik. Setelah itu menguap ceritanya. Pak Darmin Nas

Dihabisi oleh para bedebah.

Image
  Kemarin dapat telp dari Ira “ Ale, ada dimana ? “ Saya lagi di Pondok Indah Golf.” “ Ah dekat rumah saya. Boleh ketemu? “ Kita ketemu di Opiopio ya. Jam 6.40 sore ya.” “ OK” Ira adalah sahabat saya Kami sudah bersahabat lebih dari 25 tahun. Dia pernah jadi anggota DPR pada awal reformasi. Kemudian dia mundur dari politik. Ambil S3 di AS. Terus bekerja pada lembaga multilateral. Kini dia sebagai senior advisor lembaga riset ekonomi dan sosial yang terafiliasi dengan lembaga riset international. Seusai meeting dengan teman. Saya temui Ira. Ternyata dia sudah lebih dulu datang. “ Gua datang dari 30 menit lalu. Gua makan duluan. Laper. Sekalian perbaiki gizi. Kapan lagi ditraktir makan enak." Katanya tersenyum. “ Kamu makan? “ Engga. Udah makan. Minum kopi aja” Kata saya. “ Anak mantu gua sekarang terlalu bawel. Mereka sok ngatur gua. “ “ Ya karena mereka sayang kamu ira. Usia kamu udah 58 tahun. Sadar engga sih” “ Emang gua udah uzur? matanya melotot. “ Ya engga. Rasa kawatir anak