Posts

Showing posts from April, 2020

Selamat tinggal Ben,...

Image
Sore itu ada pria berdiri depan pagar rumahku. Tadinya aku pikir petugas pos. Ternyata bukan. Wajahnya membuat aku terkejut. Betapa tidak? Dia adalah pria dari masa laluku. Tapi mengapa dia tampak kumuh dan kurus?  “ Mira, aku mohon maaf. Entah kemana lagi aku akan pergi. Aku butuh uang untuk anakku yang sedang sakit keras. “ katanya ketika ada di depanku. Aku terenyuh dan sedih. Dia dulu yang kubanggakan. Kini nampak lemah dan kalah.  “ Berapa kamu perlu uang, Ben? “ Rp. 2 juta saja. Maaf, kalau itu memberatkanmu.” Katanya. Aku masuk kamar dan segera menyerahkan uang itu. Dia terpana dengan uluran tanganku. “ Terimakasih, Mira. Maaf. Aku tidak bisa lama lama. Harus segera pulang” Katanya berlalu. " Di luar aku lirik ada wanita kumuh berdiri agak jauh dari depan pagar rumahku. Mungkin itu istri Beni. *** Dulu, ketika aku masih remaja. Saat senyumku masih seranum mangga muda. Dengan rambut tergerai hingga di atas dada. Ketika aku yakin tak mungkin bahagia tanpa Beni. Ah,

Narasi kerinduan

Image
“ Lue harus bisa menghayati kesedihan seorang Ibu. Apa susahnya , lue kan cewek. “ kataku kesal ketika melihat Wina membacakan monolog. Udah berulang rulang kali namun tetap tidak seperti yang aku mau sebagai penulis monolog itu. “ Gua memang cewek tetapi gua bukan emak emak, bego luh. “ katanya ngambek. “ Ya setidaknya dalam diri elo ada cinta ibu, yang bisa memahami perasaan seorang ibu.” Kataku balik kesel.  “ Capek gua, dari kemarin lue  salahin gua terus”  “ Ya memang salah. Mau dipuji? Lu yang bego”  Wina menangis. Masuk ke kamarnya. Ibunya dengan tersenyum mengatakan agar aku pulang aja. “Wina sedang ngambek. Nak Ale pulang aja. Maafin Wina ya Nak. “  Kata ibunya. Aku pulang.  Keesokannya di sekolah, Guru pembimbing bertanya “ Win gimana latihan baca cerpennya? Tulisan Ale bagus sekali. Ibu yakin kamu cocok sekali membacakan cerpen itu. Pasti kelas kita juara nanti.”   Wina menatapku dengan cemberut.  “ Memang kenapa ? Ada apa Ale?  “ kata Guru pembimbin

Ketika Tuhan menguji..

Image
Hidupku menjanda. Akan tetapi, aku masih bisa hidup berkecukupan dalam arti tidak tergantung siapa siapa, bisa makan tiga kali sehari, punya apartement mewah, kendaraan. Tadinya waktu aku masih punya suami, hidupku seperti ayam merak. Tinggal di istana megah namun serba terkurung dalam batasan suamiku sendiri.  Dia bebas pergi kemana saja karena alasan bisnis. Mungkin saja dia selingkuh dengan banyak wanita. Tetapi itu hak dia, dan kewajibanku untuk menerima. Tapi bagaimanapun aku terima hidupku dengan suka cita. Suami kuhormati agar aku dapat ridho Tuhan. Dua anakku kurawat dengan sepenuh cinta. Para pembentu kuperlakukan dengan semanusiawi mungkin. Kujaga perasaannya walau mereka hamba sahaya. Dari uang pemberian suami yang tak pernah kurang, aku berderma kepada orang lain yang kesusahan. Ikut dalam yayasan amal menyantuni orang miskin dan yatim. Kehidupanku begitu sempurna. Setidaknya itu menurut orang lain. Punya suami yang penyayang. Anak anak yang cerdas dan berbudi ba

Dia tidak sempurna

Image
  Aku tidak berharap banyak dia akan mengetuk pintu kamarku. Tapi menanti juga tidak salah. Saat ini aku mulai menyadari bahwa  menjadi orang luar biasa itu kadang paradox dengan realitas. Banyak temanku mendadak kaya karena bermain di bursa. Mereka menciptakan skema merampok Dana pensiun dan dana publik. Skema yang dipakai umumnya mereka beli perusahaan kosong yang listed di bursa. Kemudian buat agenda untuk akuisisi perusahaan melalui right issue. Bayar media massa untuk create persepsi. Kemudian bayar influencer untuk membangun citra lewat sosial media. Bentuk nominee kiri kanan untuk atur dan dongkrak harga. Siapkan dana pancingan. Setelah itu cerita berujung pada pesta diatas  konspirasi. Ada juga yang kaya karena bermain di pasar derivative melalui kontrak Forward. Lewat OTC mereka membentuk harga sesukanya diantara mereka. Kemana bandul harga komoditas terbentuk, mereka pastilah pihak yang diuntungkan. Karena dibawah mereka ada agent yang menjadi proxy mengendalikan perdagangan