Posts

Showing posts from September, 2021

Dendam tertindas seorang wanita

Image
  “ Ceritakan kepadaku tentang Madam Mao. “ kataku kepada Wenny ketika dalam perjalan dari Beijing Ke Hong kong. “Ada apa kamu begitu ingin tahu? “ Aku banyak membaca buku tentang Madam Mao. Tetapi dari perspektif yang mengarah kebencian kepada dia. Mungkin kamu bisa ceritakan apa yang kamu tahu. Dari perspektif kamu sebagai wanita. “ Kataku. Wenny terdiam sebentar. “ Baiklah aku ceritakan… Dia lahir di Shandong. Ibunya seorang selir bangsawan. Seumur hidup dia  tidak pernah duduk minum teh bersama ayahnya. Dia hanya mengenal ayahnya yang sering berkunjung untuk meniduri ibunya. Dari usia kanak ayahnya paksa dia melihat ibunya dikangkangi.  Setelah puas, ayahnya pergi ke rumah induk. Letaknya beberapa langkah saja. Di situ  ayahnya dan istri resminya serta anak anaknya tinggal. Sementara dia bersama ibunya dan para selir lainnya tinggal di kandang  babi, di  belakang rumah induk.  Dari kecil sampai ABG, dia dipangil dengan nama Yunhe. Artinya ayam merak diantara ayam kampung. Dari keci

Lumpur kesengsaraan.

Image
  Aku terjatuh. Batu kapur yang ada di pikulanku juga terjatuh. Sementara tubuhku berguling guling menuruni tebing. Tidak ada yang memar pada tubuhku. Karena memang tempat pijakanku tanah becek yang habis disirah hujan. Namun kaki dan bahuku lecet walau tak berdarah. Ini cukup membuat aku meringis. Sementara teman temanku yang melihat kejadiaan itu tertawa terpingkal pingkal. Hidup memang ironi. Kadang penderitaanpun layak jadi ketawaan. “ Makanya , pikiran kamu jangan kerumah terus. Engga usah dipikirin rumah. Kita disini kerja aja. “ Kata temanku sambil berteriak. “ Dan lagi apa yang mau dipikirin , wong kerja sekeras apapun, tetap aja tidak cukup untuk makan sehari. “ Kata temanku yang lain. Mereka mengetahui bahwa aku sedang dirudung masalah keuangan. Istriku sedang hamil tua dan aku bingung mendapatkan uang untuk membawa istri kerumah sakit atau kebidan atau kedukun. Tapi sebetulnya bukan itu yang kupikirkan. Aku sedang bingung mendapatkan uang untuk rencananya pergi menjadi TKI.

Dendam karena cinta.

Image
  “ Ale, saya udah cerai dengan istri bulan lalu “ Kata Ali. Saya senyum aja.  Mengapa? itu istri yang ke 7. Waktu pernikahan pertama, saya ikut sedih. Temannya semua ikut prihatin dengan nasipnya. Apalagi dia sudah punya anak 1, perempuan. Kami memberi semangat kepada Ali agar menikah lagi. Selalu ada harapan untuk kedua.  Tak berapa lama dia menikah lagi. Gadis cantik dari pontianak. Tak lebih 1 tahun dia  bercerai. Kami mulai berpikir. Ada yang salah pada Ali. Tetapi kami tidak nampakan kecurigaan itu. Tetap berharap dia bisa move on, apalagi perceraian kedua ini tanpa anak. Setelah itu, dalam rentang 15 tahun Ali menikah, bercerai, dan menikah, bercerai. Sampai 7 kali. *** Ali saya kenal tahun 90an. Dia terlahir dari keluarga kaya raya. Walau dia etnis Tionghoa, tetapi ayahnya dapat bintang Grilya dari Pemerintah. Karena pernah ikut berjuang melawan Belanda. Peran ayahnya sebagai pamasok logistik bagi tentara. Setelah tahun 1956, mereka pindah dari Medan ke Jakarta. Berkat koneksi

Orang asing di negeri sendiri.

Image
  Inilah nasip. Ingin kuceritakan kepadamu. Aku ikut PETA dan dilatih oleh Tentara Jepang sebagai petugas intelijent. Setelah Republik berdiri, aku memperoleh beasiswa untuk belajar di Jepang, Di Universitas Waseda. Tidak mudah bisa diterima di Waseda. Orang jepang juga sulit apalagi aku orang dari negeri yang baru merdeka. Tapi niatku ingin ke bumi baru, aku bisa melewati semua test dan akhirnya bisa tamat universitas dengan gemilang. Akupun tidak ingin langsung pulang ke Indonesia yang masih sibuk dengan jargon revolusi. Beberapa tahun aku menetap di Tokyo, menjadi koresponden koran Partai Komunis yang terbit di Jakarta. Tetapi entah mengapa tahun 1960 aku pulang. Padahal saat itu aku pacar Ayano, gadis Jepang yang sering aku temui di perpustakaan. Pernah aku ajak nonton teater dan dia tidak menolak. Satu saat aku sampaikan cintaku kepadanya. Ayuno bersemu merah. Dia membungkuk sebagai tanda terimakasih. Wanita Jepang sangat tertutup dalam berhubungan. Lebih banyak mendengar daripada