Sunday, August 28, 2022

Menggenggam bara aib..

 





Jam meja memekik-mekik membangunkan Putri. Tangannya yang selicin pualam itu bergerak spontan hendak mematikan alarm, melanjutkan kembara mimpi dari ranjang kamar apartemennya yang asri. Namun sel-sel otaknya masih mengingat pesan singkat, Broto. " Put, aku akan beri kamu uang cukup setelah itu kita akhiri hubungan kita. " Pesan itu seperti petir di siang hari bolong. Kepalanya masih terasa pusing mengingat pesan itu. Badan lampainya melayang turun menuju kamar mandi, sembari menanggalkan secuil busana yang masih tersangkut di ranum raga. Di kamar mandi dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan menyilet urat nadinya. Namun dia urungkan pikiran buruk itu. Justru akhirnya dia tertawa.


Setidaknya dia harus berusaha berpikir waras. Toh sebenarnya dia tidak butuh Broto,  tapi uangnya untuk menikmati kemewahan. Dari awal dia sadari sebagai sebuah pilihan. Dia percepat mandi dan segera ke bandara mengejar jadwal bording pesawat. Dia sudah berjanji dengan Arya makan malam di Singapore. Tentu akan disertakan malam yang indah dan liar.  Usianya 43 tahun. Menikmati sentuhan Arya berusia 25 tahun memang melelahkan. Namun dia merasa sempurna sebagai wanita.  Sangat indah sentuhan dan penuh rasa hormat., tentu memanjakannya.


Taksi sudah menanti di depan lobi Apartement “ Ke Bandara ya Pak ” katanya singkat. Sekilas dia lihat supir taksi itu masih muda. Mungkin usianya belum 30 tahun. Keliatanya dari gaya bicaranya orang Sumatera. Dia sibuk membaca tweet di akun sosial medianya. Dia bangga. Karena semua orang memuji pakaiannya dan gayanya. “Sangat berkelas loh, put” Komen teman temannya.  Mendekati Bandara dia dapat pesan singkat dari Arya “ Tante, maafkan aku. Kita akhiri saja hubungan kita. Aku jatuh cinta dengan seseorang. “  


Rasanya langit runtuh menimpanya. Dia terkejut. Apa salahnya? Kemarin Arya beralasan tidak mau lagi bertemu dengannya. Namun dia memohon. Akhirnya Arya luluh juga. Kini Arya dengan tegas bersikap. Memang hubungannya dengan Arya hanya sekedar have a fun. Tidak ada perasaan cinta terlibat. Makanya Putri tidak merasa bersalah. Walau  disampingnya ada Broto, pria yang dianggapnya sebagai suami. Ya hanya sekedar persepsi seorang suami tanpa validasi document.  Bagi Broto, Putri hanya pelampiasan dari kehidupan sex yang buruk dengan istrinya di rumah. 


" Put, aku sibuk sebagai Anggota legislatif. Sibuk memikirkan rakyat banyak. Memikirkan agar pemerintahan beres. " Kata Broto berlasan tidak bisa datang ke apartemennya. Itu hanya alasan saja. Alasan munafik. Mengapa ? Dia tahu bagaimana Broto  dan teman temanya di legislatif berkonspirasi dengan pejabat merampok Anggaran negara dan  menjadi pelindung para pelaku corporate crime. Kemunafikan seperti air susu ibu dan membuat mereka seperti minum air laut. Tidak pernah kenyang. Selalu dahaga dengan uang haram. Tapi apa peduli Putri. Toh dia juga menikmati uang dari Broto, menikmati kehidupan bersama kaum sosialita.


Apakah mungkin dia jatuh cinta dengan Arya sehingga merasa sangat kehilangan atas keputusan Arya? 


“ Tunggu tante di Singapore, kita bicarakan apa masalah kamu? reply nya.


“ Tante,  its over. “


“ Setidaknya malam ini saja Arya…Please “


“ Ya udah. Malam ini saja. Tetapi saya perlu uang USD 50,000.” 


“ Tante kirim segera uang ke rekening kamu. Dua kali transfer via virtual account ya” 


“ Terimakasih Tante.” 


Dia tergesa gesa keluar dari taksi. Namun ketika akan boarding. Dia baru menyadari tas tanganya tertinggal di taksi. Dalam tas itu ada traveller Cheque sebesar USD 25,000 dan perhiasan berlian serta jam tangan mewahnya. Itu diperkirakan senilai lebih dari USD 100,000. Tapi yang membuat dia terkesiap, hape khusus untuk berhubungan dengan Arya tertinggal di dalam tas itu. Di hape ini ada photo naked dia bersama Arya. “ Duh tamat aku.” Betapa hancur reputasiku kalau photo dan video itu beredar di dunia maya.  Habislah semua yang aku banggakan.” Katanya dalam hati dengan paranoia. 


Dia langsung telp perusahaan taksi untuk memberi tahu tasnya tertinggal di dalam taksi “ Bu, sebutkan nomor pintunya” Kata operator taksi.


“ Saya lupa” 


“ Ok. jam berapa ibu naik taksi dan darimana naiknya. “ 


Dia menyebut jam berangkatnya dan alamat apartementnya. 


“ Baik, bu, Kami akan siarkan lewat radio kepada semua taksi kami yang ada di lapangan. Nanti kalau ada supir taksi hubungi kami, segera akan kami hubungi ibu” Kata Operator taksi. Walau operator telp itu sudah mencatat nomor telp nya untuk dihubungi kembali. Dia hopeless. Karena era sekarang mana ada orang jujur. Apalagi  temukan tas berisi uang dan perhiasan bernilai mahal.


Hanya berselang 30 menit , hapenya bergetar dari nomor yang tidak dia kenal. Dia angkat dengan ragu “ Bu, saya supir taksi yang  tadi antar ibu ke Bandara. Tadi saya dengar dari operator ibu ketinggal tas di taksi. “


“ Ya benar,  benar Pak” Kata Putri dengan rasa senang.


“ Barusan penumpang saya beri tahu ada tas tertinggal di kursi belakang. Mungkin  ini punya ibu ? 


“ Ya benar pak. Bapak ada dimana ?


“ Saya sedang antar penumpang saya ke daerah Pluit. Nanti setelah saya antar , saya kembali ke bandara untuk serahkan tas itu” 


“ Duh terimakasih pak. “


“ Ibu catat nomor pintu kendaraan saya. “ Kata supir taksi itu menyebut nomor kendaraan. 


“ Baik pak. Saya tunggu” kata Putri.


Dalam 1 jam dia sudah dapat telp dari Supir taksi itu. “ Ibu ada dimana ?


“ Saya tunggu di McDonald”


“ Ya udah saya kesana” 


Tak berapa lama nampak supir taksi itu datang membawa tas itu. “ Coba itu periksa. Apakah ada yang hilang isi tasnya?  Kata supir taksi itu. Putri langsung buka tasnya dan lihat isinya. Semua utuh. Tidak ada yang hilang. “ Terimakasih pak. Tidak ada yang hilang “ Kata putri tersenyum puas.


“ Ya udah ya bu.” 


“ Ya pak.” Katanya seraya sibuk dengan gadget nya.


Supir taksi itu berlalu. 


Putri  terpaksa beli ticket karena ticket yang ada sudah hangus. Namun sebelum dia pesan ticket via aplikasi. Dia dapat pesan image dari Arya. Kini dunia bukan runtuh menimpangnya. Tetapi kiamat. Betapa tidak? Photo yang dikirim Arya itu adalah kemesraan antara Broto dan Arya.” 


“ Maafkan saya bu. Saya bisex” Capture singkat dari Arya. 


Dia terkulai di kursi. Merenung nasipnya. Inikah kutukan uang haram? kehidupan sosial yang salah. Walau tertawa di tempat ramai,  namun menangis di tempat sepi. Walau terhormat di depan orang banyak, namun megenggam bara aib yang menyakitkan. Dia berusaha tenang. Setidaknya Tuhan melalui supir taksi telah menyembunyikan aibnya. Tuhan tetap sayang kepadanya walau dosanya tak terbilang. Dia harus melanjutkan hidupnya dengan tobat. Setidaknya berusaha menjadi orang baik. 


Dia segera telp supir taksi itu. “ Ya bu? ada apa lagi ?


“ Pak, saya lupa ucapkan terimakasih dan beri hadiah kepada bapak” Kata putri dengan tertahan tangis.


“Engga perlu bu. Sehat selalu ya bu. Semoga selamat dalam perjalanan” kata supir taksi itu. 


“ Ya pak “ 


Supir taksi itu menolak ucapan terimakasih dan hadiah darinya. Ia menjadi sebuah kemewahan karena dilakukan dengan ketulusan. Itu yang selama ini dia lupa. Putri menangis.  Orang baik hanya akan terima uang dari sumber yang baik pula. Dan mereka tidak perlu pujian atas kebaikannya, Cukuplah Tuhan sebagai tempat satu satunya bersandar. Sementara dia adalah pecundang. Juga Broto dan kawan kawan. Arya Juga pecundang. Sekali pecundang, akan mati sebagai pecudang.

Wednesday, August 24, 2022

Cinta yang kuberi


 


Sebenarnya aku sulit untuk menyampaikan keinginan ayahnya untuk memutuskan hubungannya dengan Laura. Tapi sikap suamiku jelas tidak bisa diubah.  Aku tidak mau bertengkar. Aku tahu ini soal prinsip. Bagi suamiku anak bukan hanya sekedar tanggung jawabnya tetapi juga kehormatannya. Tempat dia berbangga di hadapan rekannya di Beijing dan mitra bisnisnya.


“ Aku mencintai Laura, Mah. “ Jawab putraku dengan air mata berlinang. Aku tahu saat itu dia butuh aku sebagai ibunya untuk berpihak kepadanya. Dia tidak pernah menangis sejak beranjak remaja. Dia sangat mandiri. Walau dia anak bungsuku dari 7 orang anak. Namun dia tidak manja. Dia sangat dekat denganku. Beda dengan kakaknya yang lebih dekat dengan ayahnya. 


“ Papa mu akan hentikan semua fasiitas dan uang untuk biaya kuliahmu dan juga kamu harus keluar dari rumah. Dia coret kamu dari anaknya, dan tentu ahli warisnya.” Kataku. “ Cobalah mengerti Papa mu, nak” Lanjutku memeluknya. 


“Papa tidak sayang aku, Ma.” Kata putraku. Usianya baru 21 tahun. Dia sedang menyelesaikan sekolah Ekonomi di Universitas di London. Kuberi dia panggilan sayang “ Changy. “ Aku berharap dia jadi pria yang murah hati dan pengertian. Setidaknya dia jadi pria tersayang bagi wanita yang kelak jadi istrinya. Akan jadi ibunya. Menjaganya setelah aku tidak ada.


Walau Changy tidak pernah mengatakan dia menentang ayahnya, namun sikapnya dengan berhenti dari kampusnya dan keluar dari rumah, aku tahu dia telah bersikap seperti seorang pria di hadapan Ayahnya. Dia harus menanggung resiko sebagai konsekuensi pilihannya. Rasanya langit runtuh ketika mengetahui sikap putraku. Rasanya aku ingin  bunuh diri dengan sikap keras suamiku. “ Kamu ada 8 orang anak. Apakah kamu akan terus merudung sedih hanya satu anak yang yang tidak tahu diri dan tidak bisa berterimakasih kepada ayahnya. Lupakan anak itu. “ Kata suamiku.


Apa salah pacar anakku? dia benar lahir dari keluarga miskin. Dia berjuang sejak kanak untuk jadi ayam merak diantara ayam kampung. Setelah dengan susah payah dia berhasil tamat dari sekolah Teater di Beijing. Selanjutnya karirnya cemerlang sebagai artis tenar. Karena ingin terus meningkatkan karirnya, dia pindah ke Hong Kong. Mengganti namanya jadi “ Laura”. Saat itulah dia berkenalan dengan Changy. Awalnya aku tidak yakin Laura akan suka dengan putraku.Usia mereka terpaut 3 tahun. Saat itu usia Laura 23 tahun. Changy berusia 20 tahun.


Bagi orang China, wanita artis itu tidak ubahnya dengan pelacur. Cantik dan tenar bagaimanapun, tetaplah hina. Teman temanku selalu berkata sinis. “ Poh, artis itu santapan mudah bagi para suami. Tapi hanya cemilan saja. Walau artis itu cantik dan pintar, dia tetaplah aib bagi suami kita. Mereka tidak mungkin bergandengan tangan dengan sampah. Para suami tahu betul menjaga hipokritnya. Kita engga bisa larang suami hidup dalam lingkungan bisnis yang berkompetisi. Mereka butuh selingan. Yang penting, pastikan anak anak kita jaga sebaik mungkin dan suami akan terus berlutut kepada kita. Karena bagi dia keluarga adalah kehormatan” 


Tapi apa yang terjadi kini? Putraku jatuh cinta dengan artis. Artis tenar lagi. Apa jadinya kalau media massa tahu. Pastilah tertulis berita “ putra konglomerat hong kong menikah dengan arti tenar”  Dan suamiku dengan taktis sudah ada solusi “ Aku keluarkan dia dari daftar anakku. Tidak ada lagi hubungan. Itu akan aku katakan ke pada media massa. Dan aku tidak peduli demi kehormatan keluargaku.” 


***

Sudah 25 tahun sejak anakku keluar dari rumah. Selama 25 tahun adalah prahara tanpa jeda diciptakan suamiku terhadap anaknya sendiri. Kadang dia minta wartawan mengikuti semua gerak putraku dan menciptakan rumor hubungannya dengan wanita lain. AKu tahu, itu cara suamiku merendahkan istri putranya sendiri.


“ Bagaimana pendapat anda dengan adanya berita hubungan putra anda dengan wanita Mey lin pengusaha terkenal” Tanya wartawan waktu bertemu dengan kami dalam satu acara resepsi. Aku ingin segera menarik lengan suamiku agar menghindari wartawan. Tetapi suamiku tetap melayani wartawan dengan menjawab “ Dia bukan lagi putraku. Tapi kalau dia memang punya hubungan serius dengan May Lin, itu artinya dia cerdas. Karena istrinya kan sampah. “ Jawab suamiku dan keesokannya itu tertulis dengan headline berita.


Putraku, Changy tidak pernah sekalipun berpolemik dengan ayahnya di media massa. Dia memilih diam. Sejak dia menikah, istri dan anak anaknya diungsikan ke London. Sementara Changy focus berbisnis di Hong kong. Berkat kerja keras dan bakat hebat dari ayahnya. Dia bisa sukses dalam usia muda. Di usia 40 tahun dia sudah masuk daftar orang terkaya di Hong Kong. Dan itu semua tanpa dukungan dari ayahnya. Tentu setiap rumor yang ditiupkan oleh suamiku jadi santapan media massa. Tak terhitung kali putraku jadi bully an publik. Tapi putraku tidak pernah meladenin. Dia focus aja ke bisnis nya.


***

“ Kami sudah tua. Papa mu sudah berubah. Papa mu inginkan kedua anakmu, tinggal bersama kami. Bagaimanapun  dia cucu kami.” Kataku kepada Changy pada satu waktu.  kami punya anak 8 orang. 5 anak perempuan. Cucu dari anak perempuan bukan pilihan tepat sebagai pewaris.  Dari 3 anak pria, yang punya anak laki laki hanya Changy. Hebatnya, dua naga terlahir dari rahim mantuku, Laura. Tentu salah satu dari kedua naga itulah yang akan jadi pemimpin keluaga apabila suamiku tidak ada. Dialah pewaris kepemimpinan keluarga kami. Begitulah tradisi China.


“ Mama yakin Papa udah berubah. Yakin Papa mau terima anakku sebagai cucunya? Kata putraku dengan santun


“ Tentu anakku. “


“ Mama bicaralah kepada Laura di London. Kalau dia setuju,  aku juga setuju.” Kata putraku. 


Setelah itu aku terbang ke London. Laura sangat hormat padaku. Ini kali aku bisa bertatap muka dengan menantuku sendiri sejak 25 tahun usia pernikahan mereka.  Dia memang keluar dari dunia artis sejak menikah dengan putraku. Dia juga menjauh dari media massa. Setiap hari dia hanya sibuk urus cucuku. Baru aku tahu, betapa menantuku sangat santun. Beda dengan menantuku yang lain. Gaya hidupnya sangat sederhana.  Kedua  cucuku semua pria. Bagi orang China, mereka adalah naga. Tertua bernama Mike. usianya 18 tahun. Dan satu lagi Chua, usianya 15 tahun. Keduanya cerdas dan tahu diri sekali. Rendah hati. Itu mungkin berkat didikan dari ibunya. Selama sebulan kebersamaan dengan mereka di London, akhirnya kedua cucuku mau kembali ke Hong Kong. Tinggal bersama kami.


Aku janji kepada mantuku bahwa paling lambat setahun, suamiku akan mengumumkan kepada publik bahwa dia akan resmi jadi menantu keluarga kami. Selama 1 tahun, aku berharap agar mantuku bersabar.  “ Engga apa apa mah. Diterima saja kedua anakku sebagai cucu, itu sudah sangat luar biasa. Salam untuk ayah. Doaku selalu untuk ayah.” kata mantuku. Rasanya aku ingin menangis. Betapa mulia hatinya. Changy tidak salah dengan pilihannya. Kalau putraku sukses itu berkat ketegaran istrinya mendampinginya. Padahal dia tahu saat putraku melamarnya , putraku miskin. Dia  tahu bahwa Changy sudah delisting dari daftar ahli waris kami. 


***


Setelah 5 tahun sejak aku menjemput kedua cucuku di London, suamiku berjanji pada ulang tahun Changy ke 50 akan mengumumkan siapa yang akan jadi pewaris keluarga sebagai pimpinan Group perusahaan kami. Kami diberkati 20 cucu. Tapi perhatian suamiku kepada Mike sangat besar dibandingkan cucu lainnya. Padahal dia termuda dibandingkan lainnya. Mike tamat di Harvard tahu lalu dan kini sudah bekerja di group perusahaan kami. Chua sedang menyelesaikan kuliahnya di Hong kong Polyteknik bidang banking dan finance. 


Tibalah acara ulang tahun Changy. Acara diadakan di Ritz, hotel yang juga milik putraku sendiri. Ada lebih 1000 undangan. Aku dan suamiku datang. Juga 7 orang anak dan mantuku datang.  Itu tanda bahwa keluarga kami sudah bersatu lagi. Rasanya tak terhingga bahagianya aku. Karena 30 tahun, sejak Changy menikah,  kami tidak pernah hadir dalam acara ulang tahun putra kami. 


‘ Mana Laura, menantuku ? Tanyaku kepada Changy saat menginjak kaki di acara itu. “ Katanya dia udah masuk hong kong sejak kemarin. “ Lanjutku.


“ Ya mah. Dia sedang OTW dari Bandara. Sebentar lagi dia datang” Kata Changy.


Benarlah. Tak lebih 5 menit setelah itu terdengar gaduh di luar. Ternyata wartawan ramai menyambut kedatangan Laura. Mereka berebut bertanya dan minta klarifikasi atas rumor miring tentang dia. Aku segera bergegas menyambut kedatangan laura. Tapi suamiku menahanku. Hanya bisa menatap dari kejauhan. Aku lihat pengawal suamiku menahan Laura masuk acara ulang tahun itu. Dan mendorong Laura keluar dengan paksa. Suamiku menatap sinis. 


Kulihat Changy, air matanya berlinang meliat istrinya diusir dari acara ulang tahunnya. Tapi putraku sangat santun menghormati ayahnya di hadapan media massa. Dia memilh diam saja. Yang sangat aku sedihkan. Kedua cucuku tidak nampak tergerak untuk mengejarnya ibunya dan memeluk ibunya. Lima tahun bersama kami, suamiku mampu mencuci otak cucunya. Sehingga mereka takut sekali dengan kakeknya. Pada acara ulang tahun itu, suamiku mengumumkan penerus tahta pimpinan perusahaan adalah Mike..


Saat memeluk putraku untuk mengucapkan ulang tahun. Aku katakan dengan air mata berlinang “ Maafkan mama. Papa mu berhasil ambil anakmu dari pelukan istrimu dan mempermalukan istrimu dihadapan orang ramai. Maafkan mama..”  Mama menatap kearahku yang sedang bersama Mike dan Chu serta cucu lainnya.


" Ma, apapun sikap papa, aku tidak akan pernah bisa membenci papa,  apalagi berprasangka buruk. Biarlah papa dengan sikapnya. Semoga papa bisa memaafkan aku dan Laura. 


" Tapi mama.." Aku menangis. Ingat menantuku diusir dari pesta ulang tahun. Dipermalukan dihadapan orang ramai. Changy memelukku dengan penun kasih dan berbisik kepadaku “ Engga usah sedih mah.  Karena itu aku semakin sayang kepada mama. Aku percaya laura akan baik baik saja. Dia pahami resiko itu ketika menikah denganku. Karena begitu cara dia memberi cinta kepadaku, berkorban sepanjang usia..


Dari kejauhan terdengar keributan. Aku dan Changy mendekat. Terlihat Chua berdebat dengan kakaknya Mike. " Mama tentu tidak ingin jadi artis film andaikan keluarganya kaya. Andaikan mama bisa memilih tentu dia tidak ingin terlahir dari keluarga miskin. Mama tidak pernah menepuk dada ingin dihormati sebagai menantu dan diperkenalkan kepada semua orang bahwa dia bagian dari keluarga konglomerat. Mama  hanya ingin jadi istri dan ibu dari kita berdua saja. Apakah sebegitu rendahnya mama. Apakah ini kehormatan yang selama ini kakek ajarkan kepada kita.?  Kata Chua. Keliatan Mike terdiam. Sepetinya dia merasa bersalah dan keliatan bingung.


" Tidak." Seru Chua. Dia mendekati kakeknya. "  Aku memilih keluar dari keluarga kakek. Aku harus kembali kepada mama dan menjaganya sampai tua." Chua berkata itu dengan air mata berlinang. Aku memeluknya. Tak ada kata kata yang keluar. Andaikan suamiku marah dan memukul cucuku, aku akan jadi pembela. Kali ini aku harus berani. Entah mengapa suamiku terdiam. Dia terduduk dan termenung di korsi. Kami semua hening menanti sikapnya. Akhirnya dia berdiri berbicara keras kepada pengawalnya" Cari dan temukan Laura. Bawa kemari menantuku. Cepat! 


Justru yang bergerak cepat adalah Changy, Mike dan Chua berlari ke keluar gedung. Mereka terus berlari, Aku terharu. Anak dan cucuku berlari di tengah keramaian untuk menjemput menantuku..



Tuesday, August 23, 2022

Bercermin di air jernih


 

Tahun 2011, sekretaris kirim nota ke saya “ Ada tiga anak magang. Kamu terpilih oleh HRD sebagai salah satu mentor. Pilih salah satu kamu suka”  Itu memang tradisi SIDC Holding. Karyawan magang yang terpilih dalam proses rekrut harus didampingi mentor. Itu berlangsung selama 1 tahun. Kalau mereka lolos maka mentor bisa rekomendasikan dia ikut test Management Traine ( MT). Kalau dia lolos test MT dan bisa mengikuti pendidikan di MT selama3 bulan, maka barulah dia bisa diangkat jadi karyawan tetap. Kalau selama tahun magang dianggap tidak qualified oleh mentor ya di kick out.


Saya pilih pria muda. Usianya 21 tahun. Dari CV saya tahu dia dari India dan sarjana hukum. Karyawan magang itu datang ke kamar kerja saya diantar oleh sekretaris. Tingginya mungkin 172 cm. Saya tatap sekilas. Saya mengangguk. Saya minta sekretaris beri dia kursi di pojok ruangan saya. “ Kamu duduk disana. Selama saya di ruangan ini kamu duduk disana. Tunggu perintah saya” kata saya. Dia mengangguk dengan sikap hormat.


Selama seminggu dia saya suruh antar dokumen ke Sekretaris. Suruh dia buatkan kopi, photo copy dokumen. Setelah seminggu saya ajak kemana saya pergi. Kalau saya meeting dengan relasi. Dia ikut. Makan siang dan malam dengan ralasi, dia ikut saya. Bahkan kalau rapat di kantor pun saya ajak dia mendengar.


***


Dalam satu rapat dengan dewan direksi anak perusahaan di Hong Kong. Saya mendengar paparan tentang kinerja perusahaan. Selama menyimak itu saya tulis di notes, hal yang perlu saya kritisi. Setelah selesai paparan. Saya bertanya singkat saja.” Mengapa growth naik hanya 6,7% setahun? Kemudian dia jelaskan dengan perbandingan industri sejenis yang mengidikasikan kami lebih baik dari yang lain.


Saya geleng geleng kepala dan muka masam.


“ Jawab apa yang ditanya B,” Kata James.


Dia terdiam. Sepertinya dia tidak siap dikritik dan merasa bangga dengan kinerja growth yang ada.


“ Karena leverage. “ Jawabnya singkat.


“ Nah itu artinya semakin banyak aset dibiayai dari hutang. Tahu dampaknya? drop aja 10% penjualan, digulung nih perusahaan. “


“ Pasar sangat kuat makanya kita berani naikan leverage dan bank mendukung” Tangkisnya.


“Menurut data, 9 dari 10 perusahaan hancur karena berpikir seperti kamu itu. Saya tidak berbisnis onani. Saya butuh pertumbuhan berkelanjutan. Itu ukuran prestasi kamu. “


“ Saya tidak punya pilihan. Saya memanfaatkan peluang saja. Kebetulan pasar mendukung dan bank mendukung” Kata CEO anak perusahaan.


“ Dan kamu melihat peluang itu untuk dapatkan bonus besar. Ya kan! Kata saya keras.


“ Ya.”


“ Hari ini kamu saya pecat. Beresin masalah kamu di bagian legal. Dan saya tatap yang lainnya. “ Kalian semua saya pecat. Bubar rapat” Kata saya tegas.


Setelah itu saya panggil direktur BDG Holding” Kamu juga saya pecat. Keluar.” Kata saya.


“ Kenapa saya? Katanya berusaha protes.


“ Kamu kan benteng saya untuk menilai usulan anak perusahaan melakukan ekspansi. Dan kamu tidak melaksanakan tugas dengan baik. “


“B, jangan emosi. Keputusan itu sudah diberhitungkan dengan analisas yang rijid. Engga mungkin salah. Hasil audit tidak ada korupsi. Ini murni soal kebijakan untuk masa depan perusahaan”


“ Lakukan itu pada perusahaan kamu sendiri. Tidak pada perusahaan saya. SIDC  bayar kamu untuk berpikir berdasarkan visi pemegang saham. Bukan visi kamu. Selesaikan masalah kamu dengan bagian legal” kata saya. Dia keluar loyo.


James dan Willam datang ke kamar kerja saya. “ Ada apa kamu? kamu kick out direktur BDG. Dia itu mantan banker dan sebelumnya kamu pecat semua direksi anak perusahaan. Mereka sudah terbukti kinerjanya bagus”


Saya tatap mereka satu persatu. “ Temanin saya ke sauna. “ kata saya. Mereka berdua ikut saya.


Di jalan saya katakan “ Kamu tahu management ponzy ? Berusaha meningkakan kinerja lewat hutang dan berharap bonus gede dari itu. Kalau ada masalah, mereka akan datang dengan proposal to good to be true. kita sebagai pemegang saham dipaksa untuk bailout. Saya orang kampung. Saya suka dengan bunga asli walau mudah layu. Engga suka dengan bunga plastik walau indah dan tak layu. Paham.” Mereka berdua menangguk. Tanpa disadari saya sudah mendidik anak magang yang selalu ada di samping saya.


***


“ Pak kenapa anda tahu segala galanya.? Kata Anak magang suatu waktu.


" Sebenarnya engga juga begitu. Kalau saya tahu sedikit karena focus saya kepada hal tentang bisnis dan spiritual saja. Dan semua itu karena pengalaman praktis. Dari pengalaman itu saya belajar tentang hal diluar diri saya. Saya tercerahkan untuk berubah jadi lebih baik. Selebihnya saya tetaplah orang biasa saja yang tidak terpelajar.


Kalau saya tahu soal hukum karena saya berkali kali berhadapan dengan kasus hukum dalam sengketa bisnis. Jadi saya belajar banyak dari lawyer. Mereka memberi saya wawasan soal proses peradilan. Sehingga saya paham bagaimana bersikap di hadapan hukum atas kasus saya. Paham bagaimana seharusnya sebagai warga negara untuk patuh hukum.


Kalau saya paham soal ekonomi. Itu karena saya sering berinteraksi dengan konsultan bisnis dalam dan luar negeri. Dari mereka saya paham apa itu product knowledge, business process, legal aspect dan markro ekonomi. Sehingga saya paham membuat keputusan bisnis. Karena saya berbisnis secara international saya juga sering diskusi dengan ahli geopolitik dan geostrategis global. Sehingga saya paham bersikap dalam melakukan aksi korporat di berbagai negara.


Sebagai manusia tentu saya sering larut emosioanl dan depresi. Karena itu saya perlu orang untuk mencerahkan saya. Saya bergaul dengan ahli spiritual, guru agama, dan kadang saya berguru kepada orang lain yang saya anggap patut sebagai mentor. Karena itu saya paham bersikap atas setiap masalah yang menimpa saya.


Tentu dari interaksi dengan berbagai kalangan itu memaksa saya perlu referensi akademis. Ini penting untuk saya bisa bersikap mandiri. Engga sekedar follow mereka. Makanya saya juga membaca banyak buku dan jurnal ilmiah. Mengikuti program seminar tentang sains yang terkait dengan management, industri dan manufaktur. “ Kata saya.


Dia menyimak.


“ Jadi paham kamu ? kata saya. 


“ Ya Pak. Belajar itu sepanjang usia. Karena pengetahuan itu bukan hal statis, Tetapi dinamis. Kalau kita tidak bisa update ya kita seperti rusa masuk kampung.”


“ Jadi apa kuncinya bisa menyerap pengetahuan itu ? Tanya saya.


“ Berpikir terbuka. Jangan terisolasi pikiran dengan satu teori dan satu persepsi saja. Bergaulah dengan siapa saja tetapi bergaul dengan mereka yang bisa membuat kita lebih baik karena waktu. Jangan berteman dengan mereka yang suka mengeluh provokasi kita  untuk membeci. Bergaulah karena cinta dan hasrat berbagi. “ kata anak magang. Saya tersenyum.


***

 Setelah 1 tahun. “ kamu mau rekomendasi saya? tanya saya.


“ ya pak.” Katanya.


“ Buat tulisan selembar aja. Saya mau tahu pemikiran kamu selama 1 tahun magang.” Kata saya.


Hanya tiga menit dia sudah serahkan selembar surat. Isinya “ Focus kepada realita dan selesaikan semua masalah berdasarkan fakta. Nikmati hidup selagi ada kesempatan. Jangan buang waktu untuk omong kosong. “ Saya tersenyum menatapnya.


“ Ya udah kamu dapat rekomendasi saya.”


Tahun 2013 saya dapat kabar anak magang saya itu sudah pegang posisi manager di unit business Industry Development zone di Gungxie. Tahun 2013 saya pensiun dari SIDB. Tahun 2018 dia sudah pegang posisi sebagai direktur di Guangxie. Tahun 2018 saya berkesempatan berkunjung ke Guangxie setelah 5 tahun pensiun. Saya kembali pimpin SIDC. Saya datang ke kantornya. Dia pegang kaki saya dengan ujung jarinya. Begitu cara dia menghormati saya seperti orang tuanya.


Saya ambil kursi dan duduk di pojok ruangannya. “ Saya akan jadi anak magang kamu” Kata saya. Dia terkejut. Tapi karena saya serius, Dia terpaksa terima. Dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam saya bersama dia. Siang di kantor dan sore pergi ketemu dengan relasi. Selama itu saya diam saja. Hanya mengamati saja. Apa yang membuat saya terkejut? Mindset kerja saya dia adopsi. 100% percis sama. Cara dia bersikap mirip saya. Keesokannya saya kembali ke Hong Kong. Dia antar saya sampai ke bandara. Dia peluk saya.


Manusia memang mempunyai kemampuan untuk meniru atau mencotoh orang lain secara sempurna. Konsep Neoro Linguistic Programming ( penyusunan bahasa syaraf ) menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai susunan syaraf yang sama. Artinya segala sesuatu yang orang lain dapat lakukan , kita juga bisa melakukannya.  Kalau mau tiru, maka tirulah mindset positif orang lain yang tercermin dari caranya berpikir ( way of thinking ) , merasakan ( feeling ) dan kemampuan memfungsikan semua potensi positip ( functioning ) sebuah cara hidup ( the way of life ) dan cara menjadi ( way of being ) yang transformative. Soal gaya maka jadilah diri sendiri.

Menentukan pilihan...

  Tahun 1984, selesai briefing team sales di kantor. Kami segera bergerak menuju target pasar. Kantor kami di Ratu Plaza. Di lobi Aling namp...