Posts

Showing posts from August, 2022

Menggenggam bara aib..

Image
  Jam meja memekik-mekik membangunkan Putri. Tangannya yang selicin pualam itu bergerak spontan hendak mematikan alarm, melanjutkan kembara mimpi dari ranjang kamar apartemennya yang asri. Namun sel-sel otaknya masih mengingat pesan singkat, Broto. " Put, aku akan beri kamu uang cukup setelah itu kita akhiri hubungan kita. " Pesan itu seperti petir di siang hari bolong. Kepalanya masih terasa pusing mengingat pesan itu. Badan lampainya melayang turun menuju kamar mandi, sembari menanggalkan secuil busana yang masih tersangkut di ranum raga. Di kamar mandi dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan menyilet urat nadinya. Namun dia urungkan pikiran buruk itu. Justru akhirnya dia tertawa.  Setidaknya dia harus berusaha berpikir waras. Toh sebenarnya dia tidak butuh Broto,  tapi uangnya untuk menikmati kemewahan. Dari awal dia sadari sebagai sebuah pilihan. Dia percepat mandi dan segera ke bandara mengejar jadwal bording pesawat. Dia sudah berjanji dengan Arya makan malam di S

Cinta yang kuberi

Image
  Sebenarnya aku sulit untuk menyampaikan keinginan ayahnya untuk memutuskan hubungannya dengan Laura. Tapi sikap suamiku jelas tidak bisa diubah.  Aku tidak mau bertengkar. Aku tahu ini soal prinsip. Bagi suamiku anak bukan hanya sekedar tanggung jawabnya tetapi juga kehormatannya. Tempat dia berbangga di hadapan rekannya di Beijing dan mitra bisnisnya. “ Aku mencintai Laura, Mah. “ Jawab putraku dengan air mata berlinang. Aku tahu saat itu dia butuh aku sebagai ibunya untuk berpihak kepadanya. Dia tidak pernah menangis sejak beranjak remaja. Dia sangat mandiri. Walau dia anak bungsuku dari 7 orang anak. Namun dia tidak manja. Dia sangat dekat denganku. Beda dengan kakaknya yang lebih dekat dengan ayahnya.  “ Papa mu akan hentikan semua fasiitas dan uang untuk biaya kuliahmu dan juga kamu harus keluar dari rumah. Dia coret kamu dari anaknya, dan tentu ahli warisnya.” Kataku. “ Cobalah mengerti Papa mu, nak” Lanjutku memeluknya.  “Papa tidak sayang aku, Ma.” Kata putraku. Usianya baru

Bercermin di air jernih

Image
  Tahun 2011, sekretaris kirim nota ke saya “ Ada tiga anak magang. Kamu terpilih oleh HRD sebagai salah satu mentor. Pilih salah satu kamu suka”  Itu memang tradisi SIDC Holding. Karyawan magang yang terpilih dalam proses rekrut harus didampingi mentor. Itu berlangsung selama 1 tahun. Kalau mereka lolos maka mentor bisa rekomendasikan dia ikut test Management Traine ( MT). Kalau dia lolos test MT dan bisa mengikuti pendidikan di MT selama3 bulan, maka barulah dia bisa diangkat jadi karyawan tetap. Kalau selama tahun magang dianggap tidak qualified oleh mentor ya di kick out. Saya pilih pria muda. Usianya 21 tahun. Dari CV saya tahu dia dari India dan sarjana hukum. Karyawan magang itu datang ke kamar kerja saya diantar oleh sekretaris. Tingginya mungkin 172 cm. Saya tatap sekilas. Saya mengangguk. Saya minta sekretaris beri dia kursi di pojok ruangan saya. “ Kamu duduk disana. Selama saya di ruangan ini kamu duduk disana. Tunggu perintah saya” kata saya. Dia mengangguk dengan sikap ho