Friday, October 29, 2021

Mencintai...?

 


Mungkin persahabatan dengan B adalah pilihan tepat di  bandingkan harus menjadi istrinya. Demikian pikiran Yuni menyikapi hubungannya dengan B. Dan bagaimana dengan Andi Ng. ? Semakin hari Yuni merasakan hubungannya dengan Andi Ng semakin tidak jelas kemana arahnya.  Andi hanya senang bersama dengannya menghabiskan waktu di cafe tapi, ya hanya itu.  Yuni tidak menemukan lain kecuali pria yang depresi karena punya istri tidak sesuai yang dia mau. Pria macam apakah ini? Apakah pantas dijadikan sandaran? Mengapa harus terus mengeluh dan tersakiti dengan sikap orang yang di cintai. Apalagi itu adalah istri? Tidak kah ada ruang untuk bicara dan berdamai dengan kenyataan? 


Mungkin Andi Ng hidup dalam imajinasi tentan cinta yang dia maknai. Namun lupa kehidupan bukanlah imajinasi tapi kenyataan , yang semua orang harus paham bahwa tidak ada yang sempuna. Pahamkah Andi soal ini?. Kalau dia tidak paham , maka sebetulnya dia tidak akan pernah bisa mencintai orang lain. Dia lebih mencintai dirinya sendiri. Yuni tersenyum sendiri di cafe itu. Sebentar lagi B akan datang. Biasa terlambat. Dia senang saja menanti. Punya kesempatan ketemu itu udah luar biasa. 


B memang terkesan tertutup dengan kegiatan sosialnya. Bahkan untuk kegiatan bisnis pun dia sangat tertutup kepada siapapun. Dia selalu menonjolkan eksekutifnya. Bahkan dia melengkapi para eksekutifnya dengan kontrak kerahasiaan untuk tidak membocorkan informasi tentang posisinya di perusahaan. Sejak tahun 2008, B termasuk salah satu pengusaha yang sudah menganut officeless. Itu karena kehebatannya memanfaatkan IT dalam sistem management serta kemampuannya menunjuk orang yang tepat sebagai eksekutif. 


Pertemuan dengan eksekutif kebanyakan diadakan di luar kantor. Bisa dimana saja, sesuka dia. LIngkungan pergaulannya yang tahu siapa dia hanya banker, CEO perusahaan MNC. Kalaupun ada pejabat pemerintah atau politisi yang mengenalnya itupun sangat terbatas. Hanya mereka yang sudah dikenalnya jauh sebelum orang itu jadi pejabat atau politisi. Namun ketika orang itu jadi pejabat publik maka dia  akan menjaga jarak dengan orang itu. 


Yuni sering diajaknya bertemu dengan pejabat Publik. Pertemuan itu selalu di tempat yang tidak umum.  Menurutnya yang tidak pernah Yuni lupakan bahwa pejabat publik itu usia jabatannya terbatas karena waktu. Biasanya paling lama 10 tahun. Namun pengusaha punya waktu tidak terbatas. Jangan sampai kedekatan dengan pejabat publik membuat business terancam seiring dengan usia jabatan itu. Pengusaha harus bisa bertahan dan beradaptasai dengan siapapun yang jadi penguasa. 


B pernah menasehati Yuni bahwa hormati pejabat karena dia punya kekuasaan. Jangan lawan atau pertanyakan kebijakan pemerintah. Patuhi dan hormati mereka sepantasnya. Karena kalau penguasa mau hancurkan pengusaha gampang sekali. Sebaliknya mereka juga bisa dengan mudah membuat pengusaha berkembang pesat dan sukses. 


Juga hormati pengusaha yang berada diatas. Mereka sukses dan punya akses kepada financial resource, tekhnology, market. Dekati mereka dengan merendahkan hati. Makanya Yuni sering lihat  B kalau bertemu dengan pengusaha kalangan atas, dia selalu melayani  mereka dengan santun dan hormat. Dia selalu bayar bill untuk makan malam dengan mereka. Kadang pertemuan itu lebih banyak tidak ada hubungan dengan bisnis tapi dia perlakukan mereka dengan penuh hormat.  Menurut B, mungkin kita tidak butuh uang dari orang yang sukses tapi bergaul dengan mereka dapat menimbulkan aura positip bagaimana seharusnya mengembangkan bisnis dengan benar.


Benarlah, lewat 30 menit B sudah nampak di pintu Cafe. Seperti biasa dia tersenyum meliat Yuni.

 

“ Lama ya kita engga ketemu. Ada 5 bulan. “ Kata B

“ Ya uda. Uda sibuk terus jadi Yuni dilupakan“

" Duh mulai dech melankolis."

" Nyatanya memang begitu."

“ Aku baca laporan holding kamu wah hebat sekali. “

“ Uda senang?

“ Aku kagum cara kamu melakukan restruktur perusahaan yang kamu ambil alih tanpa menimbulkan gejolak. Hebat kamu Yun. Sentuhan seorang ibu menyelesaikan masalah soal kemanusiaan memang tidak bisa di kalahkan dengan sentuhan seorang bapak"

“ Aku belajar banyak dari Uda.”

“ Sang predator yaa” Kata B tersenyum.

“ Ah uda. “ Yuni mengibaskan tangannya. Itu anggapan aku dulu. Tapi sekarang setelah pimpin holding sendiri dan ikut proses akuisisi memang tidak mudah bersikap terhadap stakeholder perusahaan yang telah kita ambil alih. Aku yakin sekarang bahwa tindakan Uda selama ini adalah benar. Aku ingat uda pernah bilang bahwa perusahaan harus menghasilkan laba agar fungsi sosialnya tercapai. Untuk apa karyawan banyak tapi perusahaan gagal mendelivery fungsi sosialnya kepada karyawan dan negara. 


Karena keuntungan perusahaan tergerus untuk membiayai SDM yang tidak seratus persen memberikan kontribusi kepada perusahaan. PHK adalah pilihan rasional, bukan karena alasan kapitalis tapi untuk mengkokohkan perusahaan sebagai lembaga profit untuk menjalankan fungsi sosialnya. Maafkan aku atas sikapku dulu”


“ Engga usah minta maaf. Saya tahu kamu sedang berproses. Belajar dari kenyataan  itu lebih baik daripada hanya tahu dari buku.”


Yuni terdiam sebentar. Matanya memandang WIne yang ada di rak cafe itu.

“ KIta buka botol ya Uda. Hanya sebotol wine ya. Engga lebih. Kita minum bareng. Gimana ? Kata Yuni.

“ OK. Hanya sebotol aja. Engga lebih.”


Yuni segera memanggil waitress untuk pesanan sebotol Wine. Wajahnya nampak cerah. Tapi B seperti biasa langsung ke persoalan. “ Jadi apa masalah kamu ?

“ Aku jatuh cinta”

“ Dengan siapa ?

“ Yang pasti bukan dengan uda.” Kata Yuni dan B tertawa. “ Beberapa bulan ini ada seorang Pilot yang suka Yuni.” Sambung Yuni.

“ Dan beberapa bulan itu berapa lama pastinya”

“ 2 bulan setelah kembali dari New York”

“ Bagaimana kamu bisa jatuh cinta?

“ Aku merasa nyaman dekat dengan dia Uda.”

“ Oh kalau gitu, itu alasan yang rasional yang didasarkan oleh kelembutan hati kamu”

“ Masalahnya…”

“ Apa ?

“ Dia suami orang..”

“ Terus…”

“ Gmana pendapat Uda. ?”


B terdiam sebentar Dia memperhatikan gelas wine di hadapannya. Kemudia melirik ke arah Yuni. “ Mau aku beri nasehat ?


“ Ya uda.”


“ Kalau sampai kamu mengambil keputusan untuk menikah dengan Pilot itu maka satu hal yang kamu harus sadari bahwa kamu adalah istri kedua. Tahu maksud aku? Kamu harus lebih ikhlas dan lebih mamahami siapa itu suami kamu. “


“ Mengapa Uda?


“ Karena bagaimanapun pria itu punya ikatan lebih dulu dengan wanita yang sekarang adalah istrinya.  Apakah dia sudah punya anak?


" Sudah”


“ Apalagi dia sudah punya anak. Ikatan cintanya dengan istrinya tak tergantikan dengan apapun. Kalaupun dia jatuh cinta dengan kamu dan akhirnya menikahi kamu itu tidak seratus persen sama dengan pernikahan pertama. Kamu bisa bermanja hanya hitungan bulan. Biasanya lewat 3 bulan, kamu sudah hambar dihadapan dia. Itu kata teman  yang sudah pengalaman poligami”


“ Oh ….”


B meminum wine yang tersisa di gelasnya.


“ Boleh tanya? Kata Yuni.


“ Apa ?


“ Kalau uda sendiri , mungkinkah akan menikah lagi suatu saat?”


“Mungkin, karena semua lelaki mempunyai bakat untuk itu. Tapi secara praktis tak akan menyenangkan. Di dunia ini, satu-satunya standar moral yang aneh dan disepakati di seluruh dunia adalah moral dalam lembaga perkawinan. Bayangkan, semua transaksi sekarang selalu bayar dimuka dan orang akan mendapatkan apa yang dia mau. Dalam perkawinan pembayaran dan ikatan berlangsung selamanya. 


Kalaulah bukan karena Tuhan, lembaga perkawinan adalah kontrak moral yang paling dungu. Itu sebabnya Tuhan mengatakan silahkan poligami asalkan kamu bisa berlaku adil, sementara Tuhan mengatakan sendiri bahwa manusia tidak akan pernah bisa berlaku adil. Hanya pria dungu yang tidak paham bahwa izin poligami itu bukanlah free will tapi by tight condition dan mungkin mission impossible. 


Jadi kalau saya tidak mau poligami bukan berarti saya takut sama istri tetapi takut kepada Tuhan. Takut tidak bisa berlaku adil. Yang pasti cinta saya kepada wanita lain, tidak akan sesempurna cinta saya kepada istri. Paham kamu..” Kata B, Yuni terdiam seperti berpikir atau tidak yakin apa yang baru saja B katakan. 


" Mengapa akhirnya uda menikahi IBu ? Kata Yuni kemudian.


“Karena ketika saya memutuskan untuk melamar istri,  maka itulah keberanian, itulah anugerah Tuhan. Keberanian, karena banyak orang jatuh cinta tanpa ada keberanian menikah. Berani, karena menikah, bukan hanya berbagi tetapi juga berkorban. Anugerah, karena itu hadiah besar dari Tuhan. Yang pasti manusia itu tak akan merasa aman, merasa tentram, hanya dengan menyewa, membeli atau memandangi. Paham, kan. “


“ Maksudnya ? Yuni mengerutkan kening.


“ Saya bisa saja mengagumi wanita cantik dan cerdas, ya seperti kamu, Wenny, Esther. Tapi saya tidak merasakan cinta aman. Hanya sebatas terpesona aja. Tapi… istri saya adalah takdir saya,  yang dianugerahkan Tuhan, yang bukan hanya dipandangi tapi memang dia amanah terindah dari pemberi Cinta, Tuhan.” Kata B


" Yuni sudah bayangkan kalau uda itu suami yang mengagumkan.”


" Kenapa kamu bilang gitu ?


" Sebagai sahabat saja Uda hebat apalagi sebagai suami?


" Kamu engga pernah tahu bagaimana sebetulnya pribadi saya sebagai suami. Kamu hanya kenal saya sehabat. Tadinya saya pria yang lemah, peragu dan penuh inferior. Tapi berlalunya waktu, istri mengubah saya jadi seperti sekarang ini. Dan sampai kini mungkin dia adalah mentor saya. Dia bukan hanya istri tapi juga adalah sahabat, mitra, yang Tuhan kirim kepada saya agar saya tentram. “


Yuni terdiam dan terhenyak dengan kata kata B.


“ Ya itu saja nasehat saya. “ Kata B tersenyum seraya minun wine. “ Ada lagi mau ditanya? Lanjutnya.

“ Cukup. Sangat lengkap. Jadi Yuni bisa bersikap. Thanks my dear brother.”

“ OK. Kalau begitu, kamu ke Beijing secepatnya. Dampingi Wenny akuisisi jaringan Hotel di China. Nantinya hotel itu masuk dalam portfolio holding kamu untuk mendukung bisnis pariwista kamu. “ Kata B.

“ Siap boss.”

“ Ok, udah jam 8 malam. Istri saya pasti sebentar lagi telp. Suruh saya pulang.” Kata B seraya berdiri. Memeluk Yuni dan berlalu.

Friday, October 22, 2021

Titipan terindah

 

Kupandangi Mia dalam tidur pulasnya. Kucium lembut keningnya. Airmataku menganak di tubir mata. Di samping nampak suamiku memperhatikan. “ Maafkan bunda, Ya Mia.” Kataku dengan suara sesal dan tahan isak tangis.


Tadi siang aku sempat marah besar kepada Mia karena entah kenapa dia tidak mau pergi sekolah. Dengan segala macam cara aku membujuknya tapi Mia tetap tidak mau kesekolah. Tak disengaja aku meletupkan amarahku sampai memukul kakinya. Mia menangis “ Bunda, sakit …” aku terdiam seketika ketika melihat wajah takutnya memandangku.


Segera aku merangkulnya. “ Sekolah ya nak. Mia kan mau jadi orang pintar. Sepintar ayah Mia , yak an”


“ Mia, engga mau sekolah bunda” katanya dengan pandangan kosong.


“ Kenapa , sayang “


“ Mia, takut sama Bobi. “


“ Siapa itu ?


“ Anak laki laki”


“ Emang kenapa “


“ Dia sering ganggui Mia. Mia benci Bobi..” katanya meninggi.


“ Gimana kalau bunda antar Mia kesekolah “


Matanya memancarkan satu keyakinan dan kekuatan “ benar , bunda mau antar Mia kesekolah”

Aku menggangguk.


“ Mbak…”Katanya hampir tidak percaya. Karena biasanya yang antar ART.


“ Mbak di rumah jaga adik. “


Mia mengganguk dan memelukku.


Ketika sampai di sekolah. Mia berkata kepadaku “ Bunda tidak kekantor, kan. “ Wajahnya nampak kawatir.


Aku terdiam. Namun aku tidak bisa membiarkan permata hatiku cemas dalam belajar” Bunda akan tetap di sekolah. Jaga Mia sampai pulang sekolah.” Wajanya cerah.


Mia putri sulungku. Dia sekarang duduk di TK. Sementara adiknya berusia 3 tahun. Aku sendiri bekerja di perusahaan Swasta dan Suamiku juga bekerja Perusahaan Asing. Kehidupan ekonomi kami memang mapan dan karena itu tidak sulit bagi kami untuk membayar dua orang baby sitter. Sehari hari Mia dirawat oleh Baby sitter. Kebersamaanku dengan Mia dan adiknya hanyalah dipagi hari sebelum berangkat kekantor dan malam hari hanya melihatnya terlelap ditempat tidur. 


Mungkin beginilah apa yang dirasakan oleh mama ketika menungguku belajar di sekolah. Aku ingat betul dulu aku acap melongok keluar jendela untuk melihat mama duduk di taman sekolah. Bila mataku bersitatap, mama akan tersenyum indah kepadaku. Karena itu aku bersemangat di sekolah. 


Ketika acara perpisahan sekolah di TK, aku masih ingat mama berlinang air mata menyaksikan aku membaca puisi “kasih ibu “.  Papa juga selalu hadir disetiap hari istimewaku. Mama tetap selalu mendampingiku sampai aku tamat SD. Setelah masuk sekolah SLP, mama tak lagi menungguiku tapi selalu aku diantar dan jemput oleh mama. Mama setir sendiri mobil. Ini terus berlangsung sampai aku tamat sekolah SMU. 


Ketika aku masuk perguruan tinggi, mama paling sibuk menyiapkan aku untuk tinggal di luar kota. Dia sendiri yang mencarikan tempat kos terbaik untukku. Dia sendiri yang membelikan kebutuhanku di tempat kos.  Paling sedikit dalam seminggu mama menelphone tiga kali. Selalu yang diingatkan agar aku menjaga sholat dan makan.


Mama sangat sabar. Mama tidak pernah membentakku apalagi sampai memukulku. Bila kadang puncak emosinya tak mampu diredamnya karena kenakalanku maka mama akan memeluku sambil menangis “ Anak mama sayang. Buah hati mama. Jangan nakal ya sayang. “Itu selalu dikatakan mama. Namun dengan airmata mama sudah cukup membuatku luluh untuk sadar akan kesalahanku. 


Bila aku sakit mama tak pernah jauh dariku. Bila malam mama menemaniku tidur. Sedikit saja aku tersentak dari tidurku, mama sudah terbangun. Dia meraba keningku dan bila aku kembali tertidur mama akan mencium keningku sambil berdoa “ Ya Allah, sembuhkan buah hatiku. Engkau titipkan ia padaku tentu engkau pula yang akan menjaganya.” Kata kata itu masih tetap lekat dalam ingatanku. 


Kecintaan mama bukan hanya kepadaku tapi kepada semua saudaraku. Kepada Bang ijal, uni Remi, sikap mama sama. Karena itu jarang kami bertengkar satu sama lain. Sikap bijak mama membuat hati kami melembut dan mudah didamaikan.


Ketika aku lulus perguruan tinggi. Mama bersama papa mengantarku ke gedung wisuda dengan wajah ceria. Ketika aku menggunakan baju toga, nampak mama dan papa berlinang air mata sebagai ujud kasih mereka yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata.  Ketika aku mulai bekerja, Mama selalu mengingatkanku untuk menjaga makan. Kadang menyiapkan sarapan pagi untukku. 


Ketika aku akan menikah, mama mengajak bicara dari hati kehati. Mama menasehatiku agar menjadikan rumah tangga sebagai ladang ibadah. Cinta itu adalah pengorbanan dalam konsep memberi. Demikian mama menjelaskan kepadaku dalam bahasanya yang sederhana. Namun itu sangat bermakna bagiku. Karena mama tidak hanya pandai berkata tapi mama telah membuktikan itu dalam hidupnya. Pengorbanannya menjaga anak anak sangat luar biasa. 


Kami beruntung punya mama. Kesetiaannya kepada Papa sangat luar biasa. Papa beruntung mendapatkan mama sebagai istri. Ini dapat kurasakan sebagai anak dan wanita, yang kelak akan menjadi ibu juga istri dari seorang pria.


Ketika mendekati hari pernikahan, ada satu yang tak pernah bisa kulupakan seumur hidup ketika mama berkata kepadaku “ Nur, kelak yang akan menjadi wali nikahmu adalah penghulu.”


“ Mengapa ? mengapa bukan papa ?


Mama terdiam. Tak berapa lama , airmata mama mengalir sambil berkata “ Secara agama papa tidak berhak menikahkanmu karena kami bukanlah orang tua kandungmu. Kamu anak yatim lagi piatu sejak usia dua tahun. “


Aku hampir tidak percaya apa yang barusan aku dengar. Tapi mama berkata dengan sungguh sungguh tanpa bisa menahan airmatanya. Mama memelukku. Aku larut dalam tangis. Aku masih tidak mempercayai kata kata mama. Aku berharap ini hanya mimpi belaka, Bukan realita yang harus kuterima. Dua puluh lima tahun mama dan papa merahasiakan ini dan terungkapkan ketika aku akan menikah. “ Bagaimanapun Nur tetap anak kami. Hanya ceremonial agama mengharuskan seperti itu. Maklum ya nak.”


“ Ma, …” aku membalas dekapan mama dengan keras” Ma, kenapa Nur harus menjadi yatim lagi piatu. Aku tidak pernah merasakan perbedaan sebagai anak tiri. "


Mama menatap mataku dengan tatapan kasih “ Semua Allah yang mengatur. Allah bisa menitipkan anak melalui rahim kita tapi bisa juga menitipkan pada rahim wanita lain. Walau rahim berbeda namun hakikatnya sama. Sama sama milik Allah dan sama sama titipan Allah. Kecintaan mama kepada kamu dan juga saudaramu, adalah kecintaan mama kepada Allah. 


Pengorbanan mama kepada kalian semua karena kecintaan mama kepada Allah. Ketika kalian tumbuh dan berakhlak, rasa cinta itu semakin membuncah. Karena mama mampu mengaktual cinta itu dalam bentuk berbuat karena Allah dan menjadikan kalian seperti Allah mau. Ini amanah teramat indah yang tak mungkin bisa dibandingkan dengan apapun , anakku.”


***


“ Bunda “ terdengar teriakan Mia kepada ku. Membuat lamunanku terhenti. Mia berlari kearahku sambil merentangkan kedua tangannya untuk memelukku. “ Bobi engga nakal lagi , bunda” Aku memeluk erat Mia sambil berkata “ Bunda , janji mulai saat ini dan besok  besok , bunda akan selalu ada bersama Mia.”


Aku mengirm SMS kepada suamiku “ Yah, bunda mulai sekarang akan berhenti kerja. Bunda akan selalu ada di rumah untuk anak anak.”


“ Benar nih “Jawab SMS suamiku.


“ Benar, Yah.


“ Alhamdulillah. “


Setelah itu, aku tersenyum bahagia. Aku telah membuat keputusan terbaik dalam hidupku saat itu. Karena itu aku sangat merindukan mama. Dalam  perjalanan kerumah , pikiranku selalu kepada mama. Sudah dua kali dalam sebulan ini mama mintaku datang membawa anak anak tapi karena kesibukanku di kantor selalu tidak ada waktu. Aku berniat akan datang kerumah mama. 


Namun ketika aku sampai dirumah, nampak mobil mama sedan di parkir di dalam pagar. Mia langsung berlari kencang kedalam rumah “ Omaaaa…datang. Oma Mia datang. " 


Aku berjanji besok besok akan  selalu datang kerumah mama bila mama merindukan anak anakku, cucunya. Aku akan selalu ada di rumah, untuk anakku, untuk suamiku. Tentu waktuku akan selalu ada untuk menjaga mama dan merawatnya dimasa tua, sebagimana mama berkorban untukku...


Menari dibalik kabut...

 



Hong Kong.

Sore itu saya datang ke tempat yang dijanjikan untuk bertemu dengan seseorang. Karena teman yang rekomendasi, saya penuhi pertemuan itu. Bertempat di restoran kecil di pojok jalan. Memang ini lingkungan cafe di kawasan central Hong Kong. Walau tempatnya kecil tetap saja sewanya mahal. Harga menu engga murah. Belum sempat pesan menu, seorang wanita usia empat puluhan mendekati saya. “ Saya dari Pak Denny. Saya baru sejam lalu mendarat dari NY “ Katanya dengan wajah dingin.


“ Duduklah.” Kata saya cuek sambil pilih menu.

Pelayan restoran datang. “ Ayam Hainan.” kata saya. 

“ Dan anda “ kata pelayan itu kepada wanita depan saya duduk.

“ Kopi saja.” 


Pelayan berlalu. Wanita itu mengeluarkan amplop warna kuning. Saya membuka amplop itu. Setelah membaca sekilas. Saya masukan kembali dokumen itu kedalam amplop. Saya mengambil cheque dari balik saku jas saya. Menyerahkan ke wanita itu. Tampa melihat jumlah tertera di cheque itu, wanita itu pergi dari hadapan saya. 


***

Singapore

Saya jalan kaki dari Mandarin Orchard ke Hotel Four Season. Sampai di Hotel, Denny dan Wenny sudah menanti saya di lobi. “ Mereka tunggu kamu di lantai 6. Team mereka lengkap. Kamu siap? Kata Denny. Saya tersenyum saja seraya melangkah cepat ke arah lift diikuti oleh Wenny dari belakang. Di dalam lift Wenny memperbaiki dasi saya dengan tersenyum. “ Mengapa kamu tidak pernah rapi? Katanya. Saya diam saja.


Di ruang meeting, mereka hadir dengan lengkap. Mereka memperkenalkan diri satu persatu. Saya menjawab hormat. Salah satu dari mereka tampil menyampaikan presentasi bisnis. 

“ Dari lokasi ini “ katanya mewakili presentasi dengan menunjuk satu peta kawasan property. “ ke jakarta, membutuhkan jarak tempuh 1 jam.  Harga tanah di kawasan itu Rp. 20 juta per M2. Sekarang ada lokasi ini ” Katanya menunjuk arah petan lain yang merupakan lokasi proyek yang hendak dibangun. 


“ Lokasi ini sekarang harga tanah Rp. 1 juta. Nanti berkat adanya akses transfortasi modern ke lokasi ini, dibutuhkan waktu tempuh hanya 15 menit. Harga tanah akan naik Rp. 20 juta per m2. Itu masih sangat murah. Bandingkan dengan kawasan TOD di China yang harganya tanah di TOD bisa mencapai Rp. 60 juta per m2.” Katanya melanjutkan. Kemudian dia masuk kepada analisa yang berkaitan dengan aspek legal, tenis, marketing dan financial. Singkatnya dari kenaikan harga tanah pada TOD saja sudah bisa bayar hutang bangun akses transportasi. Sebuah exit strategy yang jenius. Saya tidak begitu tertarik dengan angka angka itu. Saya sudah tahu agenda mereka. 


Saya membuka tas kerja saya dan mengeluarkan tiga lembar dokumen.  “ silahkan baca dokumen ini. Saya minta pihak yang saya tunjuk untuk tanda tangani dokumen ini. Saya pastikan dalam seminggu komitmen bank  akan keluar. Masalah pembiayaan selesai. “ Kata saya. 


“ Bagaimana anda yakin ? kata salah satu mereka


“ Di sebelah saya banker yang mengatur komitmen itu” Kata saya memperkenalkan Denny. Tampa saya komando Denny videocon dengan banker di NY. Semua menyaksikan komunikasi dengan banker itu. Mereka tidak percaya. Saya berdiri dan minti izin undur diri, Saya males bicara lebih banyak. 

"  B, Seru Danny waktu keluar dari ruang meeting." Jadi gagal? 

" Kita meeting bukan untuk deal. Kita hanya lempar umpan. Nanti yang kail orang lain. Terimakasih udah temanin saya meeting" kata saya.


***

Beijing.

Chang datang ke hotel Central Park Beijing sebelah hotel Hyatt tempat saya nginap. “ Kenapa engga di Panninsula ? Kata Chang

“ Kebetulan malam ini saya ada janji makan malam di Germany Club dengan teman. Tempatnya di hotel ini.” Kata saya.

“ Kamu yakin mereka akan patuhi business model yang kamu inginkan dalam proyek konsorsium itu? Tanya chang sambil lalu waktu minum kopi di lounge  executive.

“ Apa penting itu ?

“ Ya penting. Karena tampa business model seperti itu, engga mungkin proyek trasnfortasi modern itu bisa mendatangkan laba. Mau engga mau pada akhirnya negara Indonesia harus tanggung jawab.”

“ Selagi dokumen ini ditanda tangani, apakah masih relevan bicara resiko dari sisi anda? Kata saya memperlihatkan draft dokumen. Chang baca sebentar. Dia tersenyum dan mengangguk. “

“ Tapi apa iya tanpa sovereign guarantee,  banker mau berikan credit. Kan dokumen draft ini tidak kuat, apalagi tanpa persetujuan DPR “ kata Chang.

“ Selagi dokumen itu ditanda tangani, akan aman saja. Banker di NY yang menjamin resiko atas dokumen tersebut. “ 

Chang pandang saya lama. “ Bro, kamu tempatkan kami dalam posisi sulit.”

“ Ini bisnis. Negeri kami masih dibawah kapasitas ekonominya. Peluang berkembang masih sangat besar. Sementara negara lain sudah over capacity. Please, anda ragu, AS masuk. Atau ikuti skema saya. Anda akan dapatkan peluang lebih luas bermitra dengan kami.”

“  Saya dengar kabar salah satu menteri akan berkunjung ke Beijing minggu depan. Dia datang bersama team EPC proyek. Katanya rapat dengan banker.” kata Chang. Saya tidak peduli.

“  Nah tugas anda meyakinkan banker di sini” Kata saya tersenyum. Chang terdiam seperti sedang berpikir. Saya berdiri dan kancingkan jas saya. “ Permisi Chang. Saya ada janji ketemu relasi saya. Senang bertemu dengan anda.” kata saya seraya membungkuk.


***

KL 2019

Yuni datang bersama Esther ke Hotel Istana. Saya ajak mereka makan malam di Pulau bintan. “ Hebat, proyek tranfortasi itu berjalan mulus. Masalah tanah sudah hampir 100 persen selesai dibebaskan. Tapi yang jadi masalah adalah soal TOD. Seperti n nya pemda belum berani mengubah tata ruang. Apa yang terjadi apabila TOD gagal sebagai business model”


“ Jawab sendiri.” Kata Eshter. Saya tersenyum. Yuni melirik ke saya. “ Negara ya bailout. Jadi proyek APBN. ?  Tapi kan ada Perpres 2015. Engga ada APBN”Lanjut Yuni

“ Kan refinncing lewat TOD. Kalau TOD engga jalan, ya default hutang kontruksi. Terus yang mau tanggung jawab untuk biaya kontruksi siapa? Kata esther. Yuni terdiam.


“ Uda kenapa diam dan senyum senyum aja dari tadi? Kata Yuni. Esther tertawa.  

" Kamu itu kepoan. B, itu engga suka diskusi soal gituan. Tetapi omongan kamu dia catat baik. Akan jadi tema dalam tulisan dia di blog dan page.” Kata Esther.


Usai makan malam, Yuni langsung ke kamar. Tetapi Esther temanin saya minum wine di cafe bersama James. “ Saya dengar kabar kamu udah keluar dari cross guarantee settlement dengan pihak NY. Benar?


“ China yang minta saya keluar. Ya 70% pinjaman itu kembali ke CHina lagi dalam bentuk impor pengadaan EPC. Setidaknya China mengukuhkah hegemoninya terhadap ekonomi Indonesia. Itu lebih baik daripada AS. “ 


“ Dan kamu dapat fee dari Chang. Karena berkat dokumen dari kamu, Chang dapat posisi. Dia dapat fee dari pengadaan EPC. Padahal itu hanya selembar dokumen SWAP guarantee settlement. Tetapi dengan itu kamu benturkan politik AS dan China. Bisnis cari uang mudah. “ Kata Esther. 


“ Sok tahu kamu?


“ Semua langkah kamu saya tahu. Denny kan teman saya. Kamu kenal dari saya.” kata esther sewot. “ Baru saya tahu, ternyata dokument dari NY itu hanya credit enhancement yang ilegible, yang tidak ada isi. Teganya kamu make use, Danny.” Esther bicara dengan nada tinggi.


“ Saya engga make use. Itu semua ada ongkosnya. Tapi okelah. Maafkan  saya. Saya tahu, kamu tidak pernah percaya saya.” Kata saya tersenyum.


" Saya tahu jalan pikiran kamu. Kamu tahu percis mereka yang terlibat dalam proyek itu rakus dan pasti umpan kamu mereka makan. Itu kan skema too good to be true.  Chang itu pedagang, dengan dokumen dari kamu itu, dia pasti mudah yakinkan semua pihak, terutama bank di China dan juga politisi. Kamu memang tidak bergerak dan tidak ada dimana mana,  tapi kamu melempar racun ke mereka semua. Jahat kamu, B" Kata Esther.


" Saya engga jahat. Saya hanya survival saja. Berharap program pemerintah bisa jalan. Infrastruktur bisa terbangun. itu aja."


" Jangan hipokrit depan saya. Akui sajalah" Esther semakin keras.


" Loh apa salah saya berprangsangka baik. Kalau benar business model TOD bisa diterapkan kan bagus. Semua happy. " Kata saya.


" Dan kamu tahu pasti TOD itu akan gagal. APBN akan bailout. Karena rente tanah akan dibagi bagi ke pengusaha yang dekat penguasa. " Esther semakin emosi. Saya diamkan saja. Dia memang begitu. Kami saling berdiam. Saya tahu esther sedang berpikir. Entah apa yang dia pikirkan. Yang jelas dia sahabat saya. Dia yang tak ragu kritik saya. Tapi dia pula yang selalu ada untuk saya.


“ Tapi setelah melewati resiko dan kamu keluar sebagai pemenang, Kamu seksi banget. kecerdasaran kamu itu yang seksi. Jangan GR. ya.” Kata esther kemudian.. Saya tertawa.


“ Gimana kalau kita buka botol wine.? Kata esther dengan mata penuh arti.


“ Kamu engga kawatir  mabok. Hotel kamu jauh loh dari sini”


“ Mabok? kamu gendong aku ke kamar.” Kata esther polos dan dia pesan wine satu botol kepada waitress.***


Disclaimer : Nama dan tempat fiksi belaka.

Source : MYdiary.