Saturday, April 24, 2021

Utamakan jalan Tuhan

 


Ada cerita. Seorang pria pedagang asongan sedang gundah. Karena sang pacar minta segara di nikahi. Kalau tidak, terpaksa sang pacar ikut nasehat untuk menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Bagaimana harus segera menikah? Hidup sebagai perantau memang tidak mudah di kota besar. Penghasilan tidak pasti. Mau tinggal dimana? Tinggal saja masih menumpang di kos temannya. Namun pria itu yakin bahwa dia akan mampu melewati cobaan hidup. Yang penting dia punya keberanian untuk menikah.


Tapi apakah cukup dengan hanya bekal keberanian? Antara ragu dan yakin itulah yang membuat dia galau sepanjang hari. Seusai sholat lohor di Masjid dia kembali menuju perempatan jalan untuk kembali dengan aktifitasnya jualan.


Namun sebelum sampai di perempatan jalan, dia melihat ada sesuatu benda yang nampak bersih tergeletak di pinggir jalan. Dia segera memungut benda itu. Ternyata tas tangan. Dia buka tas itu. Di dalamnya ada uang dollar cukup banyak dan Iphone. Dalam dompet itu ada uang pecahan ratusan ribu dan beberapa credit card. Dia hitung jumlah dollar dan pecahan ratusan ribu, jumlahnya mungkin lebih dari cukup untuk menikah. 


Dia teringat doanya tadi waktu sholat lohor " Wahai Tuhan... berilah kemudahan bagiku untuk melaksanakan pernikahan. Kalaulah bukan karena keimanan rasanya aku tidak perlu menikah, Tapi karena keimanaku maka aku harus menikah. Tanpa pertolonganMu ya Allah, tak mungkin urusan yang maha sulit ini bagi ku akan mudah. Mudahkan ya Allah urusannku”


" Nah , itulah janji Allah kepadamu. Gunakan uang itu untuk menikah. Rayakan pernikahan sebagai bukti kamu pria yang bertanggung jawab, dan menantu yang pantas dihormati. " Terdengar bisikan di hatinya. 


Namun dia berpikir keras. Bagaimanapun ini harta bukan miliknya. Ini milik seseorang yang sedang kena musibah kehilangan hartanya. Tugasnya bukan mengambil tapi mengembalikan harta ini. Namun berkali kali bisikan itu datang dan logikanya memaksanya untuk mengambil uang itu sebagai solusi dari Tuhan. 


Tapi akhirnya dia putuskan juga untuk menyerahkan uang itu kepada pemiliknya. Dia lihat KTP yang ada didompet untuk tahu alamat pemilik tas itu. Namun sebelum dia melangkah kealamat rumah pemilik tas itu, terdengar suara telp dari iphone yang ada ditas itu. Dia terima telp itu.


" Anda siapa ? Terdengar suara diseberang.


" Saya menemukan tas di jalan, dan di dalamnya ada dompet dan hp. Saya engga tahu siapa pemiliknya. Ini saya mau antar kepemiliknya. “


" Anda dimana sekarang ?


" Dekat pom bensin menteng”


" OK saya tahu tempatnya. Saya segera sana. Saya pemilik tas itu." 


" Baik. “


Tak berapa lama nampak kendaraan mewah berhenti tepat disamping dia berdiri. Seorang wanita turun dari kendaraan itu. 


" Anda yang temukan tas saya ? kata wanita itu.


" ya bu”


" Mana tas nya ?”


" Ini bu.." Katanya sambil menyerahkan tas itu.


" Tas ini jatuh mungkin waktu saya mau masuk kendalam kendaraan yang tadi parkir sekitar itu " kata wanita itu menunjuk kearah jalan yang tidak jauh dari pria itu. Setelah memeriksa isi tas itu , wanita itu tersenyum puas " Terimakasih ya " Kata wanita itu langsung masuk kendaraan dan berlalu.

Seminggu kemudian, pria itu mendapat kabar bahwa pacarnya telah memutuskan untuk menerima saran orang tuanya menikah dengan pria lain. Tak ada kecewa atau sedih. Tuhan telah memberi dia cobaan maha berat disaat dia harus melaksanakan kewajibannya menikah. Dan dia lebih memilih tidak menggadaikan keimanannya demi wanita yang harus dinikahinya. 


Dalam hati dia yakin inilah yang terbaik dari Tuhan untuk dia terus melangkah di bumi ini dengan tetap berbuat baik dalam kondisi apapun. Apakah akan berbuah baik?, dia tidak pernah pikirkan soal itu. Tapi ada kebahagiaan dan rasa aman ketika dia tetap di jalan Tuhan..


No comments: