Thursday, April 22, 2021

Tuhan sempurnakan niat kita.



Setiap weekend saya pasti ke Shenzhen untuk istirahat. Setiap saya melewati gate ada wanita yang bergegas mendekati saya. “ Sir, you want buy a dress or bell or what”  Katanya dalam bahasa inggris terbata bata. Saya suka dengan gaya struggle nya. Saya mengagguk seraya tersenyum. Dia membawa saya ke satu apartement yang tidak jauh dari mall Louho. 

 

Dia tawarkan beberapa barang. Memang murah sekali. Saya tahu itu semua barang merek palsu. Saya tidak tawar barang dia. Saya beli saja. Ya saya keluar uang sekitar 1000 yuan atau Rp 1,6 juta. Barang itu tidak pernah saya gunakan. Saya hanya simpan di apartement saya.


Kebiasaan itu saya lakukan berkali. Hampir tiga bulan. Satu saat ketika keluar dari gate. Wanita itu tidak nampak lagi. Saya sudah melupakan wanita itu. Saya pergi ke spa yang ada di Shenzhen. Saya ketemu lagi dengan wanita itu. Dia jadi petugas terapis pijat kaki. Keliatan dia malu memijit kaki saya.  Setelah selesai di spa jam 8 malam. Di loby saya bertemu dengan wanita itu. Dia sengaja menanti saya. “ Boleh saya bicara? Katanya.


“ Ada apa ?


Dia nampak bingung. “ Gimana kalau kamu temanin saya makan malam.  Saya sendirian. “ kata saya. Dia terkejut.


“ Benarkah ?Katanya dengan wajah merona.


“ Ya.” Kata saya tersenyum ramah. Diapun setuju pergi makan malam.  Waktu masuk restoran, dia terkesan sungkan. “ Ini terlalu mewah bagi saya. Apakah anda sedang merayu saya.” Katanya.


“ Tidak. Hayolah masuk. Kata saya. Dia masuk dengan ragu.


“ Saya mau minta maaf. “ katanya di meja makan.


“ Maaf apa ?

“ Saya telah berbohong kepada kamu. Berkali kali saya jual barang Itu semua bohong. Baik harga maupun merek.” katanya berlinang air mata.


“ Terus..”


“ Tapi karena kamu tidak merasa dibohongi dan saya dapat dengan mudah menjual. Saya anggap saya terlalu mudah hidup, kalau hanya berbohong. Sejak itu saya putuskan berhenti dagang sebagai  broker. Maafkan saya.” Katanya menangis.


“ Saya sudah maafkan. Kamu engga usah berlebihan. Santai saja.” kata saya menenangkan hatinya.


Usai makan malam, saya ajak dia mampir ke Apartement saya. Awalnya dia ragu. Tapi akhirnya setuju. 


Sampai di apartement saya ajak dia ke kamar tidur saya. Dia menolak halus. “ Saya belum siap. Maafkan saya.”  Katanya. Tapi karena saya desak dia mau juga.  Saya buka lemari di kamar. Dia lihat banyak bungkusan. “ Inilah barang yang saya beli dari kamu selama ini. Tidak pernah saya pakai. Itu hanya saya simpan” Kata saya tersenyum. “ Nah sekarang mari kita keluar kamar “ Lanjut saya.


“ Jadi kamu tahu saya berbohong? tanyanya dengan bingung.


“ Ya. Saya tahu.”


“ Tetapi mengapa kamu diam saja, menerima saja saya berbohong?


“ Saya tidak membeli barang dagangan kamu, tetapi membeli semangat dan rasa hormat kamu.”


“ Oh…”


“ Dan terbukti karena rasa hormat itulah kamu merasa berasalah dan berhenti bekerja sebagai broker. Mejadi terapis pijit lebih terhormat. Saya tidak salah dengan keyakinan saya. “

 

“ Mengapa kamu sangat yakin?


“ Saya memberi karena Tuhan” kata saya tersenyum. “ Walau cara saya berbuat baik keliatan konyol dan salah, namun Tuhan sempurnakan kebaikan saya sehingga niat saya tercapai. Kamupun mendapatkan kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik” Lanjut saya. Dia lama terpana. 


“ Boleh saya memeluk kamu ? Katanya. Saya rentangkan kedua tangan saya, bahwa saya siap menerimanya. Dia memeluk saya. “ Dari kecil saya hidup sangat miskin. Ibu saya pergi dari rumah sejak saya usia balita. Saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya yang juga miskin. Papa entah dimana kini?. Ini kali pertama saya merasa dimanusiakan. “  Katanya dengan suara terisak. 


Tak berapa lama Wenny datang ke apartement. Sebulan kemudian dia sudah bekerja di jaringan international Hotel di Luar kota Shenzhen dibawah portfolio holding yang dikelola Wenny.  Kini setelah 10 tahun, Wenny percayakan dia sebagai kepala dealer gold market pada divisi trading gold. Dia cerdas dan cepat sekali belajar.


No comments: