Saturday, September 03, 2022

Trust..

 



Saya dapat pesan dari aplikasi messenger pada Fanpage saya “ Pak, saya ada kirim email ke bapak” itu pesannya dua bulan lalu. Saya buka email itu. Saya berkerut kening. Wah ini peluang. Dia tawarkan peluang akuisisi perusahaan. Net asset senilai Rp. 750 miliar. Tapi hutang sebesar Rp. 800 miliar. Dia juga lampirkan audit neraca. Dokumen appraisal semua aset.  Saya baca dengan teliti.  Tak terasa saya kerja sampai pagi. Saya balas email. " Kita ketemu hari ini jam 2 sore di Burghundi Grand Hyatt. " 


Tepat jam 2 sore ada telp masuk ke hape saya. “ Pak, saya sudah di cafe. Bapak ada dimana ? Saya sempat bingung. Siapa wanita ini. Kenapa dia tahu soal janji saya di cafe ini. 


“ Kamu siapa? tanya saya.


“ Saya Agha. Agha itu nama anak saya yang saya pakai sebagai nama akun email saya." Katanya.


“ Oh..” Saya lirik depan pintu masuk. Ada wanita sedang telp. Saya yakin itu yang janjian dengan saya. “ Saya udah lihat kamu. Saya duduk di sofa.”  Kata saya.


Dia melirik ke arah saya. Saya lambaikan tangan. Dia mendekat. Usianya mungkin 30 an tahun.  Dia mengenakan baju sederhana. Tapi dari matanya saya tahu dia wanita cerdas. 


“ Pak EJB ya” Katanya membungkuk depan saya sebelum saya persilahkan duduk. 


“ Ya.”


“ Kenalkan nama saya, Bella”  Dia menyalami saya. " Wah senang sekali akhirnya bisa bertemu bapak. Saya pembaca setia bapak di fanpage. Terutama blog nya. Rasa rame. Beragam tulisan, lengkap” Lanjutnya. Saya senyum aja. Saya tebak dia dari Manado. Terdengar dari caranya bicara. Dia wanita terhormat. Tidak duduk sebelum disuruh duduk


" Duduk" Kata saya. Dia segera duduk. Walau dia pakai celana panjang. Namun dari cara dia duduk sangat terhormat.


“ Saya sudah baca email kamu. Saya tahu kamu deal langsung dengan pemilik perusahaan. Karena kalau engga, mana mungkin bisa dapatkan dokumen yang sangat rahasia itu. Sehingga saya mampu analisa dengan cepat. Saya tegaskan saya tertarik.  Kamu sudah siap”


“ Siap pak.” Katanya agak grogi.


“ Kamu harus usahakan dapat posisi dalam proses akuisisi ini..”


“ Pak, saya single parent dengan satu anak. Saya tidak punya uang Rp. 70 miliar untuk dapatkan posisi. Pemilik perusahaan hanya mau deal selama 1 bulan. Lewat satu bulan batal. Aset itu sudah disita bank semua. Maaf...” Katanya tertunduk.


“ Kita selesaikan minggu ini. Saya  saya siapkan semua agar kamu dapat posisi. Siap?


“ Siap pak.” Dia mengangguk.


“ Nah ini saya sudah email draft agreementnya. “ Kata saya setelah  kirim email “  Itu HoA. Dalam agreement itu kamu punya kewajiban 1 bulan bayar Rp. 70 miliar. Agar dia mau teken. Saya siapkan Rp. 5 miliar untuk engagement fee. 1 bulan tidak closed, Rp. 5 miliar hilang. Pasti dia setuju. Kamu usahakan agar pemegang saham mau teken dan lempirkan semua dokumen sesuai agreement.  Paham”


“ Paham pak.”


“ Ya udah kamu kerjakan segera. Nanti kalau sudah teken, temui saya lagi.” Kata saya.


“ Pak,  kenapa bapak percaya sekali dengan saya.” Katanya. Saya lepas kacamata saya. “ Kerjakan saja yang saya minta. Katanya kamu sudah siap” kata saya berkerut kening.


“ Ya siap."


“ Ya udah. Lakukan” Kata saya seruput kopi.  Dan merokok seraya menyandarkan tubuh di sofa.


“ Kalau begitu saya undur diri dulu ya pak.”


‘ Ya ..” 


Dia pergi.


***

Jam 12  dia telp saya. Saat itu saya sedang suapin makan cucu di rumah anak saya. “ Pak Eri, saya sudah dapat HoA. Sesuai draft bapak.  Saya udah email ke bapak. Aslinya ada pada saya. Kapan bapak mau ambil”


" Sebentar saya check email dulu. " Kata saya segera buka email box lewat smartphone saya. “ Ya. Udah. Tolong nomor rekening kamu, biar orang saya kirim uang ke kamu Rp. 5 miliar.  Jam  2 sore ketemu saya di Kitchenette, Central Park.”


“ Siap pak. Segera saya WA nomor rekening saya." 


Saya segera telp Awi. “ Wi kirim uang ke rekening yang barusan saya kirim via WA, Jumlahnya Rp. 5 miliar” 


“ Siap jel”


Jam 2 sore saya bertemu dengan Bella di Central Park. Dia serahkan semua  dokumen dan kontrak itu. “ Kamu udah bayar Rp. 5 miliar ? tanya saya.


“ Sudah pak. “  Dia perlihatkan copy transfer ke perusahaan itu.


“ Kamu tunggu disini” Kata saya. Dari  Kitchenette, saya jalan ke Hotel Pulman. Jam 4 sore saya kembali ke Kitchenette Dia masih tunggu saya. “ Besok kita ketemu di Notaris.” Kata saya memberikan alamat kantor notaris. Saya panggil waitress. Bayar bill. "Kamu tinggal dimana Bella?


" Saya di apartement Kalibata." 


" Naik apa kemari?


" Naik kereta. Dari stasiun pakai taksi ke mari."


" Oh ya udah. Besok pastikan kamu udah di kelapa gading di alamat Notaris" Kata saya seraya meberi dia uang satu juta rupiah. Dia ragu terima uang itu tapi karena saya tersenyum. Dia terima juga.


" Siap pak. Terimakasih."  Katanya dengan air mata berlinang. " Saya permisi ya pak" Saya mengangguk.


***

Saya datang ke notaris bersama Awi. “ Dengar ya” kata notaris kepada Bella dan Awi, saya“ Hari ini kita buat akad. Awi akan beli aset yang ada di neraca perusahaan ini. “ Kata Notaris  menyerahkan daftar aset itu kepada mereka berdua. List asset itu saya dapat dari Bella dan sudah di appraisal semua.


“ Pembayaran tunai Rp. 75 miliar. Uang dikirim langsung ke rekening ecrow notaris. Selanjutnya tugas saya akan selesaikan akad akusisi perusahaan, termasuk penyelesaian hutang bank.  Siap teken? atau ada pertanyaan? Kata notaris.


“ Siap”Kata Awi dan Bella serentak


Di kantor notaris itu Bella  buat akad perjanjian jual beli aset dengan Awi. Artinya hari itu juga secara akad, Bella punya perusahaan tapi isinya sudah pindah semua ke Awi termasuk hutang.


Setelah teken saya berpisah dengan Bella. Dalam kendaraan saya arahkan Awi. “ Besok lue ke Singapore. Pihak buyer aset itu ada di Singapore sekarang. Mereka punya perusahaan di Indonesia. Pastikan deal dengan mereka setelah asset clean.  Penyelesaian hutang perusahaan itu di bank gunakan skema SWAP asset melalui SBLC dari bank di Singapore. Confirmed LC. John di Singapore udah paham itu. Lue tinggal ngomong aja ke dia. Nanti dia urus semua itu. 


Setelah itu teken purchase agreement dengan buyer dan minta mereka tempatkan uang di escrow notaris. Delivery document against payment. Paham.  Lepas aset itu Rp 1,3 triliun. Kamu beri Bella bonus Rp. 50 miliar. Jangan lupa bayar pajak. Jangan main main soal pajak. Paham!


“ Paham jel. Udah biasa itu.”


***


Tiga bulan kemudian saya bertemu Bella. itupun setelah berkali kali dia WA dan SMS mau bertemu. Akhirnya saya temui juga di Cafe. 


“ Terimakasih pak” Katanya berlinang air mata. 


“ Kenapa kamu menangis?


“ Tadinya saya sudah putus asa. Suami ceraikan saya begitu saja. Saya tidak bisa tuntut apa apa. Karena saya tidak nikah resmi.” 


“ Bagaimana kamu dapatkan informasi sangat lengkap langsung dari pemilik perusahaan” kata saya ingin tahu soal bagaimana dia dapatkan akses. Saya tidak tertarik soal urusan pribadi dia.


“ Setelah bercerai saya kenal dengan boss perusahaan. Dia kesulitan keuangan. Karena utang bank sudah lebih setahun jatuh tempo tapi tidak bisa bayar.  Perusahaan itu nyaris bangkrut karena sengketa warisan. Mereka ingin cut loss. Dia minta toloang agar saya carikan pembeli. Entah mengapa saat itu saya ingat bapak. Ya saya email semua dokumen itu. Dua bulan baru dapat jawaban. Saya sudah hopeless apakah masih ada peluang. Tapi ternyata masih ada. Dia minta 1 bulan harus selesai dan bapak sanggupi. Saya dapat fee dari koh Awi, Rp, 50 miliar.”


“ Oh gitu..”


“ Pak ..Kata Bella dengan wajah ragu. " Ada uang Rp. 50 miliar di rekening saya” Dia perlihatkan buku tabungannya. “  Saya cukup 1 miliar aja. Itu sudah lebih dari cukup. Saya mau pulang ke Menado. Mau buka warung kuliner pak. Boleh ya pak” Kata Bella.


“ Ah engga perlu. Itu ambil aja semua untuk kamu. Engga usah pikirkan saya. 


“ Kenapa ?


“ Engga mudah dapatkan trust dari penjual perusahaan yang aset nya hampir Rp, 1 triliun.  Dan kamu dapatkan trust itu. Langsung dari pemilik bukan dari perantara. Jadi,  itu uang udah hak kamu. Kamu deserved mendapatkannya. " Kata saya.


Dia menangis. Airmatanya jatuh. Tapi tidak bersuara. Hanya matanya terus menatap saya. Duh pening saya. Kenapa pula wanita ini. Saya berikan tissue untuk dia usap airmatanya. 


" Bapat engga dapat apa apa. Padahal bapak udah kenalkan saya dengan Koh Awi. Bapak juga bukan orang kaya. Tapi bapak tulus sekali bantu saya" Kata Bella.


" Udah ya Bella. “ kata saya berdiri. Saya ada janji ketemu orang lain. “ Sehat sehat selalu ya. “ 


“ Pak ..” dia peluk saya.  “ baik baik selalu ya. “ Kata saya berbisik. 


“ Terimakasih pak." Kata Bella.


Terimakasih Tuhan. Saya menulis di blog dan fanpage tidak ada niat cari uang. Semata mata hanya untuk berbagi pengetahuan dan informasi. Tapi tanpa disadari lewat fanpage itu Tuhan bukakan rezeki untuk saya.  Dapatkan peluang tanpa capek nego dan lobi. 

No comments:

Idealisme ?

Rahmat teman SMP ku. Ayahnya kepala sekolah. Dia memang pintar di sekolah. Beda denganku yang setiap dapat lapor sekolah dengan nilai  rata ...