Perubahan



Di bawah Business Developent Group (BDG), SIDC ada departement  Audit and controllership (AC). Personalnya hanya 40 orang. Tapi sangat tinggi kompetensinya. Pada dept AC, Ada 12 orang yang menangani Unit Management improvement ( MI). Group SIDC sudah dilengkapi dengan sistem IT sejak tahun 2008 dan sampai kini terus ditingkatkan IT tersebut.  Setiap anak perusahaan terhubung dengan BDG secara IT. Jadi data mereka diawasi ketat setiap hari oleh team MI. 


MI hanya bertugas memberikan masukan berdasarkan fakta lapangan. Tidak boleh intervensi management. Tugas utamanya membantu boss anak perusahaan. Latar belakang dan kompetensi audit dan control mereka sangat kuat. MI melakukan pengawasan dan bertindak berdasarkan skala prioritas. Sebagian besar kontrol secara remote. Tapi ada juga dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. 


Walau MI team kecil namun tanggung jawab mereka sangat besar. Karena Tugas mereka mengawasi setiap keputusan management dan melakukan perbaikan management. Itu meliputi 5 sub hoiding dan ratusan anak perusahaan yang tersebar di China dan beberapa negara. Makanya team kecil itu jarang ada di kantor pusat. Mereka traveling terus.


***

Tahun 2018, saya sedang travelling ke Gungzhou. Tahun itu awal saya mulai aktif lagi sebagai Chaiman setelah 5 tahun non aktif. Saya berkunjung ke pabrik Eletronik dikelola anak perusahaan yang ada di kawasan industri di distrik Dongguan. Selama kunjungan itu saya didampingi Risa, CEO sub Holding yang markasnya di Shanghai. Sore hari usai meeting dengan Hwang direksi Anak perusahaan, saya udang mereka makan malam.


Saat makan malam itu, Hwang, dapat telp. Usai terima telp itu dia menatap saya. “ B, apa boleh saya kembali ke kantor. Karena orang MI mau ketemu saya. Mereka mau kembali ke Hong Kong besok pagi. “ 

“ Suruh mereka kemari aja. Makan malam bersama kita.” Kata saya.


“ OK” Katanya segera memberi tahu agar datang ke restoran. Saya terus aja makan malam. Tak berapa lama datang Pria dan wanita. Hwang menerima mereka bicara di sofa yang ada di ruang VIP itu. Jarak mereka bicara hanya selangkah saja. Tepatnya dibelakang table makan malam. Jadi saya bisa dengar apa yang dibicarakan.


“ Kami sudah pelajari proses supply chain anda. Ternyata itu merugikan para supply chain. Karena kewajiban stok material chip terhadap mereka diatas kewajaran. Kami sudah wawancarai mereka. Mereka keluhkan itu. Kami juga melihat fakta stok mereka di gudang.” Kata team MI.


“ Ya saya tidak punya pilihan lain. Karena saya harus pertahankan standar produksi. Bahan Chip harus on time delivery. Kalau engga, proses produksi bisa terhambat. Ini akan mempengaruhi kinerja saya.” Kata Hwang.


“Pak, apakah anda tidak sadar. Anda sudah merusak visi Top Management SIDC tentang kepentingan stakeholder harus dijaga. Kita harus berkembang bersama dengan Stakeholder. Engga bisa dengan cara begini. Dan lagi mereka itu UKM. “  Kata team MI yang wanita.


“ OK solusi kalian gimana ?


“ Pertama, tanggung bunga bank mereka atas stok itu. Atau kedua, perbaiki proses produksi yang tidak perlu diatas stok yang wajar. “


“ Yang pertama tidak mungkin. Yang kedua juga tidak mungkin. Kata Hwang geleng geleng kepala.


“ Mungkin. “ seru team wanita dengan cepat “ Saya sudah pelajari struktur cost pabrik dan itu masih wajar kalau anda tanggung bunga bank. Dan perbaiki proses produksi juga sangat mungkin. Karena ini masalah quality control yang kurang orang. Kalau anda tambah orang tentu kecepatan kerja tidak perlu terlalu lama stok bahan material di pabrik. Jadi tidak perlu dibebankan kepada supplier.” Kata team MI dengan memberikan data lewat komputernya. Saya dengar itu tersenyum aja.


Hwang terdiam seraya melihat ke layar komputer dari team MI. Dia mengangguk. “ Baik saya akan lakukan perbaikan.  Terimakasih” Kata Hwang. Team MI langsung berdiri dan permisi pergi. Saya ajak mereka ikut makan malam. Mereka mengangguk dan gabung di table.  Saya perhatikan, yang wanita pakai blazer. Usianya mungkin belum 30 tahun. Orang China. Yang pria mungkin usia juga sama. Orang Philipina. 


***


Usai makan malam saya kembali ke apartemen bersama Risa. 


“ ALe, kerja di SIDC itu enak banget. Sistem nya sangat solid tapi flexible. Semua orang berpikir positif. Jadi proses management bukan saja meningkatkan kinerja tapi juga memperbaiki terus menerus. Holding SIDC di kantor pusat punya supporting group yang sangat hebat. Mereka muda belia dan pekerja keras. “ Kata Risa.


“ Emang kamu pernah punya pengalaman dengan team MI? tanya saya.


“ Pernah. Tahun 2017. Saat itu team MI kritisi kebijakan soal biaya entertain staf Sub Holding. Memang ongkos makan siang dan makan malam menjamu relasi sangat mahal setiap bulannya. Tetapi itu sudah berlangsung sejak sebelum aku jadi CEO. Ya biasa saja. Team MI  sarankan agar lantai atas kantor SIDC di shanghai jadi lounge dengan kamar VIP. Tentu dilengkapi dengan koki handal. Jadi kalau kita jamu tamu, ya di lounge itu. Ternyata bisa memangkas ongkos entertain sampai 60%. 


Hebatnya, hal yang dianggap remeh dan kecil bagi semua perusahaan pada umumnya,  tidak luput dari perhatian holding. Tapi aku bisa maklum. Kamu kan  Boss besarnya, memang terkesan pelit. Tetapi wajar saja. Karena kamu dirikan bisnis dari nol.  Sangat paham akan perlunya efisiensi. Sangat paham arti berproses. Sangat paham kendali terhadap kinerja. Sangat paham artinya focus.” Kata Risa. 


“ Saya tegaskan kepada semua anak perusahaan agar perhatikan semua rekomendasi MI. Karena mereka dibayar mahal oleh hoiding. “ Lanjut Risa.


“ Sa, seru saya. “ Mengelola organisasi, baik itu perusahaan atau lembaga atau negara sama saja. Harus ada team yang mumpuni bidang control dan audit yang khusus bidang improvement. Karena proses management berlangsung cepat seiring dengan kencangnya arus kompetisi, kadang membuat boss lupa pentingnya control hal detail. Padahal banyak perusahaan besar atau negara jatuh bukan karena masalah besar tapi karena masalah kecil yang dibiarkan. Itu terakumulasi terus menerus. Sehingga jadi moral hazard. Maka rusaklah sistem dan budaya kerja. Kehancuran hanya masalah waktu.” 


“ Ya Ale, “ Kata Risa tersenyum. “ Kepemimpinan itu seni ya. Seni mengelola semua sumber daya. Disebut seni karena harus menyesuaikan dengan perubahan terus menerus. Makanya SDM yang kreatif dan mumpuni mutlak. Tapi yang lebih penting..” Risa terhenti dan merebahkan kepalanya kepundak saya. 


“Apa ? tanya saya mengerutkan kening.

“ Gaji dan bonus SIDC memang besar. Gaji diatas rata rata industri sejenis. Bonus setahun bisa dapat 15 bulan gaji. Itu berlaku pada setiap level bagi semua perusahaan di bawah SIDC. Jenjang karir sangat jelas. Tidak ada diskriminasi, apalagi soal ras  maupun  soal pendidikan dan almamater. Kompetisi terjadi secara akal sehat dan peluang terbuka lebar bagi siapa saja “ kata Risa memegang pipi saya dengan kedua telapaknya.

Comments

Popular posts from this blog

Negeriku elok, rakyatku bego.

Politik berbisik.

Dendam tertindas seorang wanita