Sunday, August 28, 2022

Menggenggam bara aib..

 





Jam meja memekik-mekik membangunkan Putri. Tangannya yang selicin pualam itu bergerak spontan hendak mematikan alarm, melanjutkan kembara mimpi dari ranjang kamar apartemennya yang asri. Namun sel-sel otaknya masih mengingat pesan singkat, Broto. " Put, aku akan beri kamu uang cukup setelah itu kita akhiri hubungan kita. " Pesan itu seperti petir di siang hari bolong. Kepalanya masih terasa pusing mengingat pesan itu. Badan lampainya melayang turun menuju kamar mandi, sembari menanggalkan secuil busana yang masih tersangkut di ranum raga. Di kamar mandi dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan menyilet urat nadinya. Namun dia urungkan pikiran buruk itu. Justru akhirnya dia tertawa.


Setidaknya dia harus berusaha berpikir waras. Toh sebenarnya dia tidak butuh Broto,  tapi uangnya untuk menikmati kemewahan. Dari awal dia sadari sebagai sebuah pilihan. Dia percepat mandi dan segera ke bandara mengejar jadwal bording pesawat. Dia sudah berjanji dengan Arya makan malam di Singapore. Tentu akan disertakan malam yang indah dan liar.  Usianya 43 tahun. Menikmati sentuhan Arya berusia 25 tahun memang melelahkan. Namun dia merasa sempurna sebagai wanita.  Sangat indah sentuhan dan penuh rasa hormat., tentu memanjakannya.


Taksi sudah menanti di depan lobi Apartement “ Ke Bandara ya Pak ” katanya singkat. Sekilas dia lihat supir taksi itu masih muda. Mungkin usianya belum 30 tahun. Keliatanya dari gaya bicaranya orang Sumatera. Dia sibuk membaca tweet di akun sosial medianya. Dia bangga. Karena semua orang memuji pakaiannya dan gayanya. “Sangat berkelas loh, put” Komen teman temannya.  Mendekati Bandara dia dapat pesan singkat dari Arya “ Tante, maafkan aku. Kita akhiri saja hubungan kita. Aku jatuh cinta dengan seseorang. “  


Rasanya langit runtuh menimpanya. Dia terkejut. Apa salahnya? Kemarin Arya beralasan tidak mau lagi bertemu dengannya. Namun dia memohon. Akhirnya Arya luluh juga. Kini Arya dengan tegas bersikap. Memang hubungannya dengan Arya hanya sekedar have a fun. Tidak ada perasaan cinta terlibat. Makanya Putri tidak merasa bersalah. Walau  disampingnya ada Broto, pria yang dianggapnya sebagai suami. Ya hanya sekedar persepsi seorang suami tanpa validasi document.  Bagi Broto, Putri hanya pelampiasan dari kehidupan sex yang buruk dengan istrinya di rumah. 


" Put, aku sibuk sebagai Anggota legislatif. Sibuk memikirkan rakyat banyak. Memikirkan agar pemerintahan beres. " Kata Broto berlasan tidak bisa datang ke apartemennya. Itu hanya alasan saja. Alasan munafik. Mengapa ? Dia tahu bagaimana Broto  dan teman temanya di legislatif berkonspirasi dengan pejabat merampok Anggaran negara dan  menjadi pelindung para pelaku corporate crime. Kemunafikan seperti air susu ibu dan membuat mereka seperti minum air laut. Tidak pernah kenyang. Selalu dahaga dengan uang haram. Tapi apa peduli Putri. Toh dia juga menikmati uang dari Broto, menikmati kehidupan bersama kaum sosialita.


Apakah mungkin dia jatuh cinta dengan Arya sehingga merasa sangat kehilangan atas keputusan Arya? 


“ Tunggu tante di Singapore, kita bicarakan apa masalah kamu? reply nya.


“ Tante,  its over. “


“ Setidaknya malam ini saja Arya…Please “


“ Ya udah. Malam ini saja. Tetapi saya perlu uang USD 50,000.” 


“ Tante kirim segera uang ke rekening kamu. Dua kali transfer via virtual account ya” 


“ Terimakasih Tante.” 


Dia tergesa gesa keluar dari taksi. Namun ketika akan boarding. Dia baru menyadari tas tanganya tertinggal di taksi. Dalam tas itu ada traveller Cheque sebesar USD 25,000 dan perhiasan berlian serta jam tangan mewahnya. Itu diperkirakan senilai lebih dari USD 100,000. Tapi yang membuat dia terkesiap, hape khusus untuk berhubungan dengan Arya tertinggal di dalam tas itu. Di hape ini ada photo naked dia bersama Arya. “ Duh tamat aku.” Betapa hancur reputasiku kalau photo dan video itu beredar di dunia maya.  Habislah semua yang aku banggakan.” Katanya dalam hati dengan paranoia. 


Dia langsung telp perusahaan taksi untuk memberi tahu tasnya tertinggal di dalam taksi “ Bu, sebutkan nomor pintunya” Kata operator taksi.


“ Saya lupa” 


“ Ok. jam berapa ibu naik taksi dan darimana naiknya. “ 


Dia menyebut jam berangkatnya dan alamat apartementnya. 


“ Baik, bu, Kami akan siarkan lewat radio kepada semua taksi kami yang ada di lapangan. Nanti kalau ada supir taksi hubungi kami, segera akan kami hubungi ibu” Kata Operator taksi. Walau operator telp itu sudah mencatat nomor telp nya untuk dihubungi kembali. Dia hopeless. Karena era sekarang mana ada orang jujur. Apalagi  temukan tas berisi uang dan perhiasan bernilai mahal.


Hanya berselang 30 menit , hapenya bergetar dari nomor yang tidak dia kenal. Dia angkat dengan ragu “ Bu, saya supir taksi yang  tadi antar ibu ke Bandara. Tadi saya dengar dari operator ibu ketinggal tas di taksi. “


“ Ya benar,  benar Pak” Kata Putri dengan rasa senang.


“ Barusan penumpang saya beri tahu ada tas tertinggal di kursi belakang. Mungkin  ini punya ibu ? 


“ Ya benar pak. Bapak ada dimana ?


“ Saya sedang antar penumpang saya ke daerah Pluit. Nanti setelah saya antar , saya kembali ke bandara untuk serahkan tas itu” 


“ Duh terimakasih pak. “


“ Ibu catat nomor pintu kendaraan saya. “ Kata supir taksi itu menyebut nomor kendaraan. 


“ Baik pak. Saya tunggu” kata Putri.


Dalam 1 jam dia sudah dapat telp dari Supir taksi itu. “ Ibu ada dimana ?


“ Saya tunggu di McDonald”


“ Ya udah saya kesana” 


Tak berapa lama nampak supir taksi itu datang membawa tas itu. “ Coba itu periksa. Apakah ada yang hilang isi tasnya?  Kata supir taksi itu. Putri langsung buka tasnya dan lihat isinya. Semua utuh. Tidak ada yang hilang. “ Terimakasih pak. Tidak ada yang hilang “ Kata putri tersenyum puas.


“ Ya udah ya bu.” 


“ Ya pak.” Katanya seraya sibuk dengan gadget nya.


Supir taksi itu berlalu. 


Putri  terpaksa beli ticket karena ticket yang ada sudah hangus. Namun sebelum dia pesan ticket via aplikasi. Dia dapat pesan image dari Arya. Kini dunia bukan runtuh menimpangnya. Tetapi kiamat. Betapa tidak? Photo yang dikirim Arya itu adalah kemesraan antara Broto dan Arya.” 


“ Maafkan saya bu. Saya bisex” Capture singkat dari Arya. 


Dia terkulai di kursi. Merenung nasipnya. Inikah kutukan uang haram? kehidupan sosial yang salah. Walau tertawa di tempat ramai,  namun menangis di tempat sepi. Walau terhormat di depan orang banyak, namun megenggam bara aib yang menyakitkan. Dia berusaha tenang. Setidaknya Tuhan melalui supir taksi telah menyembunyikan aibnya. Tuhan tetap sayang kepadanya walau dosanya tak terbilang. Dia harus melanjutkan hidupnya dengan tobat. Setidaknya berusaha menjadi orang baik. 


Dia segera telp supir taksi itu. “ Ya bu? ada apa lagi ?


“ Pak, saya lupa ucapkan terimakasih dan beri hadiah kepada bapak” Kata putri dengan tertahan tangis.


“Engga perlu bu. Sehat selalu ya bu. Semoga selamat dalam perjalanan” kata supir taksi itu. 


“ Ya pak “ 


Supir taksi itu menolak ucapan terimakasih dan hadiah darinya. Ia menjadi sebuah kemewahan karena dilakukan dengan ketulusan. Itu yang selama ini dia lupa. Putri menangis.  Orang baik hanya akan terima uang dari sumber yang baik pula. Dan mereka tidak perlu pujian atas kebaikannya, Cukuplah Tuhan sebagai tempat satu satunya bersandar. Sementara dia adalah pecundang. Juga Broto dan kawan kawan. Arya Juga pecundang. Sekali pecundang, akan mati sebagai pecudang.

No comments:

Menentukan pilihan...

  Tahun 1984, selesai briefing team sales di kantor. Kami segera bergerak menuju target pasar. Kantor kami di Ratu Plaza. Di lobi Aling namp...