Saturday, May 06, 2023

Kisah negeri Sangkala Dharma (2)

 




Bruno sengaja mengundang Dulkanak datang ke Eropa bertemu dengan Sundratama. Publik tahunya Sudratama sedang berobat ke luar negeri dan Dulkanak membesuk. Maklum mereka bersahabat. Mereka pernah satu partai. Walau sundratama sudah mendirikan partai sendiri. Namun hubungan merekat tetap baik. Ya bisa jadi karena sama sama punya chemistry business.  Politik bagi mereka hanyalah alat leverage mereka mendapatkan kekayaan lewat penguasaan sumber daya.


“ Dewi dengan partainya tetap belum bisa bersikap menentukan Capres. Sementara kekuatan kami dan team shadow number1 sudah bisa mengkondisikan capres yang akan didukung koalisi besar. Kita hanya ingin mengamankan apa yang sudah dilakukan selama dua periode kekuasaan Wiratama. Suka tidak suka kita semua kan kebagian kue. Jadi engga elok lah saling berhadapan. Kamu atur aja gimana langgam mainnya untuk gagalkan Abunasarudin maju capres tahun 2024. Kamu kan ketum Partai pengusungnya” Kata Dulkanak. Walau suaranya terkesana lembut ditengah musim dingin Swiss namun terasa panas.


Sundratama sangat kenal karakter Dulkanak. Bagi Sundratama itu hanya cara Dulkanak menyudutkannya. Dia hanya tersenyum tipis. Dia tidak ingin bicara lebih jauh. Yang jelas selama dua periode  jabatan number1, yang menikmati kekuasaan adalah Dulkanak. Semua orang dianggap tak bernilai. Semua anggota partai Koalisi dipaksa mengikuti kehendaknya. Tentu dengan banyak cara dia lakukan demi memuluskan agenda number1. Termasuk meminta kepada kartel bisnis tambang untuk membayar anggota Parlemen mensyahkan UU sesuai agendanya.. 


Dan kini Dulkanak datang lagi dengan nada seakan harus sama sama cuci piring. Sebenarnya itu cara dia mengkapitalisasi semua orang. Bruno melirik kepada mereka berdua. Sundratama tetap tidak berkomentar apapun.  “ Sabda Marka engga mau kalian terpecah. Ayolah bersatu lagi. Bagi kami tidak penting siapa capres, yang penting jangan sampai dia yang di blacklist HAM oleh kongres. Toh intinya siapapun yang menang, kita akan bersama sama menghadapi kekuatan negara Chakra. Ya tinggal setujui outlook Indo pacifik kami, kita sudah jadi fakta pertahanan bersama menghadapi Chakra. “ 


“ Sampai hari ini kalian tidak serius berpihak.  Setor dululah uang untuk persiapan Pemilu 2024. Setelah itu saya ikut kemana kamu arahkan perahu saya.” Kata Sundratama.


“ You engga bisa todong begitu. Kan engga selalu dalam bentuk uang. Tapi dukungan sumber daya inteligent juga uang. Kasus Rp. 150 T temuan Financial interligent unit sudah berhasil dia hidden  dari sistem perbankan international. Itu uang yang siap jadi sumber daya kita untuk memenangkan pemilu 2024.” kata Dulkanak “Percaya ajalah dengan Bruno. Saya udah ketemu dengan team dia di Sabda Marka. Mereka serius dan komit kok” 


Sundratama hanya menyeringai. Kalau dia lemah sekarang, besok dia juga akan lemah. Sama dengan tahun 2014 dan 2019. No Way. Kalaulah langkahnya sekarang tidak tepat, manapula Dulkanak dan Bruno mau bicara dengan dia. Pertemuan itu ditutup dengan sikap Sundratama akan memikirkan  usulan Dulkanak. Padahal itu hanya cara Sundratama menolak halus sikap Dulkanak.


***

“ Dulkanak, kita dapat masalah “ kata Bruno via telp international. Mereka janjian bertemu di Singapore. Dulkanak sempat mulai ragu kepada Bruno. Karena dana Rp. 150 T  yang di hidden, kini malah di block oleh bank di Singaparna. Alasan Bank itu  masuk katagori 3310. Artinya Green pack  yang intervensi sehingga Sabda Marka tidak berdaya. Karena greenpack kuasai sistem on/off rekening offshore.


“ Greenpack bungkam DC. Ini berkaitan dengan open market committee. Dana hidden harus dibuka. Kalau tidak, ketidak seimbangan sektor fiskal dan moneter akan memperburuk ekonomi global dan mengancam hegemoni mata uang green. Dalam waktu dekat akan terjadi badai tsunami sistem keuangan, terutama dana hidden. Akan banyak bank kena masalah. “ Kata Bruno.


“ Ya ok. Itu bukan urusan saya. “ kata Dulkanak. “ Apa hubungan dengan agenda saya”


Bruno memberikan empat lembar kertas kepada Dulkanak. Seperti halilintar di tengah siang hari bolong. Di lembaran kertas itu tertulis data setiap mereka yang terlibat dalam operasi transaksi mencurigakan yang masuk katagori 3310. Jelas akan terkunci segera. Tidak akan bisa diakses lagi itu rekening. Sementara bukti file nya akan memaksa negara manapun untuk melakukan investigasi dengan kuridor dari greenpack. Kalau tidak, greenpack akan keluarkan dari list penerima fasilitas likuiditas valas. Dampaknya mata uang lokal akan terjun bebas dan pasti rezim juga akan jatuh. 


“ Apa yang harus saya lakukan” Kata Dulkanak. Karena namanya dan teman temannya terdapat pada empat lembar kertas itu.  Sepertinya dia sudah duduk diatas kursi panas. 


“ Saya tidak bisa beri advice apapun. Saya hanya ingin sampaikan bahwa kami tidak bisa bantu apapun. “ 


“ Apakah karena greenpack mendukung Abunasarudin? Tanya Dulkanak dengan mengerutkan kening.


“ Greenpack tidak berpolitik dan tidak ada urusan dengan siapa yang mau jadi number1. Mereka lebih focus amankan sistem mata uang. Dengan kekuatan sistem mata uang, mereka bisa leluasa kendalikan rezim dimanapun dan siapapun “ Kata Bruno tegas. Dulkanak menarik napas. Jantungnya berdetak kencang. Ada rasa kawatir atas apa yang sudah dirancangnya berbulan bulan meningkatkan elektabilitas capres yang di design atas restu number1, ternyata kandas. Kini dia menghadapi masalah lebih serius kalau file itu dibuka ke publik.


***

Mahdi datang ke istana bertemu dengan number1. Selaku ketua team nasional financial intellgent unit dan Menteri Senior kabinet republik Sangkala Dharma, dia melaporkan temuan dari sistem greenpack atas ilicit fund. “ Kalau kasus ini dibuka ke publik dan harus melewati proses investigasi, saya kawatir akan menimbulkan kegaduhan politik. “ Kata Wiratama. 


“ Kita tidak punya banyak pilihan. Kalau kita tolak permintaan greenpack, mata uang kita akan jatuh. Keadaan sospol akan sulit dikendalikan. Militer jelas tidak ingin dibenturkan dengan rakyat. Polisi juga tidak akan seleluasa sebelumnya. Jatuh semua” Kata Mahdi dengan taktis menjelaskannya. 


“ Gimana dengan Ibu Dewi? Apakah dia sudah tahu?


“ Ya sudah. Dia siap mendukung dibukanya kasus ini. Biarkan semua publik tahu. “ Kata Mahdi.


Wiratama terhenyak.  “ Ya lanjutkan saja” kata Wiratama akhirnya.


***

“ Anda kan number1. Seharusnya anda bisa arahkan Mahdi bicara dengan saya. Kalau begini kan kita jadi kacau semua. Teman teman oligarki yang dipartai maupun pengusaha sekarang panik semua. Kita kehilangan kendali atas politik ke depan. “ Kata Dulkanak. Number1 hanya diam. Tapi matanya menatap tajam kepada Dulkanak. 


“ Ini ada dokumen untuk anda ketahui “ kata Dulkanak menyerahkan amplop, sebelum keluar dari kamar kerja Wiratama.  


“ Dokumen apa ini ?” tanya Wiratama seraya membuka amplop dan membaca dokumen itu. “ Ini kan Letter of guarantee, Yang pernah saya keluarkan atas saran dari anda …” Wiratama mengerutkan kening.


“ Ya. Dokumen itu ilegal karena belum ada pesetujuan parlemen dan tidak masuk dalam anggaran nasional”


“ Mengapa anda tidak segera urus ke negara  Chakra. Minta mereka setujui pinjaman proyek kereta peluru tanpa jaminan APBN.” Lanjut Wiratama dengan nada kawatir. Dia merasa sedang diancam.


“ Itu sebenarnya yang sedang saya perjuangkan selama ini. Agar kita semua selamat. Sekarang kekuatan kita sudah dilucuti karena file 3310. Tinggal berusaha selamatkan diri saja. Ya setidaknya minta kembali dokumen itu” 


“ Cepatlah urus” kata Wiratama. Dia baru menyadari bahwa semua agenda yang dia percayakan kepada Dulkanak tidak ada yang jalan. Investor dari  konsorsium asing untuk program B2B proyek pembangunan KotaLoka sebagai ganti ibu kota republik Sangkala Dharma, tidak ada satupun yang komit. Mereka malah mundur. Sepertinya dia terjebak dengan ilusi yang selama ini ditiupkan oleh Dulkanak. Kini dia harus menghadapi tagihan sovereign guarantee dari negara Chakra. Dan pasti Parlemen menolak. Apalagi sudah dipenghujung kekuasaan. Ini akan jadi skandal.


***


Sebenarnya antara Agama dan Nasionalisme itu tidak ada masalah. Bahkan saat negeri Republik Sangkala Dharma didirikan kedua isme itu bergandengan erat. Platform negeri ini dibuat atas dasar meleburnya antara agama dan nasionalisme. Itu berkat tokoh agama adalah juga tokoh yang memperjuangkan nasionalisme. Bagi kaum agama, nasionalisme adalah jalan memperjuangkan nilai nilai agama. Sementara bagi kaum nasionalisme, agama adalah alat persatuan dan kesatuan. Makanya dua ormas besar, satu tradisional dan cultural, satu lagi moderat walau berbeda mahzab, namun tidak pernah berbeda kata soal platform.


Memang dikalangan agama ada perbedaan soal menyikapi perkembangan agama maupun nasionalisme namun itu hanya segelintir saja. Kalaulah itu disikapi dengan jenial oleh semua elite politik, tentu tidak perlu ada polarisasi, Yang jadi masalah semakin lama semakin terpolarisasi. Masalahnya segelintir orang yang terus mendengungkan agama dianggap ancaman serius. Masalah kecil dan sepele terus diperbesarkan. Sehingga melahirkan phobia agama. Seakan mengabaikan keberadaan hukum dan UU yang  bisa menjamin ketertiban berbangsa.


Abunasarudin tidak mewakili golongan agama. Dua ormas besar memback up partai agama itu ada di koalisi besar. Bukan dikoalisi Sundratama yang mengusung Abunasarudin. Walau ada partai berbendera agama di dalam koalisinya namun suaranya tidak significant. Masih satu digit. Lantas apa yang harus dikawatirkan dengan adanya politik identitas agama?. Bukankah dua omas terbesar itu bisa meredamnya. “ Hampir tidak mungkin koalisi besar itu bisa terlaksana.” Kata Surdin saat ditemui Mala, Partai yang  didukung oleh salah satu ormas agama terbesar.


“ Masalahnya, bukan ketakutan berhadapan dengan Abunasarudin sebagai capres tetapi takut dengan kesalahan yang kalian buat sendiri. Sementara di era keterbukaan seperti sekarang ini, tidak ada yang bisa ditutupi seperti era sebelumnya. Rakyat sudah cerdas melihat fenomena politik dan pembangunan. Hasil survey soal kepuasaan kepada pemerintah itu relatif. Dulu presiden Darna dua tahun sebelum jatuh, partainya  mampu memenangkan pemilu dengan suara diatas 80%. Tapi suara 80% lebih itu cepat berbalik menjadi kebencian yang menghancurkan statusquo rezim Darna. Yang dihadapi sekarang ini adalah arus perubahan. Arus perubahan itulah musuh kalian. “ Kata Surdin.


“ Jadi pak gimana seharusnya ? tanya Mala.


“ Biasa saja. Ini kan demokrasi. Engga usah terlalu diramaikan dengan rasa kawatir segala. Hadapi saja dengan ceria. Number1 engga usah terlalu intervensi urusan internal partai. Biarkan saja mereka berproses menuju 2024. Percayalah, konstitusi kita itu sangat cerdas mengatasi setiap gejolak politik. Engga mungkin terjadi stuck kalau para elite tahu diri dan lapang hati” Kata Surdin. Mala bisa maklum kata kata Surdin yang terkesan bijak. Namun sebenarnya by design Surdin ada dibalik pencapresan Abunasarudin dan terbentuknya koalisi Partai Sudratama, Partai Sorbun, dan Partai agama. Pertemuan itu berakhir dengan semakin menguatkan Mala, bahwa Surdin ada di perahu Sundratama.


***


Dewi sudah mengumumkan capresnya setelah kasus transaksi ilicit fund dibongkar oleh Mahdi. Dewi mencalonkan kadernya tanpa melibatkan koalisi yang didukung oleh Number1. Hal ini membuktikan bahwa selama ini Partai Dewi bukan bagian dari oligarki politik dan korporat. Bukan bagian Elite partai yang dibawah kendali ring number1. Dulkanak sebagai motor dibalik koalisi memilih pasrah saja. Dulkanak sadar kalau Dewi tidak suka dia. Sementara untuk mendukung Capres dari koalisi besar sulit dapatkan posisi tawar. Maklum dia pernah jadi mitra bisnis mantu Darna itu. Ada catatan gelap yang membuat ex mantu Darna tidak suka kepada dia.


Satgasus illicit funf sudah dibentuk. Ini akan menembak sasaran kemana mana, yang targetnya adalah para oligarki. Sudah pasti ditebak. Semua koalisi termasuk koalisi Sudratama juga panik. Karena para penyandang dana memilih tiarap. Sumber daya keuangan partai tersumbat. Dalam sistem pemilu terbuka, tanpa uang itu sama saja boong. “ Sumber masalah ada pada Dewi yang mendukung Mahdi membuka kasus illicit fund itu. Sementara number1 tidak bisa berbuat banyak mengendalikan situasi politik karena kena trap proyek kereta peluru. Yang kapan saja bisa meledak menjadi skandal politik kalau dia salah bersikap terhadap elite politik. Sementara dia sendiri ingin soft landing.


***


“ Sekian dekade. Terbukti Demokrasi memang tidak pernah mundur namun gagal maju. “ Kata Bruno saat bertamu dengan temannya , Dono dari Negeri Republik Sangkala Dharma. 


“ Mengapa ? Tanya Dono.


“ Jawabannya, ada tiga. Pertama. Peran korporat dalam sistem politik sangat dominan menentukan arah bandul. Maklum korporat  lewat pajak menanggung  anggaran nasional lebih dari 80%. Walau korporat  hanya segelintir namun ia menanggung beban sosial dan ekonomi negara. Sulit membantah bahwa oligarki bisnis itu kukunya mencengkeram batang leher elite. 


Kedua. Peran uang haram atau uang gelap atau uang rente yang masuk kedalam sistem politik. Panetrasi uang rente ini luar biasa sehingga membuat demokrasi hanya sebatas prosedur formal saja. Kenyataannya negara bekerja untuk kepentingan rente saja. Yang menjalankan UU, mengawasi dan pembuat UU, dalam satu gerombolan. Diantara mereka berlaku saling sandera. Siapa yang kuat, akan jadi pecundang. Mereka gunakan senjata hukum atas dasar konstitusi kepada lawannya. Dan mereka juga gunakan senjata hukum dan konstitusi untuk berlindung dari kejahatannya. Dan semua itu tarjadi diatas teater yang tanpa kekerasan. Bahkan dengan tawa dan senyum saja.


Ketiga. Transformasi media massa ke-ekosistem informasi yang terstruktur sehingga informasi bisa di-create sesuai kehendak modal dan pasar.  Akibatnya kebenaran yang menjadi nilai nilai demokrasi tidak menjadi bagian dari proses pendidikan politik. Orang mudah terpolarisasi dan diadu domba. “ Kata Bruno. Mereka kemudian membahas permintaan negara Chakra agar proyek kereta peluru dijamin oleh APBN. " Ada solusi dari anda? Tanya Bruno. 

" Memang kenapa ?

" Dulkanak gagal dapatkan kemudahan syarat pinjaman kepada negara Chakra. Mereka tetap minta jaminan APBN dan bunga komersial. Dan itu tidak mungkin. Kalau dipaksakan bisa jadi skandal politik" Kata Bruno.


Dono hanya tersenyum seraya mengisap cigar. Dari kaca lebar hotel bintang V, Dono memandang keluar. Di luar hujan turun deras. Kota masih sibuk dan jalanan macet. Bagi rakyat realitas politik adalah soal perubahan dan statusqo tetapi bagi elite ini soal sumber daya keuangan dan kekuasaan. Pada akhirnya mereka akan berdamai  satu sama lain, ya begitulah proses oligarki politik negeri ini  ***


Kisah negeri Sangkala Dharma.

Monday, May 01, 2023

Tatanan dunia baru.

 



Pesawat sebentar lagi akan landing di Hong Kong International Airport. Pilot menghampiri saya “ B, boleh selfi ? Katanya. Saya tersenyum. “ istri saya minta agar saya selfi dengan anda. Dia ingin pastikan saya menerbangkan anda. Maklum dia penggemar blog anda”


“ Silahkan” Kata saya. Erwin langsung arahkan kamera dalam posisi dia merangkul pundak saya.

 “ Terimakasih B. “ 

“ Saya seusai meeting akan kembali ke Jakarta.”

“ Saya sudah dapat informasi dari Yuan. Siap mengantar anda kemana saja” katanya mengacungkan jempol seraya melangkah ke Cockpit pesawat Bombardier Challenger 605.


Saya melanjutkan baca dokumen yang saya terima kemarin dari George di London. Memang sejarah pergerakan uang sama rumit dan beragamnya dengan sejarah uang itu sendiri. Kisah kapal yang sarat dengan emas batangan, kafilah gurun yang membawa garam atau kulit kerang, truk lapis baja yang diisi dengan uang kertas, cek kertas. Hari ini, uang bergerak melintasi dunia secara kilat lewat SWIFT, GPI, ETF dan lain lain. Kerahasiaan dan anonimitas memainkan peran dalam pergerakan uang. Sistem menawarkan privasi dan perlindungan yang kuat, beberapa sah, beberapa tidak— untuk menjaga profil rendah.


Kombinasi dari pertumbuhan jaringan sosial yang luar biasa, kerumitan sistem dan perangkat lunak peer-to-peer, yang terhubung secara nirkabel mengubah lanskap transaksi keuangan dengan kecepatan dan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat ini, transaksi semacam itu dapat dilakukan tidak hanya menggunakan mata uang tradisional yang didukung negara, tetapi juga melalui mata uang digital murni, mata uang virtual, aset virtual. Selain itu, sistem transfer m-bankingyang memungkinkan mata uang tradisional dipindahkan dengan cara baru mengalami adopsi yang cepat.


Hampir tidak ada yang berpendapat bahwa pemerintah tidak memiliki hak untuk melacak  transaksi keuangan digital yang terkait dengan kegiatan seperti korupsi, narkoba, ilegal mining, terorisme dan perdagangan manusia. Namun, masih kurang jelas bagaimana pemerintah dapat mengatasi tantangan teknis dan organisasi yang berat terkait dengan pendeteksian dan pemantauan transaksi ini. Solusinya akan membutuhkan kombinasi pengaturan mandiri, kolaborasi pemerintah-industri, dan perubahan teknologi dan budaya di dalam lembaga pemerintah.


Saya baca profile dari produk Ardatec. Perangkat lunas analitik risiko Fraud Sciences. Ini dikembangkan oleh Israel.  Alat ini sudah dilengkapi dengan Artificial Intelligence (AI).  Transformasi digital global telah dipercepat dalam setahun terakhir. Peningkatan transaksi online telah membuat bisnis membutuhkan cara baru untuk membangun kepercayaan identitas digital secara real time dan memerangi masalah penipuan online yang terus meningkat. Alat ini mampu melacak dana haram yang tersamarkan lewat layering, utilize dan integration. Saya tersenyum. Good job George. ! Kata saya dalam hati.


Sampai di Bandara, saya dijemput Wenny dengan limo nya. “ Dua jam kedepan kita akan bertemu dengan team Israel. Mereka tunggu di Conrad. Saya udah sediakan Private room untuk minum dan cigar. “ kata Wenny. Saya diam saja. Tetap focus dengan agenda meeting.


***


“ B, apa kabar “ kata Hwang menyambut saya di lobi Conrad Hotel Dia Chairman SIDC.  “ Saya antar anda ke ruang meeting, dan setelah itu saya kembali ke kantor. “ Kata Hwang menuntun saya ke rung VVIP meeting room. Wenny kembali ke kantor


“ Wah kamu makin gemuk  B. Udah 2,5 tahun kita engga ketemu.” Kata Hwang.


“ Ya karena dimanjakan istri di rumah” Kata saya tersenyum.


“ Yang penting jangan lupakan your second home, China” Kata Hwang menepuk bahu saya. Saat sampai di ruang meeting. Dia membungkuk “  Saya undur diri B.” Katanya, saya mengangguk.


Ternyata di ruang meeting ada 3 orang. Tapi saya masuk, dua keluar dari ruangan. Hanya ada kami berdua. “ B” Kata saya memperkenalkan diri. 


“ Benjamin. Panggil Ben” katanya ramah. Usia sekitar 40 an. Wajahnya terkesan Arab Palestina. Matanya menatap kelangit langit dan keujung ruangan. “ tidak usah kawatir. Ini ruangan anti sadap.” Kata saya. Dia tersenyum.


“ Saya diminta George bertemu dengan anda. Apa yang perlu anda tanyakan.”


“ Saya sudah dapatkan semua informasi dari Geroge. Saya justru mau bertanya. Deal apa yang anda tawarkan kepada saya.”


“ Saya mau jual sistem  Ardatec itu”


“ Berapa ?


“ USD 670 juta.”


Saya tatap lama dia. Dan akhirnya saya menggelengkan kepala. “ Alat ini hebat dan sistem nya luar biasa. Tapi jelas tidak akan bisa masuk ke pasar komersial. Pemerintah pasti larang. Karena kalau menyatu dengan pusat data center ID, bisa membunuh orang sebelum mati.” Kata saya. Ben keliatan bisa mengerti. 


“ Saya perlu alat Ardatec “ kata saya. “ Tapi hanya 30 hari. Setelah itu saya kembalikan dan berharap anda musnahkan. Setelah itu saya bayar sesuai anda minta, USD 670 juta” 


Dia tersenyum. “ Sepertinya NATO, no alternatif to objection. “ katanya berdiri menyalami saya. “ Anda akan bergabung dengan team saya di Eropa. George akan arahkan anda. “ kata saya.


***

Seusai meeting. Wenny sudah menanti di lobi hotel. Dia mengantar saya ke bandara. “ B, pulang ?

“ Ke Manila dan setelah itu saya ke Jakarta.”

“ Yuni dan Risa engga tahu kamu ada di Hong Kong. “

Saya senyum aja seraya rangkul pundaknya. Wenny raba perut saya. “Sexy. Pria usia 60 yang sehat memang agak gemuk.” 


“ RUPS SIDC bulan februari tahun 2023, saya menjadi pengendali atas SIDC. Untuk posisi dewan direktur 2023- 2028 saya yang menentukan. Itu karena secound round penyelesaian utang selesai. Saya hanya kehilangan saham 30% di SIDC.“ 


“ Padahal tahun 2013, 100% saham kamu tergadaikan lewat hutang konversi untuk 10 tahun. Dua putaran pernyelesaian. Tahun 2018 dan tahun 2023. Tahun 2018, Hutang konversi menyusut  jadi 70% saham tergadaikan. Kini tinggal 30%. Dan kamu keluar sebebagai Pengendali. Proses yang boleh dikatakan bukan lucky. Tepatnya pertaruhan yang berani dan perhitungan yang presisi” Kata Wenny.


“ Oh ya. Dan Hwang tetap akan kamu petahankan pada posisi Chairman. James sebagai CEO” Tanya Wenny.


“ Ya. Mereka sahabat saya. Kamu tahu kan. “


“ Ya sudah seperti kakak adik. Mereka sangat loyal dengan kamu.”   Kata Wenny tersenyum. “ Wah saya harus nunggu setahun lagi untuk bisa sering ketemu kamu. Sekarang baru tahun 2022” Kata Wenny merapatkan duduknya. Wenny tidak bertanya urusan apa saya dengan Benyamin. Hwang jug tidak bertanya. Itu sudah kebiasaan mereka. Tidak kepoan. Hanya bicara apa yang menjadi tugas mereka.


***


Saat saya sampai di lobi hotel grand Hyatt Manila, Lona sudah menanti saya.  “ Selamat datang B. “ Katanya membungkuk. Saya memeluknya. “ Kamu sehat? 


“ Sehat sekali. “


“ Mari antar saya makan malam. “ Kata saya. Di dalam kendaraan Lona duduk  di samping saya. Kami pergi ke Quiapo.  Tempat yang terkenal dengan Gerejanya tapi juga tempat sibuk di Manila, yang enak untuk makan ala kaki lima. Saat sampai dekat Gereja. Kami keluar dari  kendaraan. Saya minta supir jemput saya setelah saya panggil. Kami jalan kaki ke Café De Chinatown.


“ Oh ya apa kerjaan kamu sekarang? tanya saya.


“ Uang dari kamu terakhir saya gunakan buka usaha penyewaan apartement dan kendaraan. Saya punya empat apartement dan 3 kendaraan. “


“ Wah bagus.”


Lona tersenyum, Dia merangkul lengan saya saat jalan ke restoran. “ Kamu, sudah baca email saya” 


“ Siap B. Sudah.”


“ Nah, saya pilih kamu jadi anggota Team, karena kamu jago IT. Pernah memimpin perusahaan Game Online. Kamu besok terbang ke Palma. Disana kamu akan bergabung dengan team Steven dan Victor. “ 


“ Siap! Tugas saya memungkinkan dapatkan code access routing ke server AML di Palma agar bisa di akses oleh perangkat lunak Ardatec untuk memblock uang dan aset haram?  Kata Lona dengan wajah sedikit kawatir akan tugas itu. 


“ Lona, salah satu kerusakan paling kritis dari uang gelap yang harus dipahami adalah efek negatifnya terhadap distribusi pendapatan. Dampak ekonomi yang ditimbulkannya memiliki konsekuensi sosial dan politik. Kecemburuan sosial. Peningkatan pengayaan individu dan kelompok tertentu menyebabkan degenerasi sosial. Orang merasa tidak takut lagi berbisnis ilegal, dan menganggap uang sangat penting daripada produksi real. Persaingan usaha jadi barbar. Pengusaha yang profesional dengan standar akuntabilitas tinggi ogah berbisnis dan frustrasi. Karena negara by design menciptakan para kriminal. “ Kata saya berusaha memberikan pencerahan kepada Lona sebagai cara memotivasi dia. 


“ Paham. Saya tahu apa yang harus dilakukan. “ Kata Lona. Saya peluk dia. “ Kalau kamu tidak siap. Engga apa apa. “ kata saya. 


“Saya sangat siap. Satu kebanggan bisa bergabung dengan team anda” Katanya dengan airmata berlinang. “ Tempo hari, Anda maafkan saya padahal kesalahan saya sangat fatal. Anda beri saya uang untuk melanjutkan hidup saya. Kalaulah bukan karena kelembutan hati anda, saya sudah di execusi mati oleh team Stevent. Sampai mati saya terus berhutang budi kepada anda, B” Lona menitikan air mata.


Usai makan malam. Saya kembali ke Bandara. Lanjut perjalanan pulang. Saya sudah minta Steven dan Victor di bertemu saya di Singapore.


***

Dari Bandara Changi saya langsung ke Mandarin. Saat masuk lobi sudah ada Stenven dan Victor. “ Kenapa disini. Kan enak di Marina bay” Kata Steven menyami dan merangkul saya. Dia serahkan kunci kamar ke saya. Dia yang atur akomodasi saya.


“ Lebih baik kita ke riverside. Ngobrol disana aja.” Kata saya.


“ B, Palma itu pusat data intelligent financial service dunia. Perangkat server ini digerakan oleh sistem canggih the company dibawah Patriot Act. Gimana kita bisa dapatkan akses. Lokasinya aja kita engga tahu. Kalaupun tahu, kita engga punya blue print gedung itu ” Kata Victor saat dalam kendaraan menuju riverside


“ Tom di NY dan Sanya di VA akan berikan informasi itu. Dia dalam team ini. “ Kata saya.  “ Ingat ya. Ketua team adalah George. Patuhi dia ”  Kata saya mengingatkan. mereka berdua mengangguk. Dan membungkuk.


Saya lanjutkan briefing mereka secara detail operation, lengkap dengan time schedule. Kami baru kembai ke hotel dini hari.  Paginya saya pulang ke jakarta. ya perjalanan semalam


***

Sebulan kemudian, saya dapat laporan dari George lewat Safenet “ The mission accomplished “ Katanya. “ B, Scoth mengucapkan terimakasih. Ternyata saya baru tahu bahwa misi ini untuk para orang tua di dewan 12 dan 1 anonymous.


Saya tidak komentar apapun.


“ Team sudah dibubarkan. Hak Benyamin sudah dibayar. Dan masing masing anggota team dapat uang sesuai arahan kamu. Apa lagi perintah kamu ke saya”


“ Good job. Kembali ke pos kamu. “ kata saya.


“ Siap B.”


***


Beberapa bulan kemudian beberapa bank besar di Eropa diguncang oleh skandal AML. Dan terus menjalar ke ASIA. Memang sebelumnya. Konspirasi antara pengusaha, elite dan penguasa telah mengakibatkan AML itu sulit terlacak. Kalaupun terlacak suit dilakukan penegakan hukum. Dengan data lalu lintas uang dan aset di seluruh dunia, DC punya kekuatan menggunakan Partriot act untuk memaksa the fed memberikan sanksi kepada setiap negara yang tidak patuh menegakan hukum TF-AML. Negara yang kena sanksi dipastikan kurs mata uangnya akan jatuh dan rezim pasti jatuh. Ya maklum the fed punya fitur Repoline, yang menjadi jantung bagi setiap negara mengamankan likuiditas dollar dan terjaga dari tekanan kurs mata uangnya. 


Issue dedolarisasi tak lain karena negara tidak siap transfarance dan penguasa korup terancam  kekuasaannya. The fed punya misi untuk new world order. Tatanan dunia baru, yang adil, transfarance dan mengutamakan perdamaian, kebebasan dan kesetaraan. Ya masa depan yang lebih baik. Walau terkesan utopia, tapi sebagai sebuah upaya itu lebih baik apalagi diriingi dengan doa siang dan malam.

Sunday, April 30, 2023

Hamka yang saya tahu




Hari minggu saya membawa istri dan dua cucu saya nonton film " Buya Hamka. " Bagi saya. Sosok Hamka adalah inspirasi saya. Nenek saya (Nurbaya Gani Amrullah) dari garis ibu, satu kakek lain nenek dengan HAMKA. Kakek mereka bernama Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh. Keturunan dari Arab. Ayah Nenek saya bernama Gani Amrullah. Ayah Hamka bernama Abdul Karim Amrullah, dikenal sebagai ulama besar di era itu. Di makkah dia satu tempat mondok dengan Kh Ahmad Dahlan ( Darwis) dan Hasim Ashari.  Jadi baik Abdul Karim Amrullah, Hasim Ashari maupun Darwis  belajar pada tokoh  pembaharu  islam, Syekh Ahmad Khatib al-minangkabawi. Saat itu Syekh Ahmad juga imam besar Masjidil Haram. Sepulang dari Makkah, tahun 1912 Darwis mendirikan Muhammadiah. Karim Amrulah hadir pada pembukaannya. Tahun 1926 Hasim Ashari mendirikan NU. Amrullah dan Darwis memberi dukungan dengan hadir pada acara pembukaan.


Tahun 1950 papa dikirim ayahnya ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah. Maklum saat itu Kakek saya termasuk orang kaya. Yang antar sepupunya. Oleh sepupunya, papa dititipkan di rumah Hamka di kawasan Sawah besar Jakarta. Saat itu HAMKA baru setahun pindah dari Medan. Namun tidak lama tinggal sama Hamka. Kakek saya beli rumah di Kawasan Tanah Sereal ( Belakang Gajah Mada ). Oleh kakek saya iparnya yang supir angkot beristri orang sunda tinggal di Jakarta, diminta untuk menemani papa saya tinggal di rumah itu. Walau hanya beberapa bulan tinggal sama Hamka. Papa sangat mengagumi HAMKA secara personal. Dari Papa saya sering dapat cerita tetang disiplin HAMKA terutama soal sholat. Kesetiaan kepada istri dan bertanggung jawab kepada anak. Hidup tanpa prasangka buruk kepada siapapun.


*** 


Masa kecil dan remaja.

Masa kecil HAMKA bernama Malik. Dia tidak terdidik baik oleh Ayahnya. Karena sebagai ulama, Ayahnya sering berpergian untuk berdakwah dan juga berniaga. Usia 12 tahun. Ayah Hamka bercerai dengan Ibunya. Anak dan harta dikuasai Istri. Begitu adat Minang. Hamka dibesarkan dan dididik oleh kakak dan adik ibunya. Ya paman pamannya. Makanya masa kecil ABG Malik tidak belajar Agama. Tapi belajar Silat. Malik memang pandekar Silat yang disegani di Kampungnya. Dia memang nakal namun tidak jahat. Dia jago berkuda. Makanya dia sering jadi joki balap kuda.


Setelah ibu Malik menikah lagi dan pindah ke Medan. Malik tidak mau tinggal dengan ayah tirinya. Dia memilih tinggal dengan ayahnya di Padang Panjang. Namun tak lama kemudian, Ayah Malik menikah lagi. Tamat sekolah Sumatera Thawalib Padang Panjang. Malik memutuskan pergi merantau ke Jawa. Ia menumpang di rumah Marah Intan sesama perantau Minang dan bertemu adik ayahnya, Jafar Amrullah di Yogyakarta. Pamannya itu membawanya ke tempat Ki Bagus Hadikusumo untuk belajar tafsir Al-Qur'an. 


Dari Ki Bagus, Malik mengenal Sarekat Islam dan bergabung menjadi anggota. Melalui kursus-kursus yang diadakan Sarekat Islam, ia menerima ide-ide tentang gerakan sosial dan politik. Gurunya waktu itu adalah Tjokroaminoto dan Suryopranoto. Malik mengikuti kelas dengan tekun, sering bertanya dan menyalin pelajaran yang didapatnya. Karenanya Tjokro mengagumi kecerdasannya, Hanya setahun tinggal di Jawa.  Pada tahun 1925 ia kembali ke Padang Panjang dan mulai mencoba menjadi seorang pengarang. Karya pertamanya berjudul Si Sabariah (1926). Tahun 1927 Malik pergi Ke Makkah untuk menunaikan Ibadah Haji. Tapi termasuk nekat. Tanpa uang cukup. Dia perlu setengah tahun di Makkah sebagai koresponden harian Pelita Andalas dan sekaligus memperlancar bahasa Arabnya. 


Sepulang dari Makkah tahun 1929  atau usia 21 tahun, dia menikah dengan anak pamannya, Siti Raham. Dia tidak punya skill lain untuk hidup kecuali menulis sastra dan jurnalistik. Saat itu hidup sebagai penulis sekaligus sebagai jurnalis tidak mudah.  Memang dukungan istri dari anak pamannya itu luar biasa membuat Malik tetap tangguh sebagai penulis dan juga pejuang nasionalisme.


Menjadi Ulama, sastrawan dan pejuang.

Setelah menikah, tahun 1932 Malik pindah ke Makasar. Dia dipercayai sebagai mubalig oleh Pimpinan Muhammdiah. Maklum orang percaya Malik putra dari ulama besar, tentu ilmunya juga pasti luas seperti ayahnya. Padahal tidak demikian. Nah saat itulah Malik terpacu untuk belajar otodidak agama islam secara luas. Tentu tidak sulit.  Disamping penguasaan bahasa Arab nya bagus dan belajar selama di Jawa, juga didukung latar belakang sekolah agama selama 7 tahun di Diniyah dan Tawalif Padang Panjang. Sekolah yang didirikan oleh ayahnya itu menerapkan metode belajar-mengajar  seperti metode yang digunakan di sekolah-sekolah agama di Mesir. Bahkan, buku-buku dan kurikulumnya pun disesuaikan dengan buku-buku dan kurikulum yang digunakan di sekolah Al-Azhar, Mesir. Gelar doktor ayahnya memang berasal dari sekolah Al-Azhar, Mesir. Kebiasaan membaca dan belajar otodidak itu terus dipupuknya tiada henti sampai ajal menjemput tahun 1981.


Tahun 1934 Malik kembali ke Medan. Bersama dengan M. Yunan Nasution di Medan, ia memimpin majalah mingguan Pedoman Masyarakat. Pada majalah itu dimuat cerita bersambung di bawah Lindungan Ka’bah dan Tengelamnya Kapal Kapal Van der Wijck.  Jadi populer. Saat itu juga nama panggilan Malik digantinya dengan HAMKA.  Tapi karena tulisan HAMKA di Pedoman Masyakarat sering mengkritik Belanda, akhirnya majalah itu dibredel.  HAMKA tetap aktif di pergerakan Muhammadiah. 


Berkenalan dengan Soekarno.

Tahun 1941 dalam muktamar Muhamamdiah, HAMKA berkenalan dengan Soekarno di Yogyakarta. Soekarno terkesan sekali dengan  wawasan Hamka. Sebaliknya HAMKA juga mengagumi Soekarno sebagai tokoh besar pergerakan kemerdekaan Indonesia. Makanya pada saat Soekarno diasingkan ke Bengkulu. Soekarno  minta kepada Oei Tjing Hin, Konsul Muhammadiyah Bengkulu, agar membawa Hamka bertemu dengannya di Bengkulu. Itu bisa dimengerti. Mereka sama sama satu chemistry. Keduanya terinspirasi dengan politik pegerakan Islam HOS Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.


Saat Jepang masuk dan Belanda terusir dari Indonesia. Jepang beri dia jabatan pada 1944 sebagai anggota Sangi Kai Syu, semacam Dewan Perwakilan. Tentu ada alasan mengapa dia setuju. Dia percaya pada janji Jepang untuk memberikan kemerdakaan kepada Indonesia. Dan tentu berharap Jepang tidak membubarkan Muhammadiyah. Namun, karena sikap akomodatif untuk bekerjasama dengan penjajah Jepang, Hamka, seperti halnya Soekarno dan Mohammad Hatta akhirnya dituduh sebagai kolaborator oleh kelompok revolusioner, salah satunya adalah Sutan Syahrir.


Setelah Jepang jatuh dan Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan  Soekarno dan Hatta pada 17 agustus 1945. Setelah itu Tentara sekutu pemenang perang dunia kedua, ingin mengembalikan Indonesia kepada Belanda. HAMKA memilih masuk hutan bergrilya melawan agresi Belanda itu. Padahal tahun 1946 Soekarno sebagai presiden minta Hamka pindah ke Jakarta. Tetapi, Agresi Pertama pada 1947 membuat ajakan Sukarno tertunda. Satu tahun kemudian, Sukarno mengunjungi Hamka di Buktitinggi, Sumatra Barat. Dalam lawatannya itu, Hamka menghadiahkan Bung Karno sebuah puisi berjudul "Sansai juga aku kesudahannya”. Hamka benar-benar hijrah ke Jakarta pada 1949, setelah penyerahan kedaulatan. Ia memboyong keluarganya ke Ibu Kota.


Di Jakarta HAMKA bekerja sebagai pegawai pemerintah di Departemen Agama, pada saat yang sama dia terjun dalam kancah politik. Ia bergabung dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) yang menginginkan perjuangan Islam melalui mekanisme konstitusional. Namun,  Soekarno meminta para pegawai untuk memilih tetap menjadi pegawai atau anggota partai. Dia memilih jadi anggota Partai. Pada pemilihan umum 1955, ia terpilih sebagai anggota Dewan Konstituante mewakili Jawa Tengah. Dalam sidang-sidang Konstituante, ia menyampaikan pidato tentang bahasa, hak-hak azasi manusia, dan dasar negara. Hamka tampil sebagai salah seorang penanggap pidato Presiden Soekarno berjudul "Republika" (yang mengajak kembali ke UUD 1945 dan ide "kabinet kaki empat"). Ia menolak gagasan Presiden Soekarno yang akan menerapkan Demokrasi Terpimpin. Karir politik berakhir sejak konstituante dibubarkan Soekano.


Di tangkap tanpa diadili.

Bung Karno itu cerdas dalam berjuang menegakan persatuan dan kesatuan Indoneasia. Namun sebagai manusia tentu dia tidak sempurna, misal melodrama revolusi. Terutama selama periode Demokrasi Terpimpin. Kadang langkah Bung Karno memimpin tak jarang memancing kritik. Sebenarnya bukan Soekarno anti kritik. Tapi maklum pembisik utama adalah PKI yang saat itu ada di ring 1 kekuasaan Presiden. Semua tahu hubungan PKI dan Masyumi tidak harmonis dan saling ceriga. Disinilah fitnah dan adu domba antara Soekarno dan rekan seperjuangannya terus ditiupkan. Akhirnya rekan Bung Karno semasa perjuangan: Natsir dan Sutan Sjahrir dan lainnya dipenjara karena kritik. “Salah satu cara rezim Soekarno untuk melumpuhkan lawan-lawan politiknya ialah memenjarakan mereka, baik yang turut dalam pemberontakan daerah maupun yang bukan selama beberapa tahun tanpa proses pengadilan,” ujar Ahmad Syafii Maarif dalam buku Percaturan Islam dan Politik (2021).


Majalah besutan Buya Hamka, Panji Masyarakat, misalnya. Majalah dwi mingguan itu diberedel pemerintah Orde Lama pada 1960. Dianggap keras mengkritik Soekarno. Kemudian, Buya Hamka selaku petinggi majalah ikut ditahan beberapa tahun setelahnya, atau pada 27 Januari 1964. Hamka di penjara  atas tuduhan kejahatan subversif. Ia dianggap memiliki rencana jahat membunuh Soekarno. Kan aneh tuduhannya. Engga rasional. Mana mungkin ulama tega membunuh pemimpinnya, apalagi sahabatnya sendiri. Itulah Politik.  Nama Hamka dihancurkan, perekonomiannya dimiskinkan, kariernya dimatikan dan buku-bukunya dilarang beredar sejak itu. Kali ini hanya Ummi Siti Raham sangat luar biasa setia dan tanggunnya mendampingi HAMKA.


Setelah Hamka dibebaskan dari Penjara. Apakah HAMKA dendam dengan Soekarno.? Apalagi dia bebas saat Soekarno jatuh dan PKI digulung. Hamka tidak dendam sama sekali. Dia terlalu cerdas membedakan antara politik dan personal. Bagaimanapun politik tetaplah politik. Perbedaan itu biasa saja. Tetapi persahabatan dan silihturahim tidak boleh putus. Buktinya, saat Sekjen Departemen Agama dan Mayjen Soeryo, ajudan Presiden Soeharto, datang ke rumah Hamka membawa pesan dari keluarga Soekarno pada 16 Juni 1970. Pesannya, Buya Hamka dengan sangat hormat diminta mengimami shalat jenazah Soekarno.


Tanpa pikir panjang, HAMKA kemudian melayat ke Wisma Yaso, tempat jenazah Bung Karno disemayamkan. Sesuai wasiat Soekarno, Buya Hamka pun memimpin shalat jenazah mantan presiden yang pernah menjebloskannya ke penjara itu. Hamka bahkan memuji Soekarno yang membangun Masjid Baitul Rahim di Istana Negara dan Masjid Istiqlal.


''Saya tidak pernah dendam kepada orang yang pernah menyakiti saya. Dendam itu termasuk dosa. Selama dua tahun empat bulan saya ditahan, saya merasa itu semua merupakan anugerah yang tiada terhingga dari Allah kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan kitab tafsir Alquran 30 juz. Bila bukan dalam tahanan, tidak mungkin ada waktu saya untuk menyelesaikan pekerjaan itu…,'' kata Buya Hamka.


Bagaimana dengan Pramoedia Anatoer  pimpinan Lekra PKI yang sering memfitnah Buya HAMKA. Tetap saja HAMKA tidak dendam. Bahkan saat orde baru melarang semua tulisan Pramoedia, justru HAMKA tidak sependapat. Karena filsafat hidup Buya Hamka adalah cinta. ''Kalau tidak suka pada isi sebuah buku, jangan buku itu dilarang, tapi tandingi dengan menulis buku pula, kata beliau,'' tulis Taufiq Ismail menceritakan sosok Buya Hamka dalam pengantar buku Ayah. HAMKA tutup usia tahun 1981, pada usia 73 tahun. Meninggalkan 10 anak, Zaky, Rusydi, Fakhri, Azizah, Irfan, Aliyah, Fathiyah, Hilmi, Afif, dan Syakib. Ia ulama yang rendah hati dan pejuang tanpa berharap jabatan dan tanpa mengejar kekayaan.

Pendidikan Adalah Jalan Naik Kelas

  Setelah satu bulan Amel mengikuti sekolah malam untuk mendapatkan ijazah SMA, saya datang ke tempat belajarnya di kawasan Cempaka Putih. S...