Saturday, January 08, 2022

Dia, Sekretaris …

 






“ Saya tidak setegar istri kamu. “ Kata Lena waktu bertemu saya dalam kesempatan dinner di Seoul 2018. 

***


Kali pertama bertemu, kesan saya dia mandiri. Percaya dirinya tinggi sekali. Itu bisa maklum karena dia memang terlatih sebagai escort tamu VVIP. Untuk jadi premium escort tidak mudah. Mungkin dari 100 pelamar. Hanya 1 yang lolos. Karena ukurannya bukan cantik seperti artis. Tetapi karakter. Mereka harus melewati seleksi ketat soal attitude dan inteligensia. Salah satu yang penting adalah mereka harus bisa menjaga rahasia tamunya. Mampu berkomunikasi sedikitnya 3 bahasa, Mandarin, English, dan Jepang. Escort premiun dilarang menerima tips dari tamu. Ukurannya sama setiap tamu, yaitu melayani dengan standar hospitality. Mereka dilarang terlibat affair dengan tamu, apalagi melakukan hubungan sex. 


Namanya Lena. Ayahnya dari korea tapi ibunya dari China. Dia sudah yatim sejak usia Balita. Ibunya meninggal karena kanker. Tingginya 165 cm. Langsing. Saya sempat mikir apa saya mampu bayar gaji dia. Maklum ketika itu saya baru merintis bisnis di China. Kali pertama bertemu saya tidak menawarkan posisi kerja untuk dia. Saya hanya menyelami karakter dan orientasi hidupnya. Dia memang cerdas dan punya prinsip. Karakternya kuat. Setelah dua kali bertemu, saya berketetapan hati untuk rekrut dia. Tapi saya engga pede sampaikan berapa saya bisa bayar dia. Gajinya saya sampaikan kepada Wenny. Besoknya Wenny mengabarkan Lena bersedia kerja dengan gaji HKD 12,000 ( atau sekitar Rp. 18 juta).  Surprise juga dia mau. Karena di KTV gajinya sebesar Rp. 50 juta sebulan. Kalau ditambah bonus bisa dapat Rp. 100 juta sebulan.


Penampilannya sederhana ketika masuk kantor saya. Rambutnya diikat dibelakang, dengan poni di depan. Baju warna putih kerah model shanghai. Celana panjang. Tidak ada perhiasan. Make up sederhana saja. Beda dengan penampilannya sebagai escort “ Boleh saya mengubah penampilan saya seperti nature saya. “ Katanya dengan sopan ketika saya panggil ke kantor.


“ Seperti apa penampilan yang kamu mau? Tanya saya.


“ Ya seperti sekarang.” Katanya tersenyum.


“ Silahkan suka suka kamu soal  pakaian. Yang penting kamu mau kerja keras. “ Kata saya. 


“ Tentu saya akan kerja keras dan tidak akan mengecewakan anda. Ap saja tugas saya.” 


“Bantu saya  soal file dan organiser paper work compliance. Kamu harus pahami semua bisnis process yang saya jalankan. Pahami itu semua secara detail. Ingatkan saya kalau ada kelupaan. Kamu akan hadir dalam setiap meeting resmi. Jaga rahasia. Jangan bicarakan kepada siapapun termasuk kepada staf,  direksi saya dan juga jangan cerita apapun ke teman teman kamu. "


“ Ingat, ini yang penting.”  Kata saya terdiam sebentar.


“ Silahkan pak. Apa itu ? 


“ Saya bukan sarjana. Saya punya latar belakang orang miskin. Jadi banyak hal standar pergaulan bisnis internaitonal saya tidak pahami. Kamu arahkan saya  bagaimana seharusnya berinteraksi dengan relasi yang multi etnis dan negara.” Kata saya. Saya tahu, sebagai escort dia sudah di training dengan baik untuk bergaul dengan pebisnis kalangan atas dan beragam etnis. Dia pasti tahu bagaimana bersikap ketika makan malam resmi. Cara duduk, cara makan dan minum. Cara berpakaian.


Setelah itu sambi kerja, saya training dia memahami business process dan management process. Cara menulis surat dan memo rapat. Selebihnya soal detail kerja sebagai sekretais dia belajar sendiri lewat buku dan kursus. Sementara dia ajari saya cara bersikap dalam komunitas pebisnis international. Jadi kami saling belajar satu sama lain. 1 tahun kerja, dia sudah benar benar jadi tangan kanan saya. Mata dan telinga saya mengawasi setiap keputusan yang saya buat. Ikut dalam businss trip lintas benua. Phisiknya sangat bugar. Entah bagaimana dia merawat dirinya.


***

Jam 8.30 duduk dikursi CEO. Di meja sudah ada daftar kegiatan yang harus dilakukan. Belum sempat baca , Lena sudah masuk kamar kerja dengan kopi hangat. “ Jam 9, anda harus bertemu dengan James dan Tong. Update proyek dan anak perusahaan. Jam 9.30, anda harus telp banker untuk tanyakan progress pinjaman. Jam 10. Anda harus ketemu dengan CEO anak perusahaan dari Kazakhantan untuk restruktur binis., Jam 11 anda harus membuat keputusan pada komite investasi. Para eksekutif sudah siap ketemu. 


Jam 13, anda makan siang sama Pejabat China di Hotel Conrad. Jam 3 anda harus siap berangkat bersama Mr. Hu ke Shanghai,  Flight jam 5.30 dengan private jet. Jam 10 malam rapat dengan eksekutif Industry processor. “Kata Lena, Dia bicara itu sambil memasangkan dasi saya. Setelah itu, semua kegiatan berlangsung sesuai jadwal. Kemana saya pergi pasti Lena disebelah saya. Semua hal dia yang atur. 


Kalau pergi busines trip di pesawat dia duduk disebelah saya. TIdak tidur atau dengar musik. Tetapi membacakan hasil minute meeting. Membacakan email dan message dari eksekutif. Mengingatkan mana yang urgent direspon dan mana yang tidak perlu jadi prioritas. Saya menyimak sambil mata terpejam. Setelah itu dia sibuk dengan laptop nya memberikan ringkasan kepada saya apa saja yang harus saya ingat dalam meeting nanti. Keliatan sederhana. Tetapi itu hasil jurnal setiap business process yang saya handle.  Tentu dia harus punya arsip canggih sehingga cepat ditemukan kalau diperlukan.


Kadang saya lelah dengan ketatnya business process. Kalau saya cuek. Matanya pasti melotot. Kebayangkan, cewek korea kalau melotot. 10 tahun sebagai CEO investment holding, setiap dia masuk kamar kerja, seperti lebih menakutkan daripada istri. Setiap saat suaranya terdengar hanya ingatkan. Rasanya saya ingin lari dari dia. Tetapi mau lari kemana?. Dia bekerja sesuai SOP yang saya latih sendiri. Kalau awal kerja gajinya HKD 12,000, 5 tahun kemudian gajinya sudah HKD 50,000, Itu tidak termasuk lembur, perjam HKD 200. Jadi sebulan take home pay nya bisa mencapai HKD 150,000. Atau Rp. 200 juta lebih.


***

Tahun 2013 dia minta berhenti kerja. Saya merasa terkejut. “ Len, apa kamu engga nyaman bekerja dengan saya? 


“ Nyaman sekali. Anda bukan hanya saya anggap boss saya, tetapi juga mentor spiritual saya, bahkan saya anggap kakak saya sendiri. Yang harus saja jaga secara personal. “


“ Apa kesan khusus kamu terhadap saya” Tanya saya tersenyum.


“ Satu hal yang tidak pernah saya lupa. Melihat anda berlutut lebih 20 menit di hadapan pejabat China. Memohon maaf. Menggendong orang tua pejabat BUMN  China ke lantai  dua restoran karena lift rusak. Untuk urusan kemanusiaan, anda benar benar tulus. Makanya begitu besar dukungan mitra kepada anda, itu karena anda berhasi merebut hati mereka. Semua masalah akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan persahabatan. Anda tidak ragu mengalah. Tidak pernah menyalahkan mereka. Anda terlalu keras terhadap diri anda sendiri untuk selalu memaklumi orang lain. Bahkan dalam situasi tak tertanggungkan. Sabar sekali. Itu terasa sekali oleh saya saat mendampingi anda.


Dan ingat waktu saya bersama anda di Eropa Timur. 3 tahun lalu. Saya dapat telp Papa saya kena stroke. Anda kerahkan semua sumber daya perusahaan untuk menyelamatkan papa saya. Wada dari Tokyo langsung terbang ke Seoul. Wada yang mengurus segala sesuatunya. Malamnya Wenny dan Esther sudah berada di Seoul. Waktu saya datang ke Seoul ke esokan harinya. Semua mitra kamu, Steven, Wada, Richard, Victor,  ada di Rumah sakit. Mereka memberikan semangat kepada saya selama menanti operasi papa selesai. Papa selamat dari operasi otak. Sehingga terhindar dari kelumpuhan. Saya baru sadar, anda bukan hanya boss tetapi kakak bagi saya yang yatim ini." Kata Lena.


“ So kenapa kamu mengundurkan diri?


“ Pak, selama 8 tahun bekerja dengan anda. Saya bekerja 18 jam sehari. Jam 7 pagi saya sudah di kantor. Pulang selalu larut. Menemani anda dalam business trip ke manca negara. Saya tidak punya waktu untuk privasi saya. Saya mengorbankan semua teman teman saya. Disconnect samua.Ya gimana saya bisa punya pacar. Bahkan  8 kali Natal saya tidak bersama papa di Seoul. Karena harus menemani anda."  Kata lena.


" Tetapi, empat bulan lalu saya kenalan dengan Pilot. Kami pacaran jarak jauh. Pak, minggu lalu dia melamar saya. Izinkan saya menikmati takdir  saya sebagai wanita, istri. Apalagi saya tahu tahun ini anda akan mundur sebagai CEO.  Boleh ya pak. ” Kata Lena dengan rendah hati.


Saya terhenyak. Saya peluk dia. “ Terimakasih lena. Walau kamu tidak lagi bekerja, kamu tetap akan selalu jadi adik saya. Jadi apapun yang terjadi nanti, misal kamu dikecewakan suami kamu, kembali kepada saya. Akan selalu ada ruang untuk kamu.  Paham” 


“ Yes sir.” Lena berlinang air mata. “ Anda sangat humble. Tidak pernah bentak saya. Sabar mendidik saya. Itu akan jadi  kesan abadi bagi saya. Entah apakah saya akan menemukan suami seperti anda dan apakah saya bisa setegar istri anda. Yang harus berjauhan dengan suami. Yang suaminya dikelilingi wanita berkelas dan  setiap saat menghadang resiko” Katanya. 


***

Tahun 2018


Saya tidak setegar istri kamu. “ Kata Lena waktu bertemu saya dalam kesempatan dinner di Seoul 2018. " Kami jarang bertemu. Dia sibuk sebagai Pilot. Saya ingin cepat punya bayi tetapi dia menolak. Memang awalnya sebelum menikah kami sudah berkomitmen tanpa anak. “ jawabnya ketika saya tanya alasan dia bercerai.  Dia tidak menyalahkan mantan suaminya. 


“ Ingat engga waktu kamu ajukan pengunduran diri. Saya katakan. Kembalilah kepada saya kalau kamu ada masalah dengan perkawinan kamu. Selalu ada ruang untuk kamu. Mau kerja dimana ? Holding ada kantor di US, Beijing, Hong Kong, Seoul, Moscow, Swiss.”  Kata saya.


“ Boleh saya bekerja di Seoul. “


“ Kenapa ?


“ Saya ingin merawat papa saya. Dia sudah tua.” Kata Lena.


Makan malam itu  penuh keakraban. Lena sampai mabuk karena banyak minum Soju. Sulit melangkah ke lobi. Saya terpaksa gendong dia di punggung. " Dulu saat dampingi kamu diner denga relasi, saya tidak pernah mabuk. Selalu jaga kamu. Tetapi kini, kamu yang jaga saya. " Katanya dalam keadaan mabuk. 

" Apa kata Wada dan Wenny lihat kamu gendong saya. Pakai jas lagi." Kata Lena tertawa. Saya senyum saja. Saya terlalu tua untuk gendong dia. Tetapi akhirnya sampai juga di depan lobi restaurant. Tunggu kendaraan jemput. Kami sudahi makan malam itu dengan rasa persahabatan yang tak terpisahkan. Bagaimanapun Lena telah membantu saya banyak. Dan dia anggap saya sebagai kakaknya.

Disclaimer : Nama dan tempat fiksi belaka.

No comments: