Saturday, March 09, 2024

Uang dan spiritual ?

 




“ B, apa mungkin kita bisa bertemu. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan. Dan kalau itu saya anggap masalah, kamu tentu ada solusinya. “ kata Daniel via email. 


Aku butuh 3 hari untuk membalas email Daniel itu. Karena ingat beberapa tahun lalu dia pernah perkarakan aku ke pengadilan niaga. Akhirnya kami bertarung di pengadilan. Sama sama korban uang tidak sedikit untuk lawyer.  Akhirnya aku bisa memenangkan kasus itu. Memang dari awal kebenaran itu ada di pihak ku. Tetapi Daniel dengan team ahli lawyer nya punya celah untuk menjatuhkanku. Tujuannya agar aku lemah dan akhirnya terpaksa menerima kompromi untuk dia akuisisi Holding ku secara hostile. 


Setelah aku memenangkan kasus itu, dia minta maaf. Akupun memaafkannya. Kami tetap bersahabat sampai sekarang. Dari awal memang agendaku menghadapinya hanya untuk memperjuangkan kebenaran. Kalau aku mendapatkan rasa hormat dari Daniel yang lahir dari keluarga konglomerat financial. Itu bukan karena aku lebih hebat secara financial, tetapi karena moral. Kalau aku berbalik menyerang dia, tentu aku mencemari niat awalku. Lantas apa beda aku dengan dia.? Soal dendam?. Aku tidak punya kemewahan berbuat seperti itu. Bagiku, Tuhan saja maha pengampun, mengapa manusia harus lebih hebat dari Tuhan dengan menggenggam dendam.


Dari kali pertama kami saling kenal. Daniel sudah berniat untuk merekrutku sebagai executive nya. Entah mengapa. Tapi aku tolak dengan halus. Padahal saat itu aku sedang terpuruk di tahun 2002. Bukan aku tidak percaya dengan reputasi dan sumber daya keuangannya, tetapi lebih karena aku tidak merasa pantas untuk jadi pekerja. Seumur hidupku tidak terlatih sebagai executive di bawah kendali pemegang saham. Aku hanya orang kampung. Aku tahu diri soal itu.


Aku tidak terlalu bodoh untuk tahu. Kalau Daniel kaya raya bukan karena dia hebat dalam hal kreatifitas menciptakan produksi real, tetapi karena melalui keluarganya dia mempunyai akses ke sumber daya keuangan. Terutama dari pemain hedge fund yang punya rating AAA. Akses itu sendiri adalah kredit. Kredit bisa berarti financial instrument yang diperdagangkan di bursa reguler dan paralel sampai kepada yang rumit seperti pasar 144A SEC dan OTC. Jenis instrument pun beragam. Yang dikenal dengan istilah derivative. Derivative saham, valas, obligasi dan komoditi. Diperdagangkan secara option maupun future. 


Bagiku, pemahaman tentang uang atau kredit adalah kata kunci untuk mengakses sumber daya keuangan. Knowledge is power. Dan tidak sulit untuk memahami jalan pikiran bagaimana kapitalisme bekerja. Dahulu kala harta adalah sebidang tanah dan kumpulan ternak. Dari harta itu orang hidup dan menghidupi dirinya untuk berkembang dari generasi kegenerasi. Namun belakangan karena manusia semakin bertambah dan kebutuhan semakin meningkat maka kompetisi terbentuk. Harta tidak lagi diartikan ujud phisiknya. Tapi harta telah berubah menjadi selembar document sebagai bukti legitimasi dari penguasa. 


Selembar dokumen itu berkembang menjadi derivative asset bila dilampirkan dengan seperangkat izin ini dan itu. Kemudian digabungkan dengan yang namanya project feasibility maka jadilah sebuah akses meraih uang. Bukan dijual tanpi digadaikan. Uang itu berputar untuk kegiatan ekonomi dan menghasilkan laba untuk kemudian digunakan membeli harta lagi. Ini disebut dengan nilai reproduksi capital atau project derivative value


Bila laba semakin banyak , tentu harta semakin meningkat. Kumpulan dokumen harta ini dan itu , menjadi saham ( stock ) dalam lembaran dokumen bernama “perseroan”. Akses terbuka lebar untuk meningkatkan nilai harta itu. Penguasa semakin memberikan akses kepada harta itu untuk berkembang tak ternilai melalui pasar modal. Tentu harus memenuhi standar kepatuhan. Melewati proses legitimasi dari agent pemerintah seperti underwriting, notaris, akuntan , lembaga pemeringkat efek. Dari legitimasi ini maka harta menjadi lembaran kertas yang bertebaran dilantai bursa dan menjadi alat spekulasi. Hartapun semakin tidak jelas nilainya. Kadang naik , kadang jatuh. Tapi tanah dan bangunan tetap tidak pindah dari tempatnya.


Akses harta untuk terus berkembang tidak hanya dilantai bursa. Tapi juga dipasar obligasi, Dokument Saham dijual sebagian dan sebagian lagi digadaikan dalam bentuk REPO maupun obligasi, MCN. Disamping itu akses permodalan conventional lewat bank terus digali agar harta terus berlipat lewat penguasaan kegiatan ekonomi dari hulu sampai kehilir.  Artinya Kapital dapat mereproduksi dirinya sendiri. Bahwa harta bukanlah ujudnya tapi apa yang tertulis. Dan lebih dalam lagi adalah harta merupakan gabungan phisiknya dan manfaat nilai tambahnya. Nilai tambah itu hanya mungkin dapat dicapai apabila dalam bentuk dokumen.


Tanpa legitimasi harta, tentu tertutuplah akses kepada sumber daya keuangan. Ketidak adilan dibidang ekonomi lebih disebabkan oleh akses “ legitimasi harta “itu. Dan ini berkaitan dengan know how dalam hal bisnis proses untuk memenuhi business aspect, legal, financial dan banking, institutional. Kesenjangan Rasio GINI terjadi dimana mana. Itu karena perbedaan knowledge. Semakin jauh jarak knowledge antar kelas semakin lebar rasio GINI. Aku memang tidak terpelajar seperti Daniel. Tidak juga berkembang pengetahuan lewat didikan keluarga  kaya raya. Tetapi aku lahir dari keluarga moderat yang mendidikku hidup berakal mati beriman. Bahwa belajar itu sepanjang usia.


***

Aku minta Daniel  menemuiku di Singapore. Ya aku terbang dari Jakarta ke Singapore dan dia terbang dari London ke Singapore.  Sesuai jadwal yang disepakati, kamipun bertemu di Singapore. Aku memperlakukan Daniel seperti karakter dia. Saat dia menyalamiku, aku langsung ke inti masalah. “ Apa masalah kamu ? kataku to the point tanpa perlu ramah tamah. Karena Daniel dari kecil tidak diajarkan oleh keluarganya soal ramah tamah. Baginya semua omong kosong selain uang. Akupun tidak mempermasalahkan. Ini hanya soal budaya. Setiap orang punya budaya berbeda. 


“ B, kamu tahu saya kan punya portfolio pada perusahaan IT berbasis Cloud di China. Perusahaan itu sudah listed di bursa New york dan merupakan salah satu perusahaan China yang sukses menarik uang di wallstreet. Yang jadi masalah adalah salah satu partners saya di perusahaan itu menemukan kecurangan akuntasi.” 


“ Kongkritnya kecurangan seperti apa ? tanayku.


“Pendapatan yang belum terlaksana dicatat sebagai pendapatan pada tahun buku. Dan karena itu harga saham jadi meningkat. “ Katanya.


“ Itu fraud “ kataku cepat. Daniel mengusap kepalanya. Dia bingung Dia terdiam namun tak henti menatapku.  “ Apa ada solusi B? 


“ Cepat laporkan kepada otoritas sebelum diketahui oleh otoritas. Karena dalam aturan SEC, kalau perusahaan melaporkan sendiri kasus fraud itu, akan terhindar dari sanksi SEC. Itu solusi terbaik.” Kataku.


“ Tetapi kaarena itu perusahaan akan mendapat gugatan dari investor bursa dan pasti delisting“ Kata Daniel mengerutkan kening. 


“ Ya itu resiko. “ Kataku bersandar di kursi “ Tapi kalau SEC tidak memberikan sanksi atas adanya fraud itu, gugatan investor akan nabrak angin. Bursa kan punya prinsip free entry free fall. Semua pemain sadar tidak ada yang jujur. Biasa saja. “ kataku santai.


“ Apa mungkin kamu ambil alih perusahaan itu setelah mereka delisting? Kata Daniel. Aku tahu itu artinya bermitra dengan dia “ Setelah kamu beli dengan harga murah, jadikan perusahaan itu sebagai private company. Kamu bisa lakukan merger dengan pengelola gateway Data Center. Secara bisnis itu akan semakin kokoh. Dan secara legal, sudah berubah menjadi entity baru. Berjalannya waktu investor akan melupakan kasus itu, dan bisa kembali masuk ke bursa. “ Sambung Daniel , dia sedang berusaha provokasi- ku.


“ Itu bukan solusi. Tetapi bandit ! Kataku cepat. “ Kita tidak muda lagi Daniel. “ Aku menyorongkan tubuh agar lebih dekat dengan dia diseberang meja. “  20 tahun lalu aku dan kamu masih berusia 40 tahu.  Kita sedang mencari jati diri. Saat itu salah benar, abu abu. Kini kita udah berusia 60 lebih. Salah benar udah jelas hitam putih. Seharusnya kita tidak lagi anggap apapun abu abu lagi. Kebenaran itu harus dihormati dan diperjuangkan dengan standar etika yang kuat” Kataku.


“ B, kamu kan punya pengaruh kepada partners saya di China, Tolong kamu yakinkan dia. Saya akan berusaha cari jalan lain agar fraud itu tidak terbukti. Itu hanya pemainan window dressing. Soal aliran pendapatan yang jadi dasar audit saya bisa lakukan fake cash flow lewat perusahaan cangkang. “ Kata Daniel. Sepertinya dia tidak berubah karena usia. Dan juga tidak pernah memahamiku.  


“ Yang pasti saya tidak akan ikut campur apapun. Kalaupun sekarang saya dapat informasi dari kamu, itu saya anggap tidak pernah ada. Jadi lupakan saja. “ Kataku mengibaskan tangan. Daniel terdiam dan menunduk. Aku cuek saja. Tak berapa lama dia bertanya kepadaku.” Apa yang kamu maksud mencari jati diri. Dan apakah kamu sudah menemukannya ? 


“ Mengapa kamu tanyakan itu ? Aku tersenyum. Aneh ini kali pertama dia nampak lugu.


“ Karena kamu jauh berubah sejak kali pertama saya kenal “  Katanya. Logis pertanyaan itu. 


Saya tatap dia sekilas dan tersenyum. “ Daniel, seruku “ Dalam hidup ini hanya tiga intinya. Satu adalah iman. Only Trust in God. Kedua adalah resilience terhadap cobaan. Ketiga adalah bersukur, be grateful“ Kataku.


“ Only trust in God itu apa ?


“ Kekuatan hati kepada kebenaran. Jalan menemukan kesejatian dan kelengkapan diri.” 


“ Resilience?


“ Karena ada iman, membuat kita tangguh dan bersabar melewati proses.  Kita sadar. Tidak akan ada orang lain akan mau begitu saja berkorban membantu kita. Tidak akan ada orang lain mau begitu saja menuntun kita mencapai impian kita. Karena pertolongan manusia cenderung kapitalis. Hanya Tuhan tempat kita bersandar. Dan Tuhan mendidik kita lewat alam. Tuhan mengajarkan kehidupan lewat peristiwa derita dan bahagia. Kalah dan menang. Kaya dan miskin Agar proses kehidupan bisa mengubah takdir kita. Dari makhluk yang terbentuk dari lendir hina, menjadi sebaik baiknya kesudahan” Kataku bijak.


“ Be grateful ? 


“ Mengubah pencapaian menjadi keberkatan. Sementara keberkatan itu sumber kebahagiaan lahir dan batin. “Kataku. Daniel terpengkur. Dia sepertinya tersadarkan. Entahlah. Yang jelas setelah itu dia pergi. Sebulan kemudian aku baca berita. Perusahaan itu melaporkan sendiri kasus fraud itu ke otoritas AS. Dua executive senior jadi tersangka. Saham delisting. Aku yakin Daniel tercerahkan oleh sikapku.  


Aku tidak menceramahi Daniel seperti seorang pendeta. Apa yang aku katakan, sebenarnya itu menjadi standar ketika uang fiat diperkenalkan. Albert Hirschman dalam esainya, Against Parsimony: Three Easy Ways of Complicating Some Categories of Economic Discours: mengatakan, ketika kapitalisme mengabaikan moralitas dan etika, sistem itu akan kehilangan spirit. Adam Smith, sang Nabi ekonom dalam bukunya, The Theory of Moral Sentiment, menyebutkan tentang perlunya etika dan moral. Bukan hanya kapitalisme, kekuasaan pun bila mengabaikan moral dan etika, dan lebih utamakan kepentingan pribadi, maka sistem akan hancur dengan sendirinya. Itu yang aku pahami. 

3 comments:

Dimas said...

Kekuasaan yang mengabaikan moral dan etika dalam konteks kekinian 2024 adalah jokowi dan israel.

Jokowi, punya tenggat masa s.d oktober 2024. Apakah dalam tenggat masa itu dia akan menghadapai kehancurannya?

Menurut saya, utamanya saat ini menancapkan stigma untuk menghancurkan persona jokowi & keluarganya.

Anonymous said...

Belajar sepanjang hayat

I Gede said...

Buah busuk akan jatuh dengan sendirinya,tidak perlu repot-repot menggoyang-goyangkan pohonnya

Selalu ada harapan..

  “ Ale ! terdengar suara Patria di seberang lewat telp selularku. “ Ketemuan dong. Tempat biasa di bunker ya. " sambungnya. Aku tahu i...