Saturday, January 06, 2024

Impian jadi kenyataan

 






Sudah hampir 1 jam saya melamun. Saya lirik jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Saya masih di kantor saya di Hong Kong. Sudah hampir 1 tahun saya pelajari rencana perkebunan pisang skala besar.  Aspek business termasuk downstream sudah saya kuasai. Tetapi faktor resiko terhadap hama dan iklim sesuatu yang tidak bisa dihindari.. Apalagi tanaman monoculture dalam skala luas ribuan hektar semacam estate food, resiko akibat berkurangnya ekosistem pasti akan menimbulkan banyak implikasi terhadap tanaman.


Saya sudah membaca banyak studi soal  tanaman pisang itu. Mengikuti seminar. Tetapi belum juga dapat pencerahan. “Serahkan saja kepada Konsultant Ahli. Bayar. Selesai. Kenapa repot amat.” kata Esther sahabat saya. Tetapi tidak bagi saya. Sebagai sponsor tentu saya harus bertanggung jawab secara personal terhadap kegagalan ini. Tidak boleh saya tergantung kepada kepada konsultan ahli dalam membuat keputusan investasi.


Dalam bisnis menggunakan uang sendiri, tentu biasa saja bertarung ala gembler. Kalau gagal, tidak ada orang lain jadi korban. Tetapi bisnis saya terkait dengan produk investasi hedge fund, yang investor nya adalah kalangan sophisticated. Tanpa alasan logis secara bisnis dan akademis, pasti tidak akan ada investor berminat membeli surat berharga yang akan saya terbitkan.


Keliatan ada notifikasi di skype masuk dari @Caixia. Itu dari sahabat saya di Wuhan. Dia saya kenal pada saat seminar pertanian di Shanghai. “ Hi B, saya sedang di Hong Kong. Apa bisa kita bertemu” tertera PM dia di chat board. 

“ Tentu, Kamu nginap di hotel apa ?

“ Di Regal hotel.” 

“ Apa mungkin saya undang minum teh” 

“ Tentu. Kapan?

“ Sekarang saya segera otw. Kita ketemu di Time square. Dari sana kita jalan ke cafe. “ 

“ Ok segera saya ke sana” 


Usia Xia mungkin sepuluh tahun lebih muda dari saya. Kalau dia berhias tentu dia akan keliatan cantik. Tetapi dasar akademis, membuat dia tidak peduli bersolek. Terakhir bertemu saya tahun lalu di Shanghai saat seminar, dia masih jomblo.  Saat saya sampai di Time Square dia sudah ada. Memang jarak hotelnya lebih dekat daripada kantor saya di Central IFC. Saya jabat tangannya dan menuntunnya ke restoran yang ada di gedung time square.


“ Gimana dengan rencana kamu berinvestasi pada kebun pisang? Ada kemajuan?  tanyanya.


“ Ya…Masih bingung dan belum berani ambil keputusan” kata saya dengan suara terkesan  lelah. Kemudian saya jelaskan alasan saya ragu. Dia tersenyum. “ Apa kamu berani melakukan langkah awal? yang secara moral beresiko? katanya menyipitkan mata.


“ Apa ? Saya penasaran.


“ Kenapa tidak lakukan Clustered regularly interspaced short palindromic repeats, atau kalau  dilafalkan crisper[


“ Bisa jelaskan dalam bahasa sederhana?


“ Ada hal yang sering tidak teridentifikasi pada tanaman, yaitu sifat yang mempengaruhi, seperti hasil panen, toleransi kekeringan, atau kemampuan bertahan hidup tanpa bahan kimia pertanian. Itu terjadi pada setiap tanaman.  Nah dengan adanya crisper kita dapat melakukan pengeditan atau tepatnya rekayasa gen. Nah jika kamu berhasil melakukan pengeditan, kamu akan jadi pemenang secara keseluruhan menaklukan hambatan menjadi peluang bisnis besar.”


Saya mengerutkan kening.


“ BIsa jelaskan lebih sederhana lagi? Maklum saya tidak pernah masuk universitas, apalagi belajar sains yang rumit” kata saya berterus terang. Cara terbaik dihadapan ilmuwan adalah menjadi murid TK. 


“ Kamu kan pernah menulis. “ Tanyanya.


“ Ya tentu.


“ Agar tulisan kamu sesuai dengan tema, kamu gunakan beragam sumber referensi. Nah walau tulisan itu orisinil dari kamu tetapi sebenarnya kamu melakukan editing terhadap sumber referensi yang ada.” Katanya menjelaskan. Langsung saya pahami.


“ Lantas dimana moralnya?


“ Hasil dari crisper itu menemukan gen kunci yang bisa mengubah takdir dari tanaman. Produksi tinggi walau dilahan yang sempit. Sedkit pupuk dan pestisida, bahkan tanpa pupuk dan pestisida.” 


“ Oh begitu.”Kata saya terpesona. Seperti dapatkan cahaya terang. 


“ OK saya tidak peduli soal moral personal selagi itu tidak bertentangan dengan UU negara.” kata saya.


“ Sebagaimana diketahui, tanaman tersebut merupakan  genetically modified organism, itu kan rekayasa gen. Tentu harus diatur ketat, Kawatir menimbulkan paradox. Nah dunia termasuk China mengizinkan tanaman hasil edit genom dari peraturan yang mencakup GMO,  selama tanaman tersebut diproduksi bukan dengan mentransfer DNA dari spesies lain, namun dengan menginduksi mutasi yang dapat terjadi secara alami atau melalui pembiakan konvensional.” Kata  Xia. 


“ Ok. Saya tertarik lakukan itu. “ kata saya tanpa mikir lagi. Saya percaya xia. Dia phd pertanian.


“ Yakin”  Xia tersenyum.


“ Sangat yakin. “ Kata saya tegas. 


Xia tersenyum puas. 


“ Saya akan bantu kamu. “katanya.


“ Terimakasih”


“ Walau kita bertemu secara tatap muka baru dua kali tetapi selama setahun kita terus berkomunikasi lewat email dan skype. Kamu suka bicara dengan saya, kadang berjam jam. Padahal bukan bicara bisnis. Kadang saya pikir kamu menggoda saya. Tetapi nyatanya kamu sangat menghormati saya. Apa mungkin kamu jadi sahabat saya . “ Katanya. Saya rentangkan kedua tangan saya. “ Now we are friend”  Bisik saya.


***

Sejak pertemuan dengan Xia, selama tiga bulan dia aktif sekali hubungi saya dan kenalkan dengan beberapa orang temannya dari AS dan Eropa. Sehingga saya tanpa ragu, setujui anggaran riset rekayasa gen untuk proyek tanaman pisang. Setahun kemudian, riset sukses menghasilkan varietas pisang tahan hama dan berbagai patogen. Setelah melalui penilaian oleh otoritas atas pilot proyek di laboratorium riset selama 1 tahun, kami berhasil dapatkan izin dari pemerintah China untuk menanam itu dalam skala besar.


Saya tanpa ragu membuat keputusan untuk berinvetasi pada perkebunan pisang. Dilakukan dalam skala food estate di Yunnan dan terintegrasi dengan indusri API dan Banana powder. Business model adalah sebagai supply chain industri pharmasi dan industri makanan. 


Saya beri penugasan kepada team SIDC untuk lakukan fundraising. Pendanaan dari skema hedge fund lewat penerbitan Global bond 144A. Dengan margin laba business diatas 50% tentu tidak sulit dapatkan sophisticated fund yang berbunga 2% diatas LIBOR.


Tapi khusus Pimpinan Proyek saya sendiri yang tunjuk. Bukan lewat proses rekrut HRD. Saya bisa temukan Pimpinan proyek yang qualified. Dia mantan perwira China dari unit Military food service yang diakui tingkat disiplin nya. Maklum menanam dengan basis rekayasa gen memerlukan karakter disiplin tinggi terhadap SOP.  Yang penting track record nya, sukses menanam tebu ratusan ribu hektar di Brazil. Sebagai CEO saya tunjuk Xia. Awal investasi 5000 hektar dan kemudian berkembang menjadi 15.000 hektar.


Sejek Xia jadi CEO Unit business SIDC Agriculture, saya bertemu lagi dengan dia tahun 2023 di Hong Kong. “ Hampir semua investasi swasta China dibidang perkebunan atau pertanian di dalam maupun di luar negeri, berbasis riset. Memindahkan tanaman dari meja lab ke skala kapitalisme pertanian. Semua make money” Kata saya memuji dia yang 10 tahun lalu provokasi saya. 


“ Keseriusan pemerintah China terhadap pemenuhan pangan sangat luar biasa. “ kata saya. 


“ Maklum ini soal kehidupan lebih 1,4 miliar penduduk China yang harus dipertanggung jawabkan. Kan kita tidak bisa sepenuhnya bergantung dengan luar negeri. Kemandirian adalah kata kunci kedaulatan sebagai bansa. “ Jawab Xia.


“ Makanya engga aneh, bila ChemChina membeli Syngenta bermarkas di Swiss seharga USD 43 miliar. Ini transaksi fenemonal mengakusisi lembaga riset CRISPR nomor empat terbesar dunia. Secara tidak langsung hegemoni Eropa dalam hal riset CRISPR sudah berpindah ke China.” Kata saya. 


“ Ya dengan China kuasai riset CRISPR, pemerintah bukan hanya bisa tegakan aturan soal GMO, tetapi juga bisa mengarahkan terjadinya sinergi dan kolaborasi antara akademisi, lembaga riset, industri dan investor. Itu semua memungkinkan China bisa mencapai food security .“ Kata Xia tersenyum. 


“ Terimakasih sudah kerja keras untuk SIDC. Kamu telah membuat impian saya jadi kenyataan.” kata saya. Saya rentangkan tangan dan memeluknya.

Friday, January 05, 2024

Tidak sampai ke muara

 



Dan rumah besar yang dulu kebanggaan akan jadi kurungan yang menyayat sepi. Para sahabat yang semakin berkurang karena sudah banyak yang pergi tak kembali lagi. Lantas untuk apa semua yang kita perjuangkan semasa muda? Harta ada tetapi tiada dirasa lagi. Kekuasaan sudah lama pergi seiring perginya kehormatan. Yang tersisa hanyalah sesal menghitung hari sampai kesudahan. Pada akhirnya kita akan pulang sendirian. 


Begitu yang aku sampaikan kepada Burhan. Dia tidak merasa bersalah atas kegagalan mengemban amanah melaksanakan program ketahanan pangan nasional. Tidak merasa bersalah rusaknya lingkungan dan berkurangnya hutan karena estate food. Tidak merasa bersalah dana APBN habis untuk yang sia sia. Yang jadi masalah dampak kegagalan itu memang tidak dipikirkan konsekuensinya. Kekuasaan telah membuat dia bebas berbuat dan memaksa orang harus memakluminya. Dan dia tetap diam seribu bahasa dengan jari mengepit cigar.


“ Semua negara pernah mengalami kegagalan bertani dalam skala besar dan tidak ada kerja besar tanpa kegagalan lebih dulu. “ kata Burhan dengan senyum srigala. 


“ Untuk kamu tahu. Estate food itu wahana investasi yang lahir dari laboratorium riset rekayasa tanaman. Perlu berkali kali gagal pilot proyek dalam skala kecil untuk sampai pada estate food berskala besar diatas ribuan hekar. Setelah itu estate food akan menjadi solusi melengkapi produksi pertanian secara tradisional. “ Kataku.


“ Maksud kamu?


“ Sebelum estate food digelar secara bersar besaran, harus ditentukan apa yang cocok untuk ditanam. Sebelumnya harus tahu kualitas dan kandungan hara tanah. Harus diketahui penyakit tanaman akibat monoculture dalam skala besar, dan harus tahu bagaimana mengantisipasinya. Antisipasinyapun harus tidak berdampak kepada kerusakan hara tanah dalam jangka panjang. Karena bumi ini tidak diwariskan kepada kita saja tetapi juga kepada generasi setelah kita. 


Trade off dari estate food yang monoculture adalah peningkatan produksi pangan. Itu memang menggoda sebagai crash program. Tetapi masih ada rangkaian proses yang harus dilalui. Harus ada tekhnologi tanam dan panen. Harus ada tekhnologi perawatan. Harus ada industri pengolahan dan tekhnologi penyimpanannya. Salah satu proses tidak dipenuhi, itu akan berujung gagal, Karena estate food adalah bertani dengan mindset industri. Setiap industri harus melewati proses well prepared. “ Kataku berusaha mencerahkan Burhan. Tapi dia hanya diam


Usia Burhan sudah tujuh puluhan. Meski wajahnya masih mencerminkan ketegaran, tapi semua itu tidak mampu menghadang tubuhnya yang ringkih. Kadang jalan harus pakai tongkat atau dituntun.


”Apa yang dapat dimaknai dari rumah besar. Tanah beratus ribu hektar. Sementara sekeping jiwa larut dalam lengang…,” Kataku kepada diri sendiri. Berharap dia mengerti.


“ Ya sering aku keluhkan itu. Mengapa tiga kali aku memohon mandat kepada Rakyat tetapi tidak juga kudapat. Sering perasaan itu mendatangi dan mengganggu ketenangan malam-malam mengantar tidur” Sekarang Burhan bicara. 


“ Mungkin itu yang kita lupa. Ya kita lupa. Bahwa suatu saat semua pasti pergi dan ditinggalkan. Dan kita kembali sendiri kepada Tuhan!.” gumam ku kembali tersenyum sendiri.


Kembali sunyi. Aku termenung sambil menatap ke jendela cafe berkaca lebar. Jendela cafe itu seakan sebuah bingkai tempat menatap hari dan waktu. Keramaian dan kesunyian. Keindahan dan kepahitan. Kebenaran dan kemunafikan. Segala yang bernama masa lampau, hari ini, maupun jelang esok, akan tergambar sebagai sebuah potret. Refleksi dari sebuah perjalanan yang dititahkan oleh Tuhan. Dan setiap pergulirannya akan menjelma menjadi gambar kehidupan.


Di luar Cafe, aku lihat hujan turun rintik rintik. Dulu ya dulu saat republik baru di proklamirkan. Bukan hujan air tetapi hujan peluru dari Belanda yang ingin return. Hujan air mata karena ayah, anak, istri mati diterjang peluru. Hujan prahara  kelaparan dan penyakit menular.  Tak terbilang para suhada mati. Tak terbilang batu nisan pahlawan tanpa nama. Semua karena hope keadilan sosial bagi semua. 


Berlalunya waktu, hope akan keadilan sosial terlupakan saat sulit dapatkan pekerjaan, bahkan sebagai kuli kotrak sekalipun. Tepaksa jadi jongos di negeri orang. Petani menjerit karena pupuk langka. Gas sebagai bahan baku pupuk juga langka dan mahal. Kata Presiden. Sementara SDA Gas dijual semua ke luar negeri untuk bayar hutang luar negeri. Hope di negeri sendiri sudah lama absurd sejak kedaulatan APBN tergantung SBN. Kedaulatan pangan menjadi bias saat pemerintah sibuk memenuhi stok beras lewat impor. Program pembangunan memakmurkan menjadi paradox.


“Kita harus memperbaiki gizi makanan anak anak agar mereka menjadi generasi hebat nantinya. Tahun 2045 usia republik ini akan masuk usia emas, 1 abad.  Kita akan jadi negara kaya. Indonesia emas. Itu berkat apa yang dikerjakan pemerintah sekarang sudah benar“ Kata Burhan.  Aku kadang bingung. Kadang ucapan-ucapan Burhan dan presiden sudah seperti orang meracau. Tapi sebagai rakyat kecil aku miris betapa malangnya mereka. Bukan saja tidak paham apa yang mereka katakan tapi juga tidak paham apa yang telah mereka lakukan. Mereka tetap merasa benar. Segala sesuatu terhadap tingkah dan lakunya terlihat berlebihan, kadang terkesan kekanak kanakan. 


Burhan berambisi jadi penghuni istana. Tak ada program yang jenial kecuali ingin memberikan makan semua siswa di negeri ini agar mereka cukup nutrisi dan pintar.  Tetapi dia tidak paham bila manusia bukan hewan, yang bisa dipabrikasi makan siangnya dengan rasa sama. Esensinya setiap orang harus punya kebebasan memilih konsumsi jenis makanan. Pintar? Kepintaran bukanlah kercerdasan yang bisa dipabrikasi lewat proses belajar dogma dan hapalan terstandarisasi. Tanpa kercerdasan, orang pintar hanya jadi domba belaka. Kecerdasan itu lahir dari literasi. Literasi itu nutrisi jiwa dan otak untuk manusia berakal. Apa gunanya anak pintar dan sehat kalau tidak berakal. Itu sama dengan beruk di hutan.


” Dunia akan terkejut saat tahun 2045 negeri ini sudah menjadi sedikit dibawah China dan India.!” ucapnya seakan-akan baru saja memenangkan sebuah pertarungan panjang. Itu terlihat dari wajah jenakanya yang menjelma berseri-seri penuh kesenangan. Wajah megalomania. Tapi Burhan mungkin lupa. Setiap kegagalan akan mewariskan bencana. Ketika nanti waktunya tiba tahun 2045, mungkin ia sama sekali tidak melihat bencana itu. Tidak menyaksikan lengang dan derita seperti rakyat Venezuela. Tak ada yang mengalir ke muara.


Kami berdua tersenyum saat mendengar biduanita di panggung melantunkan lagu “ Panggung sandiwara”


” Ketuaan adalah keniscayaan. Serupa usia. Atau mungkin waktu yang juga sudah tua. Pada akhirnya kita memang tak akan dapat mengelak dari kesalahan. Kehormatan di hadapan manusia  hanyalah sebatas keinginan. Apa pun selebihnya adalah Tuhan yang Maha Adil. Keadilan Tuhan itu seperti orang menatap matahari terbenam di kaki langit dari pangkal akanan. Dia tidak akan mencapai kaki langit namun dia bisa merasakan sinarnya “  ucapku.


Aku termenung. Usia republik sudah senja. Ibarat ibu tua yang hanya bisa berdoa berharap keajaiban tiba saat melihat sebagian besar anak anak yang antusias menanti almanak Pilpres. Saat semua janji manis didengungkan setiap hari dan teramat manis karena money politic tentunya. Setelah pemilu usai, ibu tua menatap photo pasangan Pilpres yang menjadi penghuni istana. Entah mengapa, mereka sama-sama tersenyum saat berfoto. Ibu tua menghela nafas panjang. 


Kulihat ibu pertiwi.

Sedang bersusah hati.

Air matanya berlinang.

Mas intannya terkenang.

Hutan gunung sawah lautan.

Simpanan kekayaan.

Kini ibu sedang lara.

Merintih dan berdoa



Monday, January 01, 2024

Burung Nasar

 





Januari 2023. Saya yang tentukan tempatnya. “ kata saya kepada Benhard. Dia berusaha mempertemukan saya dengan seseorang. Tetapi karena dia adalah pejabat otoritas, saya tidak ingin bertemu di tempat terbuka. Berhaya. CCTV ada dimana-mana di Jakarta. Pejabat otoritas tidak ada yang secure. Bahkan ketua KPK pun bisa jadi tersangka dengan tuduhan pemerasan. Jam 7 malam saya datang lebih dulu ditempat yang ditentukan. Tak berapa lama petugas lounge memberi tahu. Tamu saya sudah datang. Saya mengangguk untuk izinkan masuk.


“ Baru tahu saya ada tempat seperti ini di Jakarta. “ Katanya menatap sekeliling ruangan. Ini tempat VVIP dan hanya untuk member. Semua perangkat komunikasi tidak bisa digunakan. “ Suasananya santai banget. Walau suara musik sayup sayup tetapi sangat jelas. Akustik ruangannya bagus sekali. “ Lanjut Benhard. Dia kemudian perkenalkan dua orang  yang datang bersamanya. Saya mengangguk saja.


“ Begini B. “ kata Benhard mulai bicara kepokok masalah “ Ini ada jaminan hutang dari Hong Kong terhadap debitur dalam negeri. Jaminan itu di-endorsed bank di Eropa  lewat financial instrument. Nilainya diatas USD 10 miliar. Yang jadi masalah setelah 4 tahun hutang itu berjalan, kemarin jaminan itu dibatalkan atau terminate.


Saya mengerutkan kening “Kan penjaminan itu sudah melalui proses settlement yang solid. Apalagi bank dalam negeri kan tidak bodoh amat untuk menilai rating jaminan itu. Kenapa bisa fraud.? tanya saya.


“ Masalahnya pihak obligor di Hongkong yang memberikan jaminan utang tersangkut skandal Credit enhancement yang default. Ini mendorong terjadinya investigasi oleh otoritas Hong Kong.  Hasil investigasi ditemukan ternyata obligor itu spesialis bobol bank dan pasar uang  lewat intrument hedge fund. “ Kata teman Benhard. 


Saya bisa paham. Yang namanya produk investasi hedge fund bukanlah jaminan solid tetapi dia menjadi exciting karena menjanjikan skema to good to be true dan bunga atau yield yang tinggi. Kalau di cut walk ya pasti terindikasi fraud. Kalau dibiarkan, tentu tidak ada masalah. Tetapi karena satu runtuh, semua jadi runtuh. Domino effect. Soal kasus hukum, ini delik aduan. Bagaimana orang mau lapor? karena yang gunakan jaminan itu memang punya niat  buruk dan bukti pelanggaran hukum ada pada pihak debitur semua.


“ Apakah anda bisa memberikan solusi “ Kata Benhard. Saya diam dan berpikir. Dihadapan saya ada pecundang. Mengapa pecundang?.  Yang punya masalah adalah debitur tetapi mereka sebagai otoritas dipaksa mengemis kepihak lain agar dapatkan solusi.Tentu debitur punya pengaruh politik besar. Kalau engga mana mungkin mereka datang ke saya.


“ Saya akan replace jaminan itu dalam bentuk  MTN unsecure wrap 25% cash collateral. Delivery dari AMG first class. Seluruh saham debitur saya kuasai. Tidak melalui PKPU tetapi credit recovery. “ Kata saya menawarkan solusi.


“ Mengapa tidak cash langsung aja. Ya semacam fasilitas pelunasan utang lewat haircut”  Kata Benhard.


“ OK 20% Cash “ kata saya cepat. Saya tahu kredit proyek rente itu di mark up 3 kali, belum lagi mereka udah untung selama 4 tahun, tetapi tetap aja engga bisa bayar utang. Memang niatnya rampok


“ Terlalu rendah” Kata mereka.


“ So kalau begitu MTN unsecure wrap cash collateral 25%. Take it or leave it” Kata saya dengan tersenyum tipis. Mereka saling tatap. “ Kita selesaikan di bank anda di luar negeri? Kata salah satu mereka. Saya mengangguk. 


Setelah mereka pergi. Awi masuk ke ruangan lounge. Sempat bicara dengan mereka di depan pintu. Saya perhatikan, Awi keliatan akrab sekali dengan mereka. Saya senyum aja saat dia datang ke table saya “ Besok lue ke Beijing bersama debitur. Cheng yang atur penyediaan cash collateral dan Group Cheng kuasai saham debitur 100%. Lue ambil fee sedikitnya 10% dalam bentuk saham. Tunjuk proxy lue sebagai beneficial owner dan direktur. “ kata saya.


“ Siap B” Kata Awi. “ Kerja 4 tahun Lebih mateng juga tuh urusan. Enak banget makannya. Makan bangke, tetapi lumayah masih daging semua “ Sambung Awi seraya hembuskan cigar. 

“ Ya lue burung pemakan bangke “ Kata saya tertawa.

“EGP aja.Yang penting cuan. “ Kata Awi mendekati table yang ada wanita duduk sendirian. “ Dia selir emas boss gede. Gua kenal.. “ Kata awi sebelum pergi ke table wanita itu. Saya senyum  aja.***

Tahun 2011.


Kali pertama bertemu Arina saat ada acara di kedutaan Asing di Singapore. Awalnya hanya sekedar sapa. Saya suka wanita mature yang cerdas dan berwibawa.  Enak diajak bicara serius. Tentu bisa mengajaknya bicara adalah keberuntungan tersendiri. Benarlah, tanpa sengaja saya menyapanya dan dia mengangguk. Saya sengaja membuka pembicaraan kasus merger antara Smith Barney dan Solomon, akibat skandal Long Term Capital Management (LTCM). Pembicaraan jadi mengalir. Dia lebih dulu menyerahkan kartu nama. 


Dari satu pertemuan tak terduga, berlanjut ke pertemuan kedua  yang direncanakan dan akhirnya kalau ada trip ke Singapore saya sempatkan bertemu Arina. Dia wanita kelahiran Manado. Sarjana hukum dari PTN dan kemudian melanjutkan ke  Singapore, terus berkarir di Singapore. Dia memang cerdas, Terbukti dia dengan cepat menerka bisnis saya. “ Anda shadow banker yang memanfaatkan kelemahan clients yang tidak qualified mengakses perbankan normal.“ katanya tersenyum. Luar biasa. 


“ You bet you” Kata saya dengan cepat.” How come? 


“ Sejak kali pertama bertemu, kamu sangat exciting diskusi soal kasus hukum. Referensi kamu sangat bagus dan selalu mengarahkan saya untuk antusias merespone. Saya tahu bahwa advice saya bukan hal luar biasa. Itu sama saja memberikan advice kepada Angsa cara berenang. “ Katanya tersenyum. “ Kamu sengaja menggoda saya.” Sambungnya seraya menyentuh pipi saya dengan kedua telapak tangannya” Tetapi saya suka” katanya dengan senyum indah.  Saya terpojok. “Saya tersanjung kalau kamu anggap saya menggoda kamu. “ sambut saya.


Saya tidak punya target apapun dalam berteman. Mengalir aja. Walau dia profesional lawyer tapi saya tidak tertarik hired dia. Kalau saya butuh lawyer, saya hanya butuh pendamping profesional. Saya bayar mereka dan saya drive mereka. Karena saya player.


Empat tahun pertemanan, dia menyerahkan dokument untuk saya pelajari sebagai peluang. “ Ini ada tiga kasus hukum pada entity yang berbeda. Satu kasus Kontrak pembelian tenaga listrik yang kemahalan harganya karena KKN, Divestasi tambang yang bermasalah, dan cassie utang CIC kepada emiten tambang” Katanya. Setelah saya pelajari, saya tahu bahwa ini bukan laporan biasa tetapi hasil investigasi secara detail.


“ Mengapa anda berikan file ini kepada saya” Tanya saya.


“ Saya punya clients yang beriminat take over kasus itu semua.  Mereka tidak punya uang. Tapi mereka punya skema yang solid untuk dapatkan dana dari bank. Karena exit strateginya sudah ada. Jadi skemanya secure. Nah, mungkin anda ada network investor yang bisa menyediakan credit enhancement dari first class bank. Client saya perlu investor credit enhancement untuk trigger dia dapatkan pinjaman dari bank” Kata Arina. 


investor Credit enhancement adalah pihak ketiga yang memberikan jaminan kepada pihak debitur. Tujuanya dalam rangka meningkatkan credit rating dihapan bank kreditur. Tentu bagaimanapun namanya credit enhancement, itu sama dengan analogi balon yang ditiup. Balon membesar saat ditiup namun kapan saja bisa meletus kalau terus ditiup. Makanya Credit Enhancement itu tidak bisa terlalu lama jangka waktunya. Harus ada dukungan exit yang solid. Biasanya investor credit enhancement  meminta letter of undertaking kepada client . Itu memastikan dia terhindar dari resiko call atas jaminan itu. Bagaimanapun resiko default ada pada clients.


Tiga kasus dari tiga entity itu setelah diambil alih akan dibungkus dalam satu holding company dan kemudian, akan listing di bursa untuk dapatkan capital gain. Jadi exitnya secure. Skema akuisisi lewat target yang terlilit kasus seperti berburu di kebun binatang. Pemilik kebun binatang kehabisan uang untuk beri makan hewan piaraan dan hewan terancam mati. Karenanya apapun solusi yang ditawarkan oleh pihak yang akan akuisisi pasti di dukung otoritas dan bank. 


Saya tidak menjanjikan apapun. Namun saya akan hubungi dia kalau ada investor network saya yang berminat.***


Tahun 2015


Sore di kawasan kota tua, di sebuah restoran bergaya oriental kuno, saya makan malam dengan Chang dan Awi.  “ Data riset dari konsultan saya di Singapore melaporkan seperti ini. “ Kata saya kepada Chang seraya menyerahkan file dokumen dalam amplop. .Chang membuka amplop itu dan membaca. “ Ini bukan laporan tetapi investigasi klasifikasi A. “ Kata Chang. Saya diam saja. Tunggu reaksinya. Dia tatap lama saya dan akhirnya dia menyalami saya. “ Ok kita kerjasama. Kamu lakukan bagian kamu dan saya lakukan bagian saya. “ Kata Chang. Kami lanjut makan malam.


Sebulan setelah bertemu Chang, saya terbang ke Swiss. Bertemu dengan Bastein di kantornya yang elegan. Dia banker dari prime bank di Eropa. “ Terimakasih anda sudah bantu kami dapatkan clients potensial. Kami berjanji akan memberikan layanan terbaik” Katanya. Saya memang mengarahkan Steven raja Casino untuk menempatkan dananya pada Bank tempat Bastein kerja. Saya serahkan dokumen untuk Bastein pahami. Dia melirik saya ketika baca dokument itu. “ Ah artinya anda dapatkan mandatory dari MR. Steven. “ Katanya. “ Lantas apa yang dapat saya lakukan untuk anda.” Tanyanya.


“ Saya butuh credit enhancement dalam bentuk bank instrument. Apakah anda bisa create itu.” tanya saya.


“ Tentu bisa.” Jawabnya tegas. “Tapi untuk apa ?


“ Untuk ini” kata saya serahkan lagi file dokumen untuk dia pahami.


“ Baik saya bisa lakukan secara on request” Katanya cepat. “ Dan sebagaimana credit enhancement, anda drive untuk lakukan  kapan akan terminate. Tentu anda harus pastikan settlement nya clean and clear dengan clients anda” Sambungnya dengan mata elang. Credit enhancement itu di back up oleh uang tunai dari Steven yang ada di bank. Tida ada resiko.  Rekening Steven di bank walau tidak bergerak namun tidak ada resiko apapun. Dan tetap dapatkan bunga dari bank


Dari Swiss saya terbang ke Beijing. Bertemu Chang di Kamar Hotel. “ Saya punya terminal yang dilengkapi dengan fitur private banking untuk delivery credit enhancement via SWIFT.” Kata saya  seraya perlihatkan screen dari laptop saya. “ Saya akan beri kamu PIN code akses ke terminal ini. “ Sambung saya. Chang senang. “ Kapan saya bisa bertemu dengan Arina.” Kata Chang.


“  Tunggu arahan saya ” Kata saya cepat. “ Tapi eh, bukan kamu yang akan bertemu Arina. “ sambung saya mengingatkan rencana yagn sudah kami susun.


“ Ah ya. Maksud saya, CEO Private invenstment yang saya tugaskan  untuk deal dengan Arina.” Kata Chang meluruskan “ Tugas saya dan kamu jadi  burung pemakan bangkai. ” Chang bersatire. Saya hanya senyum masam. Kami berteman lama dan sama sama di usia muda lulusan kursus Economy quantitate  dari World Bank.


Kembali ke Jakarta, saya bertemu dengan Awi. “ Ini ada tiga pejabat. Tugas kamu dekati tiga pajabat itu. Lakukan apa saja agar dia nyaman dengan kamu.  Jangan bicara bisnis. Pastikan dia trust kepada kamu.” Kata saya. Awi paham.


***

Tiga bulan sejak pertemuan dengan Arina di Singapore. Arina datang ke jakarta. Dia berharap bertemu dengan saya. Dia sepertinya di-push oleh Clients nya.“ Saya sudah hubungi semua network saya. Mereka menolak memberikan mendukung credit enghancement. Alasannya itu bisnis  kasus, dan lagi kasusnya  sudah international class nya. B, entah mengapa saya sangat berharap dari kamu. Please “ kata Arina dengan wajah stress. Untung kami bicara di kamar hotelnya. Saya diam seakan berpikir. Padahal moment seperti ini saya tunggu.


“ Arina, seru saya.” Kamu bisa hubungi teman saya di Singapore. “ Kata saya menyerahkan kartu namanya. “ moga dia bisa bantu. Hanya itu yang bisa saya lakukan.”  Lanjut saya. Arina menatap saya dan akhrnya dia tersenyum seraya memeluk saya erat di kamar hotel panthouse itu.***


2016-2020.


Dari Awi saya dapat laporan bahwa proses take over tiga kasus itu berlangsung mulus walau tidak cepat. Sampai akhirnya tahun 2020 seluruh asset perusahaan dari tiga kasus itu sudah berpindah ke holding company milik clients Arina di Singapore, Semua pembiayaan pengambil alihan itu berasal dari bank dalam negeri namun collateral dari Bank tempat Bastein kerja. Pengiriman SWIFT antar bank lewat terminal API. PIC offshore sebagai investor credit enhancement dapat fee sebesar 3% pertahun, itu berlangsung empat tahun. Belum lagi dapat advance fee sebesar 5%. Maklum ini skema hedge fund. Sampai akhirnya saya terminate. Default. Otomatis seluruh credit enhancement dibatalkan  oleh otoritas. 


Dari tahun 2020 sampai tahun 2023, Arina bersama team dan client nya berusaha menyelesaikan masalah yang ditimbulkan akibat di-terminate nya collateral itu. Sementara bank dalam negeri terus desak replace collateral. Mereka kawatirkan kalau keadaannya berlarut larut, oleh otoritas itu akan dinyatakan NPL.


Arina tidak pernah bicara kepada saya soal kasus ini. Karena sejak dial deal dengan investor credit enhancement Singapore tahun 2016, dia tidak pernah kembali ke saya lagi. Sepertinya dia sudah melupakan saya. Atau mungkin dia sibuk. Saya juga tidak berminat bertemu dia lagi. Tapi Awi secara tidak langsung masuk dalam arena permainan. Karena dia dekat dan dapat trust dari tiga orotitas yang terkait kasus ini. Dan karena itu Benhard datang kesaya.


Desember 2023.

Setelah selesai replace collateral clients Arina. Otomatis 90% saham holding clients nya berpindah ke group Chang di Beijing.  Sebelum Natal, saya dapat email dari Arina, “ B, saya di Jakarta. I miss you” katanya. Segera saya datangi hotel tempat dia menginap. Seperti biasa penampilannya tetap elegan sesuai dengan kamar hotelnya.  Dia serahkan kartu namanya. Saya baca jabatan tertera pada kartu nama itu. “ CFO “.


“ Sekarang saya bukan lagi lawyer tapi beneficial owner atas 10% saham holding. Holding yang kuasai tambang batubara, emas, nikel, blok Gas. Juga punya kontrak pembangkit listrik serta armada kapal logistik. Ya walau proxy tapi investor tunjuk saya karena kompetensi saya. Bagaimana dengan bisnis kamu? Tanya Arina dengan senyum dan memagut saya dengan erat. “ I miss you” bisiknya. Saya senyum dan berusaha melonggarkan pagutannya. “ Ada apa kamu? kata Arina mengerutkan kening. “ Kamu engga kangen saya? katanya. 


“ 7 tahun kamu lupakan saya. Dan selama itu tidak pernah kontak saya. Sekarang kamu datang begitu saja. Dan minta saya menjawab apakah saya kangen? kata saya  tersenyum dan remas bokong dia. “Saya sibuk B. Maklumi tapi you always my mind” katanya dengan napas memburu. Saya senyum aja. Dia tidak tahu, kalau dia proxy Awi dan itu berkat rekomendasi dari otoritas pejabat. 

Selalu ada harapan..

  “ Ale ! terdengar suara Patria di seberang lewat telp selularku. “ Ketemuan dong. Tempat biasa di bunker ya. " sambungnya. Aku tahu i...