Saturday, July 10, 2021

Perjuangan Cinta..

 




Dia tidak mengerti mengapa pria sempurna secara phisik  mau menikahinya. Padahal dia tidak bisa dikatakan sempurna. Karena wajah buruk rupa dengan usia diatas 30 belum ada pria yang mau melamarnya. Dia yatim lagi piatu. Tak ada alasan yang bisa masuk akal mengapa akhirnya ada pria yang lamar. Namun ketika jodoh datang maka datanglah. Dia terima dengan suka cita. Setelah menikah dia tinggal satu rumah dengan mertuanya. Karena mertuanya sudah berusia , kadang banyak sikapnya yang menyakitkan hatinya. Namun dia berusaha menerima dengan lapang dada. Tak pernah sakalipun dia membalas cercaan dari mertuanya. Tak ada sesungguhnya kesalahannya karena pengabdiannya tak bertepi. 


Pagi pagi dia telah bangun untuk lebih mengutamakan melayani kebutuhan mertuanya daripada suaminya. Di samping itu kadang suaminya yang bekerja keras di pabrik pulang kerumah dalam kelelahan harus minta diurut dan menyediakan air hangat untuk mandi.  Terlambat sedikit dia melayani, cercaan dari suaminya tak ubahnya seperti yang dilakukan ibu mertuanya. Namun derita dan penghinaan itu tidak pernah di balas , bahkan wajahnya berusaha dibalut dengan perasaan teramat tulus.  


Mengapa dia kuat ? Karena dia menyadari bahwa perkawinan adalah takdir. Dia sadar siapalah dia? Wanita miskin dan tak berupa cantik, dapatkan berkah pria sempurna.. Tentu pemberian ini tidak gratis dari Tuhan. Ada sesuatu rahasia bahwa ketka Allah memberinya pada waktu bersamaan juga Allah meminta kepadanya. Apa itu? Yaitu SABAR. 


Betahun tahun perkawinan itu berlangsung. Diapun sudah di karunia anak usia balita. Namun sikap ibu mertua dan suaminya tak pernah berubah. Dia tetap sabar. Semakin berat deraan datang semakin dia kuatkan hatinya untuk melewati hari hari kebersamaan tanpa sedikitpun berkeluh kesah. 


Sampai pada suatu saat , suami sedang kerja lembur di pabrik sampai pagi. Ibu mertuanya sakit keras. Tak ada uang untuk membawa ke rumah sakit. Dalam jarak 3 KM dari tempat tinggalnya, dia gendong ibu mertuanya ke rumah sakit. Untunglah keadaan ibu mertuanya dapat di tolong. Namun di haruskan operasi. Suaminya datang melihat keadaan ibunya yang sakit. Ada rasa haru bagaimana pengorbanan istrinya menyelamatkan ibunya. 

Karena tidak ada uang cukup untuk biaya operasi, istrinya datang memberikan uang kepada suaminya. " Aku telah menandatangani penjualan ginjal kepada bank organ.  Pakailah uang ini. Semoga ibu sehat " Katanya dengan nampak tulus. 


" Mengapa ? 


" Kamu adalah suamiku dan kamu adalah takdirku. Kalau aku mencintaimu maka aku harus mencintai semua orang yang mencintaimu. Kalau masih kurang itu semua , mohon maafkan aku wahai suamiku"  


" Tapi mengapa ? Kata suaminya dalam kebingungan..


" Kamu adalah tangan Tuhan yang melatihku terus bersyukur atas hidup ini. Semakin derita demi derita datang semakin aku sadar bahwa cinta yang kuperjuangkan adalah sesuatu yang agung, dan tidak akan sia sia.." 


Suaminya memeluknya dengan air mata mengambang. Sejak itu sifat suaminya berubah. Sifat mertuanya juga berubah. Kehidupan ekonomipun berubah menjadi lebih baik. Suaminya terpilih sebagai karyawan teladan di perusahaan. Tanpa ragu dia memberikan hadiah itu kepada ibunya namun ibunya menyerahkan itu kepada istrinya. 


" Kamu lah yang telah mengubah anakku dan kamu juga telah membuat aku merasa sangat beruntung dalam hidup. Kamu bukan hanya istri bagi suamimu , menantu bagiku tapi kamu adalah malaikat yang dikirim Tuhan kepada kami " 


Kamu baru akan merasakan makna cinta ketika kamu berkorban tanpa pernah bertanya untuk apa dan mengapa? Kamu menari di atas panggung yang tak perlu tepukan. Kamu menyanyi yang tak peduli orang mendengar atau tidak. Kamu terhina tanpa membuatmu berkeluh kesah. Dan dari itu semua kesabaranmu memancarkan cahaya bagi semua. Mengubah yang keras menjadi lembut dan membuat kehidupan tanpa harus disesali oleh siapapun dan kamu menjadi sumber orang lain bersyukur kepada Tuhan.. Pahamkan sayang..


No comments: