Sunday, April 04, 2021

Jellian

 


Saya jalan kaki dari Stasiun metro Mayakovskaya ke Area Patriarch Ponds, Central Moscow. Saat itu musim semi tahun 2013. Saya memilih Bar di jalan  Bronnaya untuk bertemu dengan Victor. Saat saya datang Victor sudah ada di tempat. Saya lirik banyak gadis Rusia killing time. Mungkin sebagian mereka slut girls. Entahlah. “ Dubai menghubungi saya, dia minta bantuan untuk mendapatkan akses pengambil alihan pabrik senjata di Ukraina. Mereka menghubungi saya karena tahu saya punya banyak koneksi di Ukraina.” Kata saya. 


“ Memang banyak pabrik senjata warisan Unisoviet di Ukraina yang terbengkalai karena tidak ada modal dan memang tidak ada lagi pasarnya. Tadinya pabrik itu berdiri untuk mensuplai kebutuhan dalam Negeri Unisoviet. Kamu tertarik dengan tawaran itu? 


“ Saya tidak serta-merta menerima tawaran itu sebelum saya tahu siapa yang akan membeli pabrik senjata itu. Dia meminta saya datang ke Dubai yang akan diperkenalkan dengan seseorang.” 


“ Apa yang bisa saya bantu.”


“ Kalau peluang ini saya ambil. Apa ada cara dapatkan akses politik ke Rusia. Mereka butuh special service. Termasuk delivery”


“ Ah Rusia, tidak ada yang tidak mungkin. Semua tergantung uang. “ Kata Victor tersenyum penuh arti. Saya menangkap dia tertarik. Kami menghabiskan malam itu dengan vodka. Tak berapa lama ada rombongan gadis datang ke table kami. Victor ajak saya pergi ke tempat lain “ Kita akan pesta “ Serunya.

“ Dimana ?

“ Ikut aja.” Katanya


Kami pergi besama para gadis itu ke satu castle dengan pekarangan luas. Pesta berlanjut di ruang VVIP bersama para gadis. Tak berapa lama datang rombongan pria masuk ruangan itu. Saya pergi ke kolam renang dengan segelas Vodka. Victor mendatangi saya. “ Besok kita ke Dubai dengan private jet saya. Kita bicara di dalam pesawat detailnya. Dua pejabat penting akan ikut. Kita dapat big fish bro. No worry. Ayo masuk ke dalam. Kita habiskan malam ini dengan happy.”


***

“ Soal pengambil alihan pabrik senjata itu tidak ada masalah.  Tidak ada pejabat Ukrain yang tidak bisa dibeli.” Kata pria yang ikut kami dalam penerbangan ke Dubai. “ Tapi kontrak tetap saja penjualan senjata dengan harga black market. Karena kita juga harus atur delivery keluar dari Ukraina tanpa terdeteksi aparat. “ Lanjut pria itu dengan mata Srigala. Saya tahu ini hanya bisnis. Walau Rusia bukan lagi USSR namun sebaian besar pejabat adalah alumni KGB. Mereka ahli dalam operasi inteligent.


Di Dubai kami diatur oleh kontak saya bertemu dengan seseorang. Pertemuan ini sengaja menyewa ruang Panthouse di salah satu hotel bintang lima. Saya bersama Victor datang berdua saja. Saya tahu pasti siapa pria dihadapan saya itu. Dia tidak menggunakan pakaian tradisional arab. Dia mengenakan setelan mewah. Dia cerita kedekatannya dengan Menteri Luar negeri Arab Pangeran Saud al-Faisal dan Pangeran Abdul Rahman al-Faisal dan Pangeran Turki al-Faisal. 


“ Kami dapat SPK suplai senjata. “ katanya memperlihatkan dokumen dalam bahasa Arab. 

“ Ok. Yang saya mau, anda take over pabrik senjata di Ukraina. Anda juga atur kepemilikan pabrik senjata itu. Anda lebih tahu bagaimana menyamarkan kepemilikan itu. Semua tentu ada harganya. Kami yang bayar.” Lanjutnya.

“ Termasuk delivery, satu paket ? Kata Victor. 

“ Ya tepat. “ 

“ Harga delivery harga black market ? Kata saya menyerahkan selembar kerat berisi detail singkat proposal yang kami tawarkan.

Dia baca seksama “ Excellent. Saya setuju  “ Pria itu berdiri dan menyalami kami. “ Senang berbisnis dengan kalian. Saya tunggu realisasi akuisisi pabrik senjata. Payment guantee sesuai proposal anda ini, besok saya kirim ke bank anda di London.” Katanya.


Saya hubungi Jellian di Kiev. Di sahabat saya. Saya memberi peluang bisnis untuk Jellian. Dia senang. Victor membantu Jellian melobi pejabat Ukraina melalui aksesnya kepada pejabat Rusia. Saya menjauh dari semua proses bisnis itu. Kami dapat bayaran dari Pria Arab itu 20 kali dari harga akuisisi yang dilakukan oleh Jellian. Kami juga dapat harga jual senjata seharga 10 kali dari harga pasar. Semua transaksi keuangan itu diatur oleh lawyer di London. Cross settlement antara rekening pria Arab itu dengan rekening kami di bank yang sama di London.

****

Satu waktu saya bertemu lagi dengan Jellian ketika business trip ke Bangkok. 

“ Terimakasih, Bro. Karena kamu telah mengenalkan dengan seorang yang membuat saya kaya raya.


” Oh ya. Apa itu?


“ Ingat engga. Beberapa tahun lalu kamu beri saya peluang bisnis.”


“ Ah ya. Saya sudah lupa. Emang berhasil ? “ Kata saya pura pura lugu.


“ Ya. Pabrik itu dibeli oleh Pengusaha dari Arab saudi. Tapi pembelian melalui SPC yang terdaftar di Isle of Man. Uang pembelian pabrik itu dari rekening offshore. Selanjutnya Pabrik itu kembali dioperasikan.  Senjata diterbangkan ke Bandara militer Turki. Lalu MIT (Turki Secret Service) meneruskannya dengan kereta api khusus untuk ISIS. Tampaknya tidak mungkin pasokan senjata tersebut bisa dilakukan tanpa melibatkan NATO. Itulah konpirasi membuat ISIS exist dan berperan significant menggoyang pemerintah Irak dan Suriah.”  Katanya.


“ Tapi “ lanjutnya, “ Baru saya ketahui bahwa pabrik senjata itu di beli oleh pangeran Arab berkerja sama dengan perwira mantan KGB, yang juga adalah Putin Connection. Mungkin ini cara Rusia ambil bagian di Syuriah untuk masuk dalam lingkaran ISIS dan akhirnya menciptakan konplik diantara elite ISIS, terutama antara elite ISIS dengan Al Qaeda. Maklum Rusia punya dendam dengan Al Qaeda waktu di Afganistan. 


Setelah itu benarlah.  AS memburu semua elite Al Qaeda termasuk Osama bin Landen. Semua aset AS di Al Qaida dibunuh. Al Qaeda melemah setelah laden meninggal. “ Kata Jellian 


“ Terus “


“ Team inteligent Rusia memberikan data semua tentang elite ISIS ke Iran. Sehingga intel Iran dan Irak punya cara efektif membunuh mastermind ISIS. Al Bagdadi itu hanya boneka. Setelah Anbari tewas, ISIS melemah. Memang proses yang panjang dan rumit menghabisi iSIS. Mereka hanya bisa dikalahkan oleh internal mereka. Konflik antara faksi, membuat mereka lemah dan mudah dihabisi. Karena niat perjuangan mereka memang uang, bukan agama” Kata Jellian. Saya mengangguk dan tersenyum.


“ Teman  teman Rusia sangat menjaga saya. Dalam segala hal mereka selalu proteksi saya.” Kata jellian mengedipkan mata ke saya. “ Saya ingat kenangan indah di Kiev berapa tahun lalu bersama kamu. Itu kali pertama saya merasa sempurna sebagai wanita. Terimakasih sudah mejadi sahabat saya.” Katanya.


“ Ada apa ke Bangkok ?tanya saya. 

“ Kalau ada uang banyak, Bangkok adalah sorga bagi wanita lajang, ya kan dear “ kata Jellian.

No comments: