Sunday, March 07, 2021

Anugerah Cinta.

 



“ Saya sudah temukan wanita itu “ Kata James seusai meeting Komite investasi di Hong Kong. “ Siapa yang kamu maksud ? Kata saya berkerut kening. 


“ Wanita yang menemani anda beberapa bulan lalu di Moskow. “


“ Ah ya. Gimana ? Saya ingat.


“ Hasil test nya excellence. Sekarang dia ada di ruang HRD. Tapi dia tidak mau ditempatkan di Seoul. Dia hanya mau untuk pos di China atau Hong Kong” Kata James.


“ Suruh ke ruangan saya.” Kata James


“ Siap boss.”


Saya mengenal wanita itu kali pertama ketika saya sewa dia sebagai penerjamah untuk rapat bisnis di Rusia. Ayahnya dari Korea tapi ibunya dari Rusia. Dia bisa bahasa Rusia dan cukup bagus bahasa inggris. Pasti bisa bahasa korea dan Mandarin. Wanita itu sebetulnya pekerja KTV Musisi di Beijing. KTV yang khusus menyediakan mereka yang punya talenta alat musik seperti biola, sexopon, guitar, organ. Karena KTV berkelas umumnya mereka kuasai beberapa bahasa. Dia mendampingi saya dalam business trip selama 3 hari.


Tak berapa lama masuk wanita muda ke ruangan saya. Dia tersenyum “ Mr. B. Long time no see.” katanya. Saya tersenyum menerima uluran tangannya. 


“ Kamu memang hebat.”


Dia tersenyum tipis. Namun tidak bisa menyembunyikan mendung di wajahnya. “ Tapi saya minta maaf. Dari awal saya berharap di tempatkan di Hong Kong atau China…” Katanya terhenti.


“ Yana. Kamu udah makan ? 


Dia tersenyum. “ temanin saya makan siang ya. Lupakan soal tawaran HRD. Kamu teman saya. OK? “ Dia mengangguk. Saya ajak dia makan siang di kawasan financial center. Di restoran Korea.


Dalam suasana santai itu saya bisa berharap dia bicara dari hati  kehati apa masalahnya sampai  menolak tawaran kerja sebagai country manager  untuk holding kami di Seoul.  Saya cerita tentang teman teman saya di Seoul dan juga cerita lucu. Dia larut dalam suasana yang saya ciptakan.  Akhirnya tanpa disadari dia terlepas omongan “ Saya engga suka Seoul. “ 


“ Kenapa ?


“ Panjang ceritanya. Itu tiga tahun lalu…”


Saya diam dan menanti sabar kalau dia mau cerita. Akhirnya dia cerita juga. “ Tiga tahun lalu terjadi prahara di keluarga saya. itu karena pacar saya memutuskan hubungan kami sepihak. Padahal kami sudah pacaran selama 7 tahun. Sejak saya kelas 1 SMU sampai tamat universitas.  Selama itu keluarganya setuju. Orang tua saya senang.  Kami sudah merencakan menikah pada musim semi. Namun awal musim dingin, dia mesra dengan karyawan kantornya. Saya tidak bisa telp dia. Saya berusaha datang ke rumahnya. Tapi satpam menolak saya.  Saat itu saya serasa hancur. Sejak itu komunikasi terputus. “ Katanya berlinang air mata.


“ Ayahnya konglomerat di Korea. Pemilik maskapai penerbangan “ Katanya dengan tatapan kosong ke luar jendela.  “Apalah arti keluarga saya dibandingkan dengan keluarganya. Tetapi ini bukan soal saya pribadi. Tetapi saya tidak bisa melihat hancurnya hati kedua orang tua saya. Itu sebabnya saya putuskan pergi ke Beijing untuk bekerja.  Saya ingin melupaka semua. “


“ Sudah berapa lama kamu tinggalkan Korea. “ Tanya saya.


“ Tiga tahun. “ 


“ Selama itu kamu belum bisa menghapus kenangan buruk itu,?


“ Ya. Mungkin tidak akan bisa melupakannya. “


“ Mengapa ? 


“ Karena saya tahu luar dalam pacar saya. Dia tidak mungkin bisa meninggalkan saya. Ini pasti ada sesuatu yang besar sehingga dia tidak berdaya. Saya terus berpikir bagaimana menolongnya agar dia menjadi dirinya sendiri. Soal batal menikah dengan saya tidak ada masalah” Katanya. Saya terhenyak. Hebat wanita ini. 


“ Yana. Saya tugaskan kamu sebagai coutry manager di Seoul. Karena saya ada rencana akuisisi perusahaan penerbangan itu di Seoul.  Itu bukan kehendak saya. Tetapi permintaan dari konsorsiun kreditur. Perusahaan keluarga itu sedang dirudung sakit akibat miss management.” 


Dia tetap saya lama. “ Tolong jujur,  anda mencari saya untuk tujuan ini? Anda sudah dapatkan semua data tentang saya waktu saya jadi penerjemah anda. Dan terakhir anda dapatkan profile hubungan saya dengan pewaris pemegang saham pengendali maskapai penerbangan itu.  Benarkah ?


“ Ya. “ kata saya tegas. Mau gimana lagi. Dia terlau cerdas untuk di utilize. 


“ OK. “ Dia tersenyum. 


“ Nah tugas anda sebagai penghubung antara team saya dengan pihak maskapai itu. Selama proses negosiasi itu, anda lead secara resmi.  Gimana ?


“ Deal ! Katanya tersenyum cerah.


Empat bulan negosiasi itu berlangsung dengan mulus. Yana cepat sekali belajar. Berkat dia , kami dapatkan harga terbaik dan menggeser semua anggota keluarga dari jajaran direksi.  


“ Boleh saya minta tolong” Kata Yana waktu bertemu dengan saya di Hong Kong. “ Mohon mantan pacar saya dipertahankan sebagai direksi. Dia cerdas dan jujur. Saya kenal betul dia” 


“ Kenapa “ Kata saya terkejut. Ingin tahu alasanya. Karena dengan suksesnya dia sebagai ketua team, dia tampil di media massa sebagai pihak yang menyelamatkan maskapai itu dari kebangkrutan.  Nama baik keluarganya terangkat lagi.


“ Walau pacar saya telah menentukan wanita lain sebagai istrinya tapi cintanya tidak akan pernah sama seperti yang dia berikan kepada saya. Menjagaa pride nya sebagai pria jauh lebih membanggakan bagi saya,  daripada membuat dia terpuruk. Bagaimana mungkin saya dendam dengan pria yang pertama kali menyentuh saya. Cinta itu indah, Mr. B. “ Kata Yana. Saya terhenyak. Saya bersyukur berada dilingkaran orang hebat dan bermental pemenang. 


Moral cerita. “ Cinta itu anugerah Tuhan. Jangan dirusak oleh perasaan lain selain berkorban untuk orang yang kita cintai.

No comments: